- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training Sampling untuk Audit Internal Laboratorium Tahun 2025

Audit internal laboratorium merupakan elemen penting dalam menjamin mutu, konsistensi prosedur, serta kepatuhan terhadap standar seperti ISO/IEC 17025:2017. Salah satu aspek paling krusial dalam audit internal adalah sampling, yaitu proses pengambilan sampel yang benar, representatif, dan sesuai metode. Kesalahan dalam sampling dapat menghasilkan data yang bias, mengacaukan hasil analisis, bahkan menggagalkan keseluruhan pengujian.
Oleh karena itu, Training Sampling untuk Audit Internal Laboratorium Tahun 2025 dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai metode sampling, teknik pengendalian risiko, dokumentasi, serta standar kompetensi auditor internal. Pelatihan ini sangat relevan bagi laboratorium uji kimia, mikrobiologi, lingkungan, pangan, kesehatan, hingga laboratorium industri manufaktur.
Artikel ini membahas secara mendalam ruang lingkup sampling dalam audit internal, teknik yang digunakan, standar mutu, hingga strategi efektif untuk memastikan bahwa sampel yang diambil benar-benar mewakili kondisi sebenarnya. Selain itu, artikel juga menyisipkan tabel, daftar poin, tautan eksternal resmi pemerintah, serta tautan internal ke konten pilar melalui anchor relevan seperti Bimtek Strategi Penataan dan Penertiban Data Kependudukan Ganda sebagai referensi manajemen data yang tepat.
Mengapa Training Sampling dalam Audit Internal Sangat Penting?
Dalam operasional laboratorium modern, kualitas sampel menentukan kualitas hasil analisis. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa lebih dari 60% kesalahan analisis laboratorium berasal dari tahap pra-analitik, terutama pada proses sampling.
Berikut alasan utama mengapa pelatihan ini sangat penting:
Menjamin reliabilitas hasil pengujian melalui pengambilan sampel yang benar.
Mengurangi variabilitas data akibat kesalahan representasi sampel.
Memenuhi persyaratan ISO/IEC 17025 yang mewajibkan laboratorium menerapkan sistem pengendalian mutu sampling.
Menyiapkan auditor internal agar dapat mengevaluasi seluruh prosedur sampling secara objektif.
Meningkatkan kemampuan dokumentasi sampel sehingga dapat diaudit secara sistematis.
Mendukung integritas data sebagaimana pentingnya tata kelola data dalam proses audit, yang sejalan dengan konsep pada artikel pilar Bimtek Strategi Penataan dan Penertiban Data Kependudukan Ganda.
Untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar nasional, pelatihan juga mengacu pada pedoman pemerintah seperti standar mutu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui laman resmi Standar Mutu Lingkungan KLHK
Ruang Lingkup Training Sampling untuk Audit Internal Laboratorium
Pelatihan tahun 2025 mencakup materi yang luas dan komprehensif, diantaranya:
1. Dasar-Dasar Sampling
Peserta diperkenalkan dengan konsep fundamental sampling, seperti:
Definisi dan prinsip umum sampling
Perbedaan antara sample, sub-sample, dan replicate
Variasi dan ketidakseragaman sampel
Peran sampling sebagai bagian dari siklus analisis
2. Metode dan Teknik Sampling
Berbagai metode sampling dibahas, meliputi:
Random Sampling
Systematic Sampling
Composite Sampling
Judgmental Sampling
Stratified Sampling
Metode dipilih berdasarkan tujuan pengujian, kondisi objek, dan parameter yang diuji.
3. Sampling untuk Berbagai Jenis Laboratorium
| Jenis Laboratorium | Contoh Parameter | Teknik Sampling | Tantangan |
|---|---|---|---|
| Kimia | Logam berat, anion, senyawa organik | Grab sampling, composite | Kontaminasi silang |
| Mikrobiologi | Bakteri, jamur | Steril sampling, swab sampling | Hidupnya mikroorganisme |
| Lingkungan | Air, udara, tanah | Autosampler, in-situ sampling | Variasi lokasi |
| Pangan | Minuman, bahan mentah | Stratified sampling | Ketidakseragaman komposisi |
| Kesehatan | Sampel klinis | Chain-of-custody | Stabilitas sampel |
Standar dan Regulasi yang Relevan dalam Audit Internal Laboratorium
Pelatihan ini juga menguraikan berbagai standar penting yang wajib dipahami auditor internal:
ISO/IEC 17025:2017
Good Laboratory Practice (GLP)
Standar Nasional Indonesia (SNI)
Peraturan KLHK untuk sampel lingkungan
Peraturan BPOM untuk sampel pangan
(melalui laman resmi BPOM – Pengawasan Mutu Pangan)
Pemahaman standar ini menjadi fondasi dalam proses audit internal, terutama saat mengevaluasi kesesuaian SOP sampling.
Tahapan Sampling dalam Audit Internal Laboratorium
1. Perencanaan Sampling
Tahap awal audit dimulai dengan merencanakan:
Tujuan sampling
Parameter yang diuji
Lokasi sampling
Frekuensi dan waktu pengambilan
Metode dan alat sampling
2. Pelaksanaan Sampling
Tahapan ini mencakup:
Persiapan alat dan bahan
Pemeriksaan kondisi lingkungan
Teknik pengambilan sampel
Pencatatan data lapangan
3. Pengendalian Kontaminasi
Pencegahan kontaminasi dilakukan melalui:
Penggunaan alat steril
Wadah sampel yang sesuai
Perlindungan dari sinar matahari
Penggunaan sarung tangan dan APD
4. Pengangkutan dan Penyimpanan Sampel
Sampel harus diperlakukan sesuai standar:
Cold chain untuk sampel biologis
Penggunaan bahan pengawet
Label kode sampel yang jelas
5. Dokumentasi dan Chain-of-Custody
Dokumen ini memastikan integritas sampel mulai dari pengambilan hingga pengujian.
Contoh chain-of-custody mencakup:
Identitas sampel
Waktu dan lokasi pengambilan
Nama petugas sampling
Kondisi penyimpanan
Tanda tangan pengambil dan penerima sampel
Kompetensi yang Harus Dimiliki Auditor Internal Laboratorium
Beberapa kompetensi yang ditekankan dalam training meliputi:
Kemampuan mengevaluasi SOP sampling
Pemahaman variasi sampel dan ketidakpastian
Analisis risiko dalam proses sampling
Menilai kelayakan alat sampling
Meninjau dokumen chain-of-custody
Identifikasi ketidaksesuaian (NCR)
Penyusunan laporan audit profesional
Contoh Analisis Risiko pada Proses Sampling
| Risiko | Dampak | Penyebab | Mitigasi |
|---|---|---|---|
| Kontaminasi silang | Data tidak valid | Alat tidak steril | Sterilisasi sebelum sampling |
| Sampel tidak representatif | Bias analisis | Teknik sampling salah | Pelatihan sampling yang tepat |
| Kerusakan sampel | Tidak dapat diuji | Suhu penyimpanan salah | Gunakan cold box |
| Label hilang | Data tidak bisa dilacak | Dokumentasi buruk | Gunakan label tahan air |
Studi Kasus: Temuan Audit Internal pada Proses Sampling
Beberapa temuan umum dalam audit internal:
Tidak ada bukti sterilisasi alat sampling.
Format chain-of-custody tidak lengkap.
Teknik sampling tidak sesuai SOP.
Sampel pangan tidak disimpan pada suhu yang benar.
Petugas sampling tidak terlatih.
Melalui pelatihan ini, peserta akan dibekali keterampilan untuk mencegah terjadinya temuan tersebut.
Checklist Sampling untuk Audit Internal Laboratorium
Berikut contoh checklist yang digunakan auditor:
SOP sampling tersedia dan terkini
Petugas sampling memiliki kompetensi
Alat sampling bersih/steril
Wadah sampel sesuai standar
Label sampel lengkap
Rantai dingin terjaga
Dokumentasi lengkap
Chain-of-custody ditandatangani
Tidak ada potensi kontaminasi silang
Lokasi sampling sesuai rencana
Checklist ini menjadi alat bantu utama auditor internal dalam menilai kepatuhan laboratorium.
Integrasi Sampling dengan Sistem Mutu Laboratorium
Proses sampling harus terintegrasi dengan:
Manajemen risiko laboratorium
Prosedur mutu
Validasi metode
Pengendalian lingkungan laboratorium
Sistem dokumentasi
Keterkaitan yang baik antara sampling dan sistem mutu akan mendukung konsistensi hasil pengujian.
Hubungan Sampling dengan Kalibrasi dan Validasi
Beberapa poin yang dijelaskan dalam pelatihan:
Kalibrasi alat sampling seperti pipette, autosampler, dan pengukur suhu.
Validasi metode sampling untuk memastikan konsistensi.
Pengendalian mutu internal (internal QC) pada proses sampling.
Siapa yang Perlu Mengikuti Training Ini?
Pelatihan ini direkomendasikan untuk:
Auditor internal laboratorium
Petugas sampling
Quality control & quality assurance
Manajer teknis laboratorium
Analis kimia & mikrobiologi
Pengelola laboratorium pemerintah
Konsultan sistem manajemen mutu
FAQ
1. Apakah pelatihan ini mencakup praktik lapangan?
Ya, sebagian modul memuat simulasi sampling agar peserta dapat memahami teknik secara langsung.
2. Apakah pelatihan sesuai standar ISO/IEC 17025?
Materi sepenuhnya disesuaikan dengan persyaratan ISO/IEC 17025:2017 dan pedoman audit.
3. Apakah peserta mendapat sertifikat kompetensi?
Ya, seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat resmi setelah menyelesaikan pelatihan.
4. Apakah training ini cocok untuk pemula?
Sangat cocok, karena materi dimulai dari dasar hingga tingkat lanjutan.
Daftarkan diri Anda sekarang untuk meningkatkan kompetensi sampling dan audit laboratorium.

