- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training Teknik Pencegahan, Pendeteksian, dan Investigasi Fraud Industri Perbankan Era Digital 2025–2026

Dalam era digital, industri perbankan menghadapi tantangan baru terkait risiko kejahatan finansial. Modus penipuan, manipulasi data, hingga penyalahgunaan teknologi menjadi ancaman serius bagi stabilitas sistem keuangan nasional. Karena itu, Training Teknik Pencegahan, Pendeteksian, dan Investigasi Fraud Industri Perbankan Era Digital 2025–2026 menjadi program penting untuk memperkuat kompetensi profesional perbankan dalam menjaga integritas dan keamanan sistem keuangan.
Program ini dirancang untuk membantu peserta memahami konsep, teknik, dan praktik terbaik dalam mencegah serta mendeteksi fraud berbasis digital. Selain itu, peserta juga akan mempelajari cara melakukan investigasi forensik secara sistematis sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).
Mengapa Pencegahan Fraud Penting di Era Digital
Fraud dalam dunia perbankan tidak hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga merusak reputasi lembaga dan kepercayaan publik.
Beberapa alasan utama mengapa pencegahan fraud menjadi fokus utama industri keuangan modern antara lain:
Meningkatnya Transaksi Digital
Pertumbuhan mobile banking dan e-commerce meningkatkan potensi celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.Kompleksitas Sistem Keuangan
Sistem yang saling terintegrasi antar lembaga perbankan memunculkan risiko baru terkait manipulasi data dan penyalahgunaan akses.Keterbatasan Pengawasan Manual
Metode audit konvensional tidak lagi cukup untuk memantau aktivitas digital secara real-time.Kewajiban Kepatuhan Regulasi
Lembaga keuangan wajib mematuhi peraturan seperti POJK tentang Anti-Fraud Strategy dan UU Perlindungan Data Pribadi, yang menuntut penerapan sistem pengendalian internal berbasis teknologi.
Tujuan Pelatihan
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam:
Mengidentifikasi potensi dan pola fraud berbasis digital.
Mengimplementasikan sistem pengendalian internal yang efektif.
Melakukan investigasi forensik digital dengan pendekatan profesional.
Mengelola risiko fraud dengan teknologi deteksi otomatis.
Menyusun laporan hasil investigasi sesuai dengan standar regulasi OJK dan BI.
Manfaat Mengikuti Training Anti-Fraud Perbankan
Berikut manfaat konkret yang akan diperoleh peserta:
| Aspek | Manfaat yang Diperoleh |
|---|---|
| Teknis | Menguasai teknik audit dan investigasi fraud digital. |
| Strategis | Mampu menyusun strategi mitigasi risiko berbasis teknologi. |
| Operasional | Mengetahui sistem pengawasan internal berbasis IT. |
| Kepatuhan Regulasi | Meningkatkan kesesuaian dengan peraturan OJK dan BI. |
| Profesionalitas | Memperkuat etika dan integritas kerja dalam sektor keuangan. |
Materi yang Akan Diajarkan
Materi pelatihan ini disusun secara komprehensif dan aplikatif, mencakup:
Konsep Dasar Fraud dan Tipologi Kejahatan Finansial Digital
Peran Audit Internal dan Sistem Pengendalian dalam Pencegahan Fraud
Penerapan Fraud Risk Management Framework (FRMF)
Teknik Digital Forensic Investigation untuk Kasus Fraud
Analisis Pola dan Indikator Fraud Menggunakan Data Analytics Tools
Penggunaan Artificial Intelligence dalam Deteksi Fraud
Penyusunan Laporan Investigasi dan Tindak Lanjut (Follow Up Investigation)
Sasaran Peserta
Training ini ditujukan untuk berbagai kalangan profesional, di antaranya:
Auditor internal dan eksternal perbankan
Pejabat kepatuhan (Compliance Officer)
Manajer risiko (Risk Manager)
Staf TI (IT Security Analyst)
Pejabat pengawasan internal di lembaga keuangan
Aparatur pengawas dari lembaga pemerintah yang terkait
Metode Pelatihan
Pelatihan ini menggunakan kombinasi metode interaktif agar peserta memahami materi secara optimal:
Presentasi dan Diskusi Interaktif
Studi Kasus Nyata Fraud Perbankan
Simulasi Audit Digital dan Forensik Data
Evaluasi Mandiri dan Pre/Post Test
Peraturan dan Kebijakan Terkait Fraud Perbankan
Pelaksanaan pencegahan fraud di sektor perbankan didasarkan pada regulasi resmi pemerintah, seperti:
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 39/POJK.03/2019 tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud bagi Bank Umum
Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 19/12/PBI/2017 mengenai Penyelenggaraan Teknologi Finansial
UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi
Untuk referensi lebih lanjut, peserta dapat mengakses laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.
Strategi Pendeteksian Fraud dengan Teknologi Digital
Implementasi sistem deteksi fraud berbasis digital sangat penting bagi lembaga keuangan modern.
Beberapa teknologi yang digunakan dalam sistem ini meliputi:
| Teknologi | Fungsi Utama | Contoh Implementasi |
|---|---|---|
| Artificial Intelligence (AI) | Menganalisis pola transaksi mencurigakan | Deteksi anomali dalam transaksi kartu kredit |
| Big Data Analytics | Memproses data besar untuk menemukan pola fraud | Analisis perilaku pengguna online banking |
| Blockchain | Meningkatkan transparansi dan keamanan transaksi | Verifikasi data transaksi tanpa perantara |
| Machine Learning (ML) | Meningkatkan akurasi deteksi berdasarkan pembelajaran data | Sistem prediktif fraud detection |
Tantangan dalam Investigasi Fraud Digital
Meskipun teknologi mempermudah pengawasan, investigasi fraud digital menghadapi beberapa tantangan utama:
Volume data yang besar dan kompleksitas tinggi.
Kurangnya sumber daya manusia yang memahami analisis forensik digital.
Ancaman serangan siber yang terus berkembang.
Keterbatasan koordinasi antara lembaga pengawas dan aparat hukum.
Solusi: Membangun Budaya Anti-Fraud
Pencegahan fraud tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga budaya kerja berintegritas.
Langkah-langkah membangun budaya anti-fraud di lingkungan perbankan antara lain:
Komitmen Pimpinan dan Dewan Komisaris.
Pelatihan berkala untuk semua level karyawan.
Penerapan sistem whistleblowing yang aman.
Audit internal independen secara berkala.
Evaluasi kebijakan dan perbaikan berkelanjutan.
Untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, lembaga keuangan dapat mengikuti Pelatihan Audit Pencegahan Fraud di Perbankan 2025 yang menjadi bagian dari seri pelatihan lanjutan.
Implementasi Hasil Pelatihan
Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan mampu:
Membangun sistem pengendalian internal berbasis risiko.
Menggunakan alat analisis fraud berbasis data.
Melakukan investigasi forensik digital yang sesuai standar hukum.
Menyusun laporan hasil investigasi yang profesional dan kredibel.
Jadwal dan Mekanisme Pelaksanaan
Pelatihan ini dilaksanakan sepanjang tahun 2025–2026 dalam beberapa gelombang.
| Periode | Jadwal Pelatihan | Lokasi | Metode |
|---|---|---|---|
| Gelombang I | Februari 2025 | Jakarta | Tatap muka |
| Gelombang II | Mei 2025 | Surabaya | Hybrid |
| Gelombang III | September 2025 | Yogyakarta | Online |
| Gelombang IV | Januari 2026 | Bandung | Tatap muka |
Manfaat Strategis bagi Lembaga
Lembaga keuangan yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan manfaat strategis:
Peningkatan kepercayaan nasabah dan investor.
Kepatuhan penuh terhadap regulasi anti-fraud.
Efisiensi dalam pengelolaan risiko dan pengawasan.
Kesiapan menghadapi audit eksternal dan regulator.
Hubungan dengan Transformasi Digital Nasional
Pelatihan ini juga mendukung implementasi Peta Jalan Transformasi Digital Sektor Keuangan Nasional yang dicanangkan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Siapa yang wajib mengikuti pelatihan ini?
Pelatihan ini wajib diikuti oleh auditor internal, manajer risiko, dan pejabat kepatuhan yang berperan dalam pencegahan fraud di lembaga keuangan.
2. Apakah pelatihan ini bersertifikat resmi?
Ya. Peserta akan memperoleh sertifikat resmi setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dan lulus evaluasi akhir.
3. Apakah ada contoh studi kasus nyata yang dibahas?
Pelatihan ini mencakup studi kasus investigasi fraud aktual yang terjadi di sektor perbankan digital.
4. Apakah pelatihan ini bisa diikuti secara online?
Ya, tersedia opsi hybrid training untuk memudahkan peserta dari berbagai daerah.
Tingkatkan Kompetensi Anda dalam Pencegahan Fraud Digital Sekarang
Jadilah bagian dari profesional keuangan yang berintegritas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Segera daftarkan diri Anda dalam Training Teknik Pencegahan, Pendeteksian, dan Investigasi Fraud Industri Perbankan Era Digital 2025–2026 untuk memperkuat keamanan dan kepercayaan lembaga Anda.

