- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training Pengukuran Dampak Program CSR Menggunakan SROI

Corporate Social Responsibility (CSR) bukan lagi sekadar kegiatan tambahan bagi perusahaan. Di era keberlanjutan, CSR merupakan bagian strategis dari manajemen bisnis yang mempengaruhi reputasi, kepercayaan stakeholder, hingga keberlangsungan usaha.
Namun, banyak perusahaan masih kesulitan membuktikan efektivitas program CSR yang dijalankan. Apakah benar program CSR memberikan manfaat yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan? Bagaimana cara mengukur nilai sosial yang dihasilkan?
Di sinilah Social Return on Investment (SROI) hadir sebagai pendekatan sistematis yang membantu perusahaan menilai dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari investasi CSR.
Apa itu SROI?
SROI (Social Return on Investment) adalah metode pengukuran dampak yang menghitung nilai sosial dari sebuah program dibandingkan dengan investasi yang dikeluarkan.
Secara sederhana, SROI menjawab pertanyaan:
“Berapa rupiah manfaat sosial yang dihasilkan dari setiap rupiah yang diinvestasikan perusahaan melalui program CSR?”
Contoh: Jika sebuah program CSR memiliki rasio SROI 1:3, artinya setiap Rp1 yang dikeluarkan perusahaan menghasilkan Rp3 nilai sosial bagi masyarakat.
Mengapa Perusahaan Perlu Menggunakan SROI?
Beberapa alasan penting mengapa perusahaan perlu memahami dan menggunakan SROI dalam mengukur CSR:
Transparansi dan akuntabilitas → meningkatkan kepercayaan publik dan regulator.
Efisiensi alokasi anggaran CSR → perusahaan dapat memprioritaskan program dengan dampak terbesar.
Peningkatan reputasi perusahaan → brand yang peduli dampak sosial akan lebih dihargai.
Mendukung laporan keberlanjutan (sustainability report) → sesuai standar global GRI (Global Reporting Initiative).
Memenuhi regulasi pemerintah → sesuai dengan ketentuan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Sumber regulasi terkait dapat dilihat di Kementerian Hukum dan HAM RI.
Tujuan Training Pengukuran CSR dengan SROI
Pelatihan ini bertujuan agar peserta:
Memahami konsep dasar CSR berbasis keberlanjutan.
Menguasai teknik pengukuran dampak menggunakan metode SROI.
Mampu melakukan analisis manfaat sosial dan ekonomi program CSR.
Menyusun laporan evaluasi CSR berbasis data kuantitatif dan kualitatif.
Meningkatkan efektivitas program CSR di masa mendatang.
Materi Utama Training
Beberapa modul yang umumnya dipelajari dalam training pengukuran dampak CSR menggunakan SROI:
Pengenalan konsep CSR modern dan kaitannya dengan keberlanjutan.
Dasar-dasar metode SROI: input, output, outcome, dan impact.
Teknik mengidentifikasi stakeholder dan keterlibatannya.
Metode valuasi dampak sosial (moneterisasi manfaat non-finansial).
Studi kasus penerapan SROI pada program CSR di sektor pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Praktik penyusunan laporan SROI sesuai standar global.
Tahapan Pengukuran SROI
Proses pengukuran SROI biasanya dilakukan dalam 6 tahap utama:
Menetapkan lingkup dan mengidentifikasi stakeholder.
Memetakan hasil (outcomes mapping).
Mengumpulkan bukti hasil dan menetapkan nilai.
Menilai dampak dan menghindari double counting.
Menghitung rasio SROI.
Menyusun laporan dan melakukan verifikasi.
Tabel ringkas tahapan SROI:
| Tahap | Deskripsi | Output |
|---|---|---|
| Lingkup & Stakeholder | Menentukan batas analisis dan pihak yang terlibat | Daftar stakeholder utama |
| Pemetaan Hasil | Menyusun teori perubahan (theory of change) | Diagram input-output-outcome |
| Bukti & Nilai | Mengumpulkan data kuantitatif & kualitatif | Data valid & terukur |
| Analisis Dampak | Mengurangi faktor atribusi & deadweight | Nilai dampak bersih |
| Hitung Rasio | Membagi total manfaat dengan total investasi | Rasio SROI |
| Laporan & Verifikasi | Penyusunan dokumen resmi | Laporan SROI terverifikasi |
Contoh Kasus Penerapan SROI
Sebuah perusahaan energi menjalankan program CSR berupa pemberdayaan UMKM lokal melalui pelatihan digital marketing.
Investasi perusahaan: Rp1 miliar.
Hasil terukur:
200 UMKM meningkat omzet rata-rata Rp50 juta/tahun.
Terjadi penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 300 orang.
Setelah dilakukan valuasi dampak sosial-ekonomi, diperoleh manfaat setara Rp4 miliar.
Rasio SROI: Rp4 miliar / Rp1 miliar = 1:4
Artinya, setiap Rp1 yang dikeluarkan perusahaan menghasilkan Rp4 nilai sosial-ekonomi.
Manfaat Training bagi Perusahaan dan Peserta
Bagi Perusahaan:
Program CSR lebih terukur dan berdampak nyata.
Memperkuat laporan keberlanjutan (sustainability report).
Memenuhi ekspektasi stakeholder dan regulator.
Bagi Peserta:
Menguasai metode pengukuran dampak berbasis data.
Memiliki kompetensi tambahan di bidang CSR dan keberlanjutan.
Meningkatkan kredibilitas profesional dalam laporan CSR.
Peran Pemerintah dalam Mendorong CSR
Pemerintah Indonesia melalui berbagai kebijakan mendorong perusahaan melaksanakan CSR secara berkelanjutan. Regulasi terkait CSR tercantum dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 dan berbagai aturan turunannya.
Informasi lebih lanjut bisa dilihat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Hubungan dengan Laporan Keberlanjutan
SROI menjadi instrumen penting dalam penyusunan sustainability report yang kini semakin diwajibkan bagi perusahaan besar. Dengan adanya pengukuran berbasis SROI, laporan menjadi lebih kredibel dan bernilai bagi investor maupun masyarakat.
FAQ
1. Apakah semua program CSR bisa diukur dengan SROI?
Ya, hampir semua program CSR bisa diukur, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun lingkungan, selama ada data yang valid.
2. Apakah SROI hanya menilai aspek finansial?
Tidak. SROI juga mengukur manfaat non-finansial seperti peningkatan kualitas hidup, lingkungan, dan kepercayaan masyarakat.
3. Berapa lama proses pengukuran SROI biasanya dilakukan?
Tergantung skala program. Rata-rata 2–3 bulan mulai dari pengumpulan data hingga laporan selesai.
4. Apakah perusahaan kecil juga perlu menggunakan SROI?
Sangat disarankan, karena metode ini membantu UKM atau perusahaan kecil lebih fokus pada efektivitas program sosial mereka.
Kesimpulan
Training pengukuran dampak program CSR menggunakan SROI memberikan pemahaman komprehensif tentang cara menilai efektivitas investasi sosial. Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya melaksanakan CSR sebagai kewajiban, tetapi juga memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang nyata.
Di era transparansi dan keberlanjutan, kemampuan mengukur dampak CSR adalah keunggulan kompetitif yang harus dimiliki setiap perusahaan.
Segera ikuti training pengukuran dampak program CSR menggunakan SROI, pastikan program sosial perusahaan Anda memberikan manfaat nyata, terukur, dan berkelanjutan.

