- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training Awareness ISO 31000 dan ISO 31010: Penerapan Teknik Penilaian Risiko untuk Pengambilan Keputusan yang Lebih Akurat

Pendahuluan: Mengapa Manajemen Risiko Menjadi Prioritas di Tahun 2025
Dalam era bisnis yang penuh ketidakpastian dan perubahan cepat, organisasi—baik sektor publik maupun swasta—dituntut untuk mampu mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko secara sistematis.
Standar ISO 31000: Manajemen Risiko – Prinsip dan Pedoman serta ISO 31010: Teknik Penilaian Risiko hadir sebagai fondasi penting dalam membangun sistem pengambilan keputusan berbasis risiko (risk-based decision making).
Training Awareness ISO 31000 dan ISO 31010 Tahun 2025 bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada peserta tentang bagaimana standar ini diimplementasikan dalam proses organisasi agar keputusan yang diambil lebih akurat, efisien, dan selaras dengan tujuan strategis.
Pelatihan ini relevan untuk semua sektor — mulai dari pemerintahan, manufaktur, energi, kesehatan, hingga keuangan — karena setiap organisasi menghadapi risiko yang harus dikelola secara profesional.
Gambaran Umum ISO 31000 dan ISO 31010
ISO 31000: Kerangka Manajemen Risiko
ISO 31000 memberikan pedoman tentang bagaimana organisasi dapat merancang, menerapkan, dan terus memperbaiki sistem manajemen risiko.
Tujuan utamanya adalah menciptakan budaya risiko (risk culture) yang terintegrasi dalam seluruh aktivitas organisasi.
ISO 31010: Teknik Penilaian Risiko
Sementara itu, ISO 31010 merupakan standar pendukung yang menjelaskan metode dan teknik penilaian risiko.
Dokumen ini melengkapi ISO 31000 dengan menyediakan daftar lebih dari 30 metode analisis risiko, seperti:
Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
Fault Tree Analysis (FTA)
Hazard and Operability Study (HAZOP)
Monte Carlo Simulation
Bow-Tie Analysis
Kombinasi kedua standar ini membantu organisasi tidak hanya memahami risiko secara teoritis, tetapi juga mampu mengukur dan memprioritaskan risiko secara kuantitatif dan kualitatif.
Tujuan dan Manfaat Training Awareness ISO 31000 & ISO 31010
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan praktis dalam memahami dan menerapkan standar internasional manajemen risiko.
Berikut manfaat yang diperoleh peserta:
Memahami prinsip-prinsip utama manajemen risiko berdasarkan ISO 31000:2018.
Mampu mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi risiko menggunakan teknik dari ISO 31010.
Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan berbasis data dan risiko.
Membangun budaya organisasi yang adaptif terhadap ketidakpastian.
Mendukung implementasi Good Corporate Governance (GCG) dan kepatuhan terhadap peraturan nasional.
Pelatihan ini sangat relevan untuk:
Manajer Risiko dan Kepatuhan
Auditor Internal dan Eksternal
Manajer Proyek dan Operasi
Pimpinan Unit Bisnis
Pegawai Pemerintah yang terlibat dalam pengelolaan risiko proyek publik
Struktur dan Materi Pelatihan
| Modul Pelatihan | Pokok Bahasan | Tujuan Pembelajaran |
|---|---|---|
| 1. Prinsip dan Terminologi ISO 31000:2018 | Definisi risiko, prinsip dasar, dan kerangka kerja manajemen risiko | Memahami konsep dan bahasa standar risiko internasional |
| 2. Proses Manajemen Risiko | Identifikasi, analisis, evaluasi, dan pengendalian risiko | Menguasai tahapan implementasi sistematis |
| 3. Pengenalan ISO 31010:2019 | Ruang lingkup dan hubungan dengan ISO 31000 | Mengenali fungsi ISO 31010 sebagai panduan teknik penilaian risiko |
| 4. Teknik Analisis Risiko | Metode kualitatif dan kuantitatif (FMEA, HAZOP, Bow-Tie, dll.) | Mengaplikasikan metode analisis yang sesuai kebutuhan |
| 5. Integrasi Risiko ke dalam Pengambilan Keputusan | Studi kasus dan praktik analisis risiko berbasis data | Meningkatkan akurasi dan objektivitas keputusan |
| 6. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan | Audit risiko dan dokumentasi hasil penilaian | Menjamin konsistensi dan perbaikan berkelanjutan sistem manajemen risiko |
Hubungan ISO 31000 & ISO 31010 dengan Peraturan Nasional
Indonesia telah mendorong penerapan manajemen risiko di sektor publik dan BUMN sebagai bagian dari tata kelola yang baik.
Kebijakan ini didukung oleh beberapa regulasi, antara lain:
Peraturan Menteri PANRB No. 5 Tahun 2020 tentang Manajemen Risiko di Lingkungan Instansi Pemerintah.
Peraturan Menteri Keuangan No. 191/PMK.09/2008 tentang Manajemen Risiko di Kementerian Keuangan.
Peraturan BUMN No. PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG).
Informasi resmi dapat diakses melalui Kementerian PANRB yang menjadi sumber rujukan kebijakan tata kelola dan manajemen risiko di instansi pemerintah.
Tahapan Proses Manajemen Risiko Berdasarkan ISO 31000
ISO 31000 menguraikan proses manajemen risiko secara sistematis.
Berikut tahapannya:
Penetapan Konteks (Establishing the Context)
Menentukan ruang lingkup, tujuan, dan kriteria risiko organisasi.Identifikasi Risiko (Risk Identification)
Mengidentifikasi peristiwa yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan.Analisis Risiko (Risk Analysis)
Menganalisis kemungkinan (likelihood) dan dampak (impact) risiko.Evaluasi Risiko (Risk Evaluation)
Menentukan prioritas risiko berdasarkan hasil analisis.Perlakuan Risiko (Risk Treatment)
Menentukan tindakan untuk mengurangi, menghindari, atau memindahkan risiko.Komunikasi dan Konsultasi
Melibatkan seluruh pihak dalam proses pengelolaan risiko.Pemantauan dan Review
Mengevaluasi efektivitas pengendalian risiko secara berkala.
Teknik Penilaian Risiko Berdasarkan ISO 31010
ISO 31010 memberikan berbagai metode untuk membantu organisasi memilih teknik penilaian risiko yang sesuai dengan kompleksitas dan karakter kegiatan.
Berikut ringkasan beberapa metode populer:
| Metode | Jenis | Tujuan Utama |
|---|---|---|
| Brainstorming | Kualitatif | Mengumpulkan ide risiko dari berbagai pihak |
| Checklist Analysis | Kualitatif | Memastikan semua potensi risiko diperiksa |
| HAZOP (Hazard and Operability Study) | Kualitatif | Menganalisis risiko proses industri atau proyek teknis |
| FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) | Semi-Kuantitatif | Menilai kegagalan potensial dalam sistem |
| Fault Tree Analysis (FTA) | Kuantitatif | Menganalisis penyebab akar kegagalan secara logis |
| Monte Carlo Simulation | Kuantitatif | Memprediksi variasi hasil dengan data probabilistik |
Dengan memahami berbagai teknik tersebut, peserta mampu menentukan metode analisis risiko paling efektif sesuai konteks organisasi.
Integrasi Manajemen Risiko dalam Pengambilan Keputusan
Salah satu keunggulan utama penerapan ISO 31000 dan ISO 31010 adalah kemampuannya mengubah pendekatan pengambilan keputusan dari reaktif menjadi proaktif.
Organisasi yang menerapkan sistem ini akan:
Menghindari keputusan yang berbasis intuisi semata.
Menggunakan data dan hasil analisis risiko sebagai dasar keputusan strategis.
Menjamin alokasi sumber daya yang efisien.
Meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap stabilitas organisasi.
Sebagai contoh, dalam Audit Internal Berbasis Teknologi di Institusi Kesehatan, peserta mempelajari bagaimana hasil analisis risiko dapat digunakan untuk menentukan prioritas proyek dan pembiayaan secara lebih rasional.
Studi Kasus: Implementasi Manajemen Risiko di Instansi Pemerintah
Salah satu contoh nyata penerapan ISO 31000 di lingkungan publik adalah pada Kementerian Keuangan, yang menerapkan sistem manajemen risiko terintegrasi untuk mengurangi ketidakpastian kebijakan fiskal.
Hasilnya:
Efisiensi pengelolaan anggaran meningkat.
Risiko kebijakan dapat diidentifikasi sejak dini.
Proses pengambilan keputusan menjadi lebih akuntabel.
Kementerian dan lembaga lain diharapkan mengikuti langkah serupa, sesuai panduan dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang menjadi rujukan utama penerapan standar ISO di Indonesia.
Tantangan Implementasi dan Strategi Penyelesaiannya
Walaupun manfaatnya besar, penerapan ISO 31000 dan 31010 sering menghadapi hambatan, seperti:
Kurangnya pemahaman teknis di kalangan manajer.
Minimnya integrasi antar unit kerja.
Terbatasnya data risiko yang terdokumentasi.
Resistensi terhadap perubahan budaya organisasi.
Strategi solusinya:
Melakukan training berkelanjutan dan sertifikasi risiko.
Membangun tim manajemen risiko lintas departemen.
Menggunakan perangkat lunak analisis risiko digital.
Menjadikan risiko sebagai bagian dari penilaian kinerja organisasi.
Keterkaitan ISO 31000 dengan Tata Kelola dan Kepatuhan
Penerapan ISO 31000 mendukung sistem Good Governance yang diamanatkan oleh pemerintah, khususnya dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya publik.
Hal ini sejalan dengan program Reformasi Birokrasi Nasional dan Manajemen Risiko Terintegrasi di Lingkungan Pemerintah Daerah, sebagaimana diatur oleh KemenPAN-RB.
Pelatihan seperti ini juga saling melengkapi dengan Bimtek Optimalisasi Penilaian Kinerja Digital di Sektor Kesehatan 2025 dan Training Risk Management (ISO 31000:2018) yang memperkuat aspek pengendalian internal dan pengawasan kinerja.
Keunggulan Mengikuti Training Awareness ISO 31000 & ISO 31010
Disusun oleh instruktur bersertifikat ISO dan praktisi risiko profesional.
Menggunakan pendekatan studi kasus dan simulasi berbasis praktik nyata.
Materi mengikuti versi terbaru standar internasional.
Peserta mendapatkan sertifikat pelatihan resmi.
Dapat diikuti secara online maupun tatap muka.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah ISO 31000 wajib diterapkan di instansi pemerintah?
Tidak bersifat wajib, namun direkomendasikan oleh pemerintah melalui pedoman manajemen risiko untuk meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas publik.
2. Apa perbedaan ISO 31000 dan ISO 31010?
ISO 31000 menjelaskan kerangka kerja manajemen risiko, sementara ISO 31010 menjabarkan teknik penilaian risiko yang digunakan dalam proses analisis.
3. Siapa yang sebaiknya mengikuti pelatihan ini?
Semua profesional yang terlibat dalam pengambilan keputusan, pengawasan, dan mitigasi risiko di organisasi publik maupun swasta.
4. Apakah peserta mendapatkan sertifikat resmi?
Ya, peserta yang menyelesaikan seluruh sesi pelatihan akan mendapatkan sertifikat yang diakui lembaga pelatihan resmi nasional.
Penutup
Dengan mengikuti Training Awareness ISO 31000 dan ISO 31010 Tahun 2025, organisasi Anda akan memiliki kemampuan lebih baik dalam mengenali potensi risiko, menilai dampaknya, dan mengambil keputusan berbasis data yang objektif.
Manajemen risiko bukan hanya kewajiban administratif, tetapi menjadi alat strategis untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing organisasi.
Bangun budaya risiko yang kuat di organisasi Anda — mulai sekarang, jadikan manajemen risiko sebagai fondasi setiap keputusan strategis demi masa depan yang lebih pasti.

