- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training Teknologi Drone & LiDAR untuk Pertambangan, Kehutanan, dan Pemetaan Lingkungan Terpadu

Revolusi Teknologi Drone dan LiDAR di Era Pemetaan Digital
Perkembangan teknologi pemetaan mengalami lompatan besar berkat kemajuan drone (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) dan LiDAR (Light Detection and Ranging). Dua teknologi ini kini menjadi tulang punggung dalam kegiatan pertambangan, kehutanan, dan pengelolaan lingkungan, menggantikan metode konvensional yang memakan waktu dan biaya besar.
Melalui Training Teknologi Drone & LiDAR untuk Pertambangan, Kehutanan, dan Pemetaan Lingkungan Terpadu, para profesional akan memahami secara mendalam bagaimana mengintegrasikan teknologi udara, data spasial, dan analisis GIS dalam satu sistem yang efisien.
Pelatihan ini bukan sekadar teori — peserta akan dibimbing untuk memahami proses akuisisi data hingga pengolahan hasil survei menjadi peta 3D, model permukaan digital (DSM/DTM), hingga analisis spasial lanjutan.
Tujuan dan Manfaat Pelatihan
Tujuan Pelatihan
Memberikan pengetahuan dasar dan teknis penggunaan drone serta sistem LiDAR untuk pemetaan.
Melatih peserta dalam perencanaan misi penerbangan dan pengumpulan data spasial.
Mengajarkan cara memproses data hasil survei udara menjadi peta digital berkualitas tinggi.
Membekali peserta dengan kemampuan analisis data 3D untuk sektor pertambangan, kehutanan, dan lingkungan.
Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu menggunakan teknologi terkini secara profesional dan aman.
Manfaat yang Didapat Peserta
Pemahaman mendalam tentang konsep dasar UAV dan LiDAR.
Kemampuan melakukan survey udara secara efisien dan akurat.
Keterampilan dalam pengolahan data spasial menggunakan software GIS modern.
Peningkatan nilai profesionalisme dalam industri geospasial.
Peluang besar untuk menerapkan hasil pelatihan di berbagai sektor strategis nasional.
Relevansi Teknologi Drone dan LiDAR dalam Berbagai Sektor
| Sektor | Manfaat Teknologi Drone & LiDAR |
|---|---|
| Pertambangan | Monitoring tambang terbuka, estimasi volume material, pemetaan topografi akurat. |
| Kehutanan | Inventarisasi pohon, pemantauan deforestasi, pemetaan biomassa, dan tutupan lahan. |
| Lingkungan | Analisis perubahan bentang alam, pemantauan banjir, erosi, dan kualitas ekosistem. |
| Konstruksi & Infrastruktur | Pemetaan wilayah proyek, perencanaan jalur, dan pengawasan pekerjaan lapangan. |
Teknologi ini mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan transformasi digital sektor geospasial sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial oleh Badan Informasi Geospasial (BIG).
Materi dan Kurikulum Training
Pelatihan ini dirancang secara komprehensif agar peserta memahami seluruh tahapan pekerjaan survei udara berbasis drone dan LiDAR.
| Modul Pelatihan | Topik Pembahasan | Output Kompetensi |
|---|---|---|
| 1. Pengenalan Teknologi UAV & LiDAR | Konsep dasar, jenis drone, komponen, sensor, dan prinsip kerja LiDAR. | Pemahaman dasar sistem drone dan LiDAR. |
| 2. Perencanaan Misi Penerbangan | Pengaturan area survei, waypoint, ketinggian, dan overlap data. | Kemampuan merancang rencana terbang efektif. |
| 3. Akuisisi Data Lapangan | Penggunaan drone di lapangan, kalibrasi sensor, pengambilan data LiDAR. | Keterampilan teknis pengambilan data spasial. |
| 4. Pengolahan Data LiDAR & Fotogrametri | Konversi point cloud, klasifikasi data, pembuatan DSM/DTM/Orthophoto. | Menghasilkan peta 3D dengan presisi tinggi. |
| 5. Analisis GIS dan Visualisasi Data | Integrasi data ke software GIS (ArcGIS/QGIS), analisis spasial, pembuatan laporan. | Penguasaan analisis dan visualisasi data spasial. |
Metode Pelatihan
Pelatihan disusun dengan pendekatan blended learning — memadukan teori, praktik lapangan, dan simulasi digital.
Metode pembelajaran meliputi:
Ceramah Interaktif: Pembahasan teori dan dasar teknologi UAV/LiDAR.
Praktik Lapangan: Simulasi penerbangan dan akuisisi data di area pemetaan.
Workshop Software: Pengolahan data spasial dengan aplikasi profesional (Pix4D, Agisoft Metashape, ArcGIS, QGIS).
Studi Kasus: Analisis data pemetaan pada sektor pertambangan dan kehutanan.
Evaluasi Akhir: Ujian teori dan praktik sebagai syarat sertifikasi.
Siapa yang Sebaiknya Mengikuti Training Ini
Program ini direkomendasikan untuk:
Staf teknis pemetaan dan survei di instansi pemerintah.
Tenaga profesional di perusahaan tambang, kehutanan, dan konstruksi.
Peneliti, akademisi, dan mahasiswa geospasial.
Konsultan GIS dan perencana tata ruang.
Pelatihan juga relevan bagi pegawai yang terlibat dalam proyek kebijakan satu peta (One Map Policy) yang dikelola oleh Kementerian ATR/BPN.
Implementasi Drone dan LiDAR di Industri Pertambangan
Dalam sektor pertambangan, keakuratan data spasial sangat menentukan efisiensi operasional dan keamanan kerja.
Melalui drone dan LiDAR, perusahaan dapat:
Mengukur volume galian dan timbunan dengan ketepatan tinggi.
Memantau kondisi tambang secara real time.
Menilai dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan.
Teknologi ini mampu mengurangi biaya survey hingga 40% dibandingkan metode konvensional, sekaligus meningkatkan keselamatan karena menghindari survei di area berisiko tinggi.
Pemanfaatan Drone & LiDAR dalam Kehutanan
Bidang kehutanan sangat terbantu oleh teknologi ini dalam hal:
Inventarisasi pohon dan biomassa.
Pemetaan wilayah konservasi dan kawasan lindung.
Pemantauan kebakaran hutan dan perubahan tutupan lahan.
Melalui Training Teknologi Drone & LiDAR, peserta akan belajar melakukan klasifikasi vegetasi dan analisis spasial berbasis data LiDAR — menghasilkan informasi kanopi, volume, serta densitas hutan secara 3D.
Pemetaan Lingkungan dan Analisis Ekosistem
Drone dan LiDAR berperan penting dalam pemetaan perubahan lingkungan, seperti:
Pemantauan banjir dan sedimentasi sungai.
Pengawasan erosi, longsor, dan perubahan garis pantai.
Pembuatan model 3D untuk wilayah terdampak bencana.
Data hasil pemetaan ini menjadi sumber utama bagi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya alam.
Keunggulan Mengikuti Pelatihan Ini
Peserta akan memperoleh keuntungan nyata seperti:
Sertifikasi resmi dari lembaga pelatihan profesional.
Materi terkini sesuai standar internasional UAV dan LiDAR.
Akses ke software premium untuk praktik pengolahan data.
Bimbingan instruktur berpengalaman di bidang geospasial.
Koneksi industri luas, membuka peluang kerja dan proyek baru.
Tabel: Perbandingan Teknologi Fotogrametri vs LiDAR
| Aspek | Fotogrametri (Drone Kamera) | LiDAR (Laser Scanner) |
|---|---|---|
| Sumber Data | Gambar digital (RGB) | Pulsa laser reflektif |
| Akurasi Vertikal | ± 10 cm | ± 2–5 cm |
| Kondisi Medan | Terpengaruh vegetasi | Menembus vegetasi |
| Keluaran Data | Orthophoto, Model 3D | Point Cloud, DSM/DTM |
| Biaya Operasional | Lebih murah | Relatif mahal namun akurat |
| Waktu Proses | Lebih cepat | Lebih kompleks |
Integrasi Data Drone, LiDAR, dan GIS
Kekuatan pelatihan ini terletak pada integrasi sistem antara UAV, LiDAR, dan GIS (Geographic Information System).
Peserta akan belajar:
Mengimpor data hasil drone dan LiDAR ke GIS.
Melakukan overlay, analisis spasial, dan pembuatan peta tematik.
Menyusun laporan pemetaan terpadu yang siap digunakan untuk pengambilan keputusan.
Keterkaitan dengan Pelatihan Lainnya
Peserta pelatihan ini juga disarankan mengikuti program lanjutan seperti:
Pelatihan-pelatihan tersebut saling melengkapi dan memperkuat kemampuan teknis dalam bidang geospasial.
Dampak Positif terhadap Kebijakan Nasional
Penerapan teknologi drone dan LiDAR sejalan dengan program digitalisasi data spasial nasional yang dicanangkan oleh pemerintah.
Melalui pelatihan ini, peserta dapat berkontribusi langsung terhadap:
Efisiensi proyek survei dan pemetaan nasional.
Pengawasan aktivitas pertambangan dan kehutanan berkelanjutan.
Pembangunan sistem informasi lingkungan yang akurat dan up-to-date.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah peserta perlu memiliki drone sendiri?
Tidak wajib. Pelatihan menyediakan unit drone dan perangkat LiDAR untuk praktik lapangan.
2. Apakah pelatihan ini cocok bagi pemula?
Ya. Materi disusun mulai dari dasar hingga tingkat lanjutan, cocok untuk pemula maupun profesional.
3. Apa perangkat lunak yang digunakan?
Pelatihan menggunakan software seperti Pix4D, Agisoft Metashape, dan QGIS/ArcGIS untuk pengolahan dan analisis data.
4. Apakah peserta mendapat sertifikat resmi?
Ya, setiap peserta yang menyelesaikan program akan menerima sertifikat kompetensi geospasial.
Penutup
Menguasai teknologi Drone dan LiDAR bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi industri yang bergantung pada akurasi spasial.
Dengan mengikuti Training Teknologi Drone & LiDAR untuk Pertambangan, Kehutanan, dan Pemetaan Lingkungan Terpadu, Anda akan memiliki keterampilan praktis yang siap diterapkan di dunia kerja modern berbasis data spasial.
Bangun masa depan karier Anda di bidang geospasial dan jadilah bagian dari transformasi digital Indonesia melalui teknologi pemetaan udara yang inovatif dan berdaya saing global.

