- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training Strategi and Management Produk Digital Perbankan 2025

Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap industri perbankan secara signifikan. Layanan perbankan kini tidak lagi terbatas pada transaksi konvensional di kantor cabang, tetapi telah berevolusi menjadi ekosistem digital yang menawarkan kecepatan, kenyamanan, dan keamanan tinggi bagi nasabah.
Untuk menghadapi era digital ini, bank perlu memiliki strategi yang matang dalam pengembangan produk digital yang inovatif, berorientasi pada kebutuhan pelanggan, dan sesuai dengan regulasi. Di sinilah pentingnya Training Strategi and Management Produk Digital Perbankan 2025 sebagai upaya untuk membekali SDM perbankan dengan kemampuan menyusun, mengelola, dan mengoptimalkan produk digital secara profesional.
Pelatihan ini dirancang secara komprehensif dengan fokus pada strategi inovasi produk, manajemen risiko digital, kepatuhan regulasi, serta implementasi teknologi finansial terkini di sektor perbankan.
Pentingnya Transformasi Digital di Dunia Perbankan
Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi institusi keuangan yang ingin bertahan dan tumbuh di era disrupsi. Digitalisasi layanan perbankan memungkinkan peningkatan efisiensi, penetrasi pasar yang lebih luas, serta peningkatan pengalaman pelanggan (customer experience).
Sesuai strategi transformasi digital di sektor perbankan bertujuan untuk menciptakan sistem keuangan yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Melalui regulasi seperti Blueprint Transformasi Digital Perbankan Indonesia 2025, bank diharapkan mampu menerapkan teknologi digital secara bertanggung jawab dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.
Beberapa faktor yang mendorong pentingnya transformasi digital antara lain:
Perubahan perilaku nasabah: meningkatnya penggunaan mobile banking dan e-wallet.
Persaingan dengan fintech: munculnya platform keuangan non-bank yang inovatif.
Tuntutan efisiensi: pengurangan biaya operasional melalui otomatisasi proses.
Regulasi adaptif: kebijakan OJK dan Bank Indonesia yang mendukung digitalisasi layanan keuangan.
Tujuan Training Strategi dan Manajemen Produk Digital Perbankan 2025
Pelatihan ini memiliki tujuan utama untuk membekali peserta dengan kemampuan menyusun strategi dan mengelola produk digital perbankan yang berorientasi pada kebutuhan pasar serta sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.
Tujuan pelatihan meliputi:
Memberikan pemahaman komprehensif tentang tren digital banking terkini.
Mengembangkan kemampuan analisis strategi pengembangan produk digital.
Mengajarkan konsep manajemen produk berbasis inovasi teknologi.
Meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan risiko digital dan kepatuhan regulasi.
Mendorong implementasi budaya inovasi di lingkungan perbankan.
Sasaran peserta:
Pegawai bank di bidang strategi dan pengembangan produk.
Tim digital banking dan IT strategy.
Manajer risiko, kepatuhan, dan audit internal.
Profesional di lembaga keuangan dan BUMN sektor perbankan.
Konsultan keuangan dan pengembang sistem perbankan digital.
Ruang Lingkup dan Materi Pelatihan
Materi dalam Training Strategi dan Manajemen Produk Digital Perbankan 2025 disusun secara sistematis agar peserta mampu memahami seluruh aspek pengelolaan produk digital mulai dari perencanaan hingga implementasi.
Pokok bahasan utama:
Konsep dan Tren Digital Banking
Evolusi perbankan menuju era digital.
Analisis perilaku nasabah digital.
Perkembangan Open Banking dan API.
Strategi Pengembangan Produk Digital
Prinsip customer centricity dalam inovasi produk.
Analisis kebutuhan pasar digital.
Proses desain produk berbasis teknologi (product design thinking).
Manajemen Produk dan Portofolio Digital
Siklus hidup produk digital (product lifecycle management).
Strategi pengelolaan portofolio produk perbankan digital.
Integrasi produk digital dalam ekosistem keuangan terbuka.
Manajemen Risiko dan Keamanan Digital
Identifikasi risiko dalam layanan digital banking.
Pengendalian internal dan keamanan data nasabah.
Penerapan cybersecurity framework di industri perbankan.
Regulasi dan Kepatuhan Digital Banking
Panduan kebijakan OJK dan Bank Indonesia terkait produk digital.
Ketentuan Know Your Customer (KYC) dan Anti Money Laundering (AML) berbasis digital.
Pengawasan dan tata kelola sistem informasi.
Implementasi Teknologi dan Inovasi Digital
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Blockchain.
Penggunaan teknologi API dalam layanan keuangan terbuka.
Studi kasus implementasi produk digital di bank nasional.
Tabel: Komponen Utama Strategi Produk Digital Perbankan
| Komponen Strategi | Deskripsi |
|---|---|
| Inovasi Produk | Penciptaan layanan baru berbasis teknologi yang memenuhi kebutuhan pasar |
| Keamanan Digital | Penguatan sistem keamanan data dan transaksi elektronik |
| Kepatuhan Regulasi | Kesesuaian dengan ketentuan OJK, BI, dan standar internasional |
| Kolaborasi Ekosistem | Kemitraan dengan fintech, startup, dan lembaga keuangan lainnya |
| Analisis Data Pelanggan | Pemanfaatan data analitik untuk memahami perilaku dan kebutuhan nasabah |
Strategi Sukses Mengembangkan Produk Digital Perbankan
Untuk memenangkan kompetisi di industri perbankan digital, lembaga keuangan harus mengadopsi strategi yang terencana dan adaptif.
Berikut langkah strategis yang dapat diterapkan:
Bangun Budaya Inovasi Internal
Dorong karyawan untuk berpartisipasi aktif dalam ide pengembangan produk baru.Fokus pada Customer Experience
Setiap produk digital harus menawarkan kemudahan, keamanan, dan nilai tambah nyata bagi pengguna.Implementasi Agile Management
Gunakan metodologi kerja yang fleksibel seperti Agile dan Scrum untuk mempercepat proses inovasi.Integrasi Data dan Analitik
Gunakan big data untuk memahami tren pasar dan perilaku nasabah secara lebih akurat.Kolaborasi dengan Fintech
Jalin kerja sama dengan perusahaan fintech untuk memperluas jangkauan dan memperkaya layanan digital.
Hubungan Digitalisasi dan Efisiensi Operasional
Digitalisasi dalam sektor perbankan membawa dampak signifikan terhadap efisiensi operasional.
Beberapa manfaat digitalisasi dalam manajemen perbankan antara lain:
Pengurangan biaya operasional cabang.
Proses transaksi yang lebih cepat dan transparan.
Peningkatan akurasi data dan pelaporan.
Otomatisasi layanan pelanggan melalui chatbot dan AI.
Kemudahan integrasi antar sistem melalui API banking.
Dengan digitalisasi, bank dapat memfokuskan sumber daya pada inovasi strategis alih-alih kegiatan administratif yang repetitif.
Regulasi Pemerintah dan Dukungan OJK
Pemerintah Indonesia melalui OJK dan Bank Indonesia (BI) berperan aktif dalam mendorong transformasi digital di sektor keuangan melalui kebijakan strategis seperti:
Blueprint Transformasi Digital Perbankan 2025.
Regulasi Bank Digital (POJK No. 12/POJK.03/2021).
Panduan Cyber Security Framework untuk lembaga keuangan.
Kebijakan Sandbox Inovasi Keuangan Digital (IKD).
Kebijakan tersebut bertujuan menciptakan ekosistem perbankan yang inovatif sekaligus melindungi konsumen dan menjaga stabilitas keuangan nasional.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia.
Contoh Implementasi Produk Digital di Industri Perbankan
Beberapa contoh nyata penerapan strategi produk digital yang berhasil di industri perbankan antara lain:
Mobile Banking Super App yang menggabungkan layanan transfer, investasi, dan pembayaran digital dalam satu platform.
Layanan Pembukaan Rekening Online (e-KYC) yang mempercepat proses onboarding nasabah.
Digital Lending Platform yang memberikan pinjaman berbasis analisis data digital.
Digital Wealth Management yang mengintegrasikan investasi dengan personal financial planning berbasis AI.
Tabel: Tantangan Utama dan Solusi Pengelolaan Produk Digital
| Tantangan | Solusi |
|---|---|
| Ketidakpastian Regulasi | Membangun tim kepatuhan digital dan monitoring regulasi |
| Risiko Keamanan Siber | Implementasi sistem keamanan berlapis dan audit TI berkala |
| Persaingan Fintech | Kolaborasi strategis dan co-creation produk |
| Perubahan Preferensi Nasabah | Analisis data perilaku pelanggan dan survei berkala |
| Keterbatasan SDM Digital | Pelatihan dan sertifikasi digital skill bagi pegawai |
Keterkaitan dengan Program Pelatihan Lain
Untuk memperluas kompetensi di bidang perbankan dan manajemen digital, peserta juga disarankan mengikuti pelatihan lain seperti:
Training Business Continuity Management System (Persiapan ISO 22301)
Training Digitalisasi BUMD/Perumda untuk Meningkatkan Sumber PAD
Pelatihan-pelatihan tersebut akan memperkaya pemahaman tentang manajemen risiko, keamanan operasional, serta transformasi digital lintas sektor.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa tujuan utama Training Strategi dan Manajemen Produk Digital Perbankan 2025?
Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan SDM perbankan dalam merancang, mengelola, dan mengembangkan produk digital yang inovatif serta sesuai dengan regulasi nasional.
2. Apakah pelatihan ini membahas regulasi terbaru dari OJK dan BI?
Ya, pelatihan ini mencakup pembaruan kebijakan dan regulasi terbaru terkait digital banking di Indonesia.
3. Siapa yang sebaiknya mengikuti pelatihan ini?
Pegawai bank, manajer strategi, tim IT, serta profesional yang terlibat dalam pengembangan layanan digital perbankan.
4. Apakah pelatihan ini bersifat teori saja atau ada studi kasus?
Terdapat kombinasi antara teori, studi kasus, dan simulasi strategi produk digital agar peserta memahami implementasi di dunia nyata.
Penutup
Transformasi digital di sektor perbankan bukan sekadar tren, melainkan arah masa depan industri keuangan global. Melalui Training Strategi dan Manajemen Produk Digital Perbankan 2025, peserta akan memperoleh wawasan strategis, kemampuan teknis, dan keahlian praktis untuk menghadirkan solusi keuangan digital yang inovatif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Tingkatkan daya saing Anda dalam dunia perbankan digital — jadilah bagian dari profesional perbankan masa depan yang siap beradaptasi dan berinovasi di tengah perubahan global yang cepat.

