Training Lainnya

Training Awareness ISO 31000 dan ISO 31010: Penerapan Teknik Penilaian Risiko untuk Pengambilan Keputusan yang Lebih Akurat

Training Awareness ISO 31000 dan ISO 31010 membahas penerapan teknik penilaian risiko untuk keputusan yang lebih tepat dan efektif di organisasi.

Pendahuluan: Mengapa Manajemen Risiko Menjadi Prioritas di Tahun 2025

Dalam era bisnis yang penuh ketidakpastian dan perubahan cepat, organisasi—baik sektor publik maupun swasta—dituntut untuk mampu mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko secara sistematis.
Standar ISO 31000: Manajemen Risiko – Prinsip dan Pedoman serta ISO 31010: Teknik Penilaian Risiko hadir sebagai fondasi penting dalam membangun sistem pengambilan keputusan berbasis risiko (risk-based decision making).

Training Awareness ISO 31000 dan ISO 31010 Tahun 2025 bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada peserta tentang bagaimana standar ini diimplementasikan dalam proses organisasi agar keputusan yang diambil lebih akurat, efisien, dan selaras dengan tujuan strategis.

Pelatihan ini relevan untuk semua sektor — mulai dari pemerintahan, manufaktur, energi, kesehatan, hingga keuangan — karena setiap organisasi menghadapi risiko yang harus dikelola secara profesional.


Gambaran Umum ISO 31000 dan ISO 31010

ISO 31000: Kerangka Manajemen Risiko

ISO 31000 memberikan pedoman tentang bagaimana organisasi dapat merancang, menerapkan, dan terus memperbaiki sistem manajemen risiko.
Tujuan utamanya adalah menciptakan budaya risiko (risk culture) yang terintegrasi dalam seluruh aktivitas organisasi.

ISO 31010: Teknik Penilaian Risiko

Sementara itu, ISO 31010 merupakan standar pendukung yang menjelaskan metode dan teknik penilaian risiko.
Dokumen ini melengkapi ISO 31000 dengan menyediakan daftar lebih dari 30 metode analisis risiko, seperti:

  • Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)

  • Fault Tree Analysis (FTA)

  • Hazard and Operability Study (HAZOP)

  • Monte Carlo Simulation

  • Bow-Tie Analysis

Kombinasi kedua standar ini membantu organisasi tidak hanya memahami risiko secara teoritis, tetapi juga mampu mengukur dan memprioritaskan risiko secara kuantitatif dan kualitatif.


Tujuan dan Manfaat Training Awareness ISO 31000 & ISO 31010

Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan praktis dalam memahami dan menerapkan standar internasional manajemen risiko.

Berikut manfaat yang diperoleh peserta:

  • Memahami prinsip-prinsip utama manajemen risiko berdasarkan ISO 31000:2018.

  • Mampu mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi risiko menggunakan teknik dari ISO 31010.

  • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan berbasis data dan risiko.

  • Membangun budaya organisasi yang adaptif terhadap ketidakpastian.

  • Mendukung implementasi Good Corporate Governance (GCG) dan kepatuhan terhadap peraturan nasional.

Pelatihan ini sangat relevan untuk:

  • Manajer Risiko dan Kepatuhan

  • Auditor Internal dan Eksternal

  • Manajer Proyek dan Operasi

  • Pimpinan Unit Bisnis

  • Pegawai Pemerintah yang terlibat dalam pengelolaan risiko proyek publik

Bimtek Lainnya :  Training Remote Sensing Untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam: Pemetaan, Monitoring & Evaluasi

Struktur dan Materi Pelatihan

Modul PelatihanPokok BahasanTujuan Pembelajaran
1. Prinsip dan Terminologi ISO 31000:2018Definisi risiko, prinsip dasar, dan kerangka kerja manajemen risikoMemahami konsep dan bahasa standar risiko internasional
2. Proses Manajemen RisikoIdentifikasi, analisis, evaluasi, dan pengendalian risikoMenguasai tahapan implementasi sistematis
3. Pengenalan ISO 31010:2019Ruang lingkup dan hubungan dengan ISO 31000Mengenali fungsi ISO 31010 sebagai panduan teknik penilaian risiko
4. Teknik Analisis RisikoMetode kualitatif dan kuantitatif (FMEA, HAZOP, Bow-Tie, dll.)Mengaplikasikan metode analisis yang sesuai kebutuhan
5. Integrasi Risiko ke dalam Pengambilan KeputusanStudi kasus dan praktik analisis risiko berbasis dataMeningkatkan akurasi dan objektivitas keputusan
6. Evaluasi dan Perbaikan BerkelanjutanAudit risiko dan dokumentasi hasil penilaianMenjamin konsistensi dan perbaikan berkelanjutan sistem manajemen risiko

Hubungan ISO 31000 & ISO 31010 dengan Peraturan Nasional

Indonesia telah mendorong penerapan manajemen risiko di sektor publik dan BUMN sebagai bagian dari tata kelola yang baik.
Kebijakan ini didukung oleh beberapa regulasi, antara lain:

  • Peraturan Menteri PANRB No. 5 Tahun 2020 tentang Manajemen Risiko di Lingkungan Instansi Pemerintah.

  • Peraturan Menteri Keuangan No. 191/PMK.09/2008 tentang Manajemen Risiko di Kementerian Keuangan.

  • Peraturan BUMN No. PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG).

Informasi resmi dapat diakses melalui Kementerian PANRB yang menjadi sumber rujukan kebijakan tata kelola dan manajemen risiko di instansi pemerintah.


Tahapan Proses Manajemen Risiko Berdasarkan ISO 31000

ISO 31000 menguraikan proses manajemen risiko secara sistematis.

Berikut tahapannya:

  1. Penetapan Konteks (Establishing the Context)
    Menentukan ruang lingkup, tujuan, dan kriteria risiko organisasi.

  2. Identifikasi Risiko (Risk Identification)
    Mengidentifikasi peristiwa yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan.

  3. Analisis Risiko (Risk Analysis)
    Menganalisis kemungkinan (likelihood) dan dampak (impact) risiko.

  4. Evaluasi Risiko (Risk Evaluation)
    Menentukan prioritas risiko berdasarkan hasil analisis.

  5. Perlakuan Risiko (Risk Treatment)
    Menentukan tindakan untuk mengurangi, menghindari, atau memindahkan risiko.

  6. Komunikasi dan Konsultasi
    Melibatkan seluruh pihak dalam proses pengelolaan risiko.

  7. Pemantauan dan Review
    Mengevaluasi efektivitas pengendalian risiko secara berkala.

Bimtek Lainnya :  Pelatihan Profesional Canva: Desain Grafis Cepat Untuk Bisnis Dan Media Sosial

Teknik Penilaian Risiko Berdasarkan ISO 31010

ISO 31010 memberikan berbagai metode untuk membantu organisasi memilih teknik penilaian risiko yang sesuai dengan kompleksitas dan karakter kegiatan.

Berikut ringkasan beberapa metode populer:

MetodeJenisTujuan Utama
BrainstormingKualitatifMengumpulkan ide risiko dari berbagai pihak
Checklist AnalysisKualitatifMemastikan semua potensi risiko diperiksa
HAZOP (Hazard and Operability Study)KualitatifMenganalisis risiko proses industri atau proyek teknis
FMEA (Failure Mode and Effects Analysis)Semi-KuantitatifMenilai kegagalan potensial dalam sistem
Fault Tree Analysis (FTA)KuantitatifMenganalisis penyebab akar kegagalan secara logis
Monte Carlo SimulationKuantitatifMemprediksi variasi hasil dengan data probabilistik

Dengan memahami berbagai teknik tersebut, peserta mampu menentukan metode analisis risiko paling efektif sesuai konteks organisasi.


Integrasi Manajemen Risiko dalam Pengambilan Keputusan

Salah satu keunggulan utama penerapan ISO 31000 dan ISO 31010 adalah kemampuannya mengubah pendekatan pengambilan keputusan dari reaktif menjadi proaktif.

Organisasi yang menerapkan sistem ini akan:

  • Menghindari keputusan yang berbasis intuisi semata.

  • Menggunakan data dan hasil analisis risiko sebagai dasar keputusan strategis.

  • Menjamin alokasi sumber daya yang efisien.

  • Meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap stabilitas organisasi.

Sebagai contoh, dalam Audit Internal Berbasis Teknologi di Institusi Kesehatan, peserta mempelajari bagaimana hasil analisis risiko dapat digunakan untuk menentukan prioritas proyek dan pembiayaan secara lebih rasional.


Studi Kasus: Implementasi Manajemen Risiko di Instansi Pemerintah

Salah satu contoh nyata penerapan ISO 31000 di lingkungan publik adalah pada Kementerian Keuangan, yang menerapkan sistem manajemen risiko terintegrasi untuk mengurangi ketidakpastian kebijakan fiskal.

Hasilnya:

  • Efisiensi pengelolaan anggaran meningkat.

  • Risiko kebijakan dapat diidentifikasi sejak dini.

  • Proses pengambilan keputusan menjadi lebih akuntabel.

Kementerian dan lembaga lain diharapkan mengikuti langkah serupa, sesuai panduan dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang menjadi rujukan utama penerapan standar ISO di Indonesia.


Tantangan Implementasi dan Strategi Penyelesaiannya

Walaupun manfaatnya besar, penerapan ISO 31000 dan 31010 sering menghadapi hambatan, seperti:

  • Kurangnya pemahaman teknis di kalangan manajer.

  • Minimnya integrasi antar unit kerja.

  • Terbatasnya data risiko yang terdokumentasi.

  • Resistensi terhadap perubahan budaya organisasi.

Strategi solusinya:

  1. Melakukan training berkelanjutan dan sertifikasi risiko.

  2. Membangun tim manajemen risiko lintas departemen.

  3. Menggunakan perangkat lunak analisis risiko digital.

  4. Menjadikan risiko sebagai bagian dari penilaian kinerja organisasi.

Bimtek Lainnya :  Training Leadership Development untuk Manajer dan Supervisor

Keterkaitan ISO 31000 dengan Tata Kelola dan Kepatuhan

Penerapan ISO 31000 mendukung sistem Good Governance yang diamanatkan oleh pemerintah, khususnya dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya publik.

Hal ini sejalan dengan program Reformasi Birokrasi Nasional dan Manajemen Risiko Terintegrasi di Lingkungan Pemerintah Daerah, sebagaimana diatur oleh KemenPAN-RB.

Pelatihan seperti ini juga saling melengkapi dengan Bimtek Optimalisasi Penilaian Kinerja Digital di Sektor Kesehatan 2025 dan Training Risk Management (ISO 31000:2018) yang memperkuat aspek pengendalian internal dan pengawasan kinerja.


Keunggulan Mengikuti Training Awareness ISO 31000 & ISO 31010

  • Disusun oleh instruktur bersertifikat ISO dan praktisi risiko profesional.

  • Menggunakan pendekatan studi kasus dan simulasi berbasis praktik nyata.

  • Materi mengikuti versi terbaru standar internasional.

  • Peserta mendapatkan sertifikat pelatihan resmi.

  • Dapat diikuti secara online maupun tatap muka.


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah ISO 31000 wajib diterapkan di instansi pemerintah?
Tidak bersifat wajib, namun direkomendasikan oleh pemerintah melalui pedoman manajemen risiko untuk meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas publik.

2. Apa perbedaan ISO 31000 dan ISO 31010?
ISO 31000 menjelaskan kerangka kerja manajemen risiko, sementara ISO 31010 menjabarkan teknik penilaian risiko yang digunakan dalam proses analisis.

3. Siapa yang sebaiknya mengikuti pelatihan ini?
Semua profesional yang terlibat dalam pengambilan keputusan, pengawasan, dan mitigasi risiko di organisasi publik maupun swasta.

4. Apakah peserta mendapatkan sertifikat resmi?
Ya, peserta yang menyelesaikan seluruh sesi pelatihan akan mendapatkan sertifikat yang diakui lembaga pelatihan resmi nasional.


Penutup 

Dengan mengikuti Training Awareness ISO 31000 dan ISO 31010 Tahun 2025, organisasi Anda akan memiliki kemampuan lebih baik dalam mengenali potensi risiko, menilai dampaknya, dan mengambil keputusan berbasis data yang objektif.

Manajemen risiko bukan hanya kewajiban administratif, tetapi menjadi alat strategis untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing organisasi.

Bangun budaya risiko yang kuat di organisasi Anda — mulai sekarang, jadikan manajemen risiko sebagai fondasi setiap keputusan strategis demi masa depan yang lebih pasti.

author-avatar

Tentang EDUKASINDO

SENTRA MEDIA EDUKASINDO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendampingan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan kemajuan di bidang pendidikan dan telekomunikasi. Kami melayani individu yang menjadi bagian dari suatu organisasi, baik sebagai karyawan maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan SDM di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *