Training Lainnya

Training Pengukuran Dampak Program CSR Menggunakan SROI

Corporate Social Responsibility (CSR) bukan lagi sekadar kegiatan tambahan bagi perusahaan. Di era keberlanjutan, CSR merupakan bagian strategis dari manajemen bisnis yang mempengaruhi reputasi, kepercayaan stakeholder, hingga keberlangsungan usaha.

Namun, banyak perusahaan masih kesulitan membuktikan efektivitas program CSR yang dijalankan. Apakah benar program CSR memberikan manfaat yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan? Bagaimana cara mengukur nilai sosial yang dihasilkan?

Di sinilah Social Return on Investment (SROI) hadir sebagai pendekatan sistematis yang membantu perusahaan menilai dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari investasi CSR.


Apa itu SROI?

SROI (Social Return on Investment) adalah metode pengukuran dampak yang menghitung nilai sosial dari sebuah program dibandingkan dengan investasi yang dikeluarkan.

Secara sederhana, SROI menjawab pertanyaan:
“Berapa rupiah manfaat sosial yang dihasilkan dari setiap rupiah yang diinvestasikan perusahaan melalui program CSR?”

Contoh: Jika sebuah program CSR memiliki rasio SROI 1:3, artinya setiap Rp1 yang dikeluarkan perusahaan menghasilkan Rp3 nilai sosial bagi masyarakat.


Mengapa Perusahaan Perlu Menggunakan SROI?

Beberapa alasan penting mengapa perusahaan perlu memahami dan menggunakan SROI dalam mengukur CSR:

  • Transparansi dan akuntabilitas → meningkatkan kepercayaan publik dan regulator.

  • Efisiensi alokasi anggaran CSR → perusahaan dapat memprioritaskan program dengan dampak terbesar.

  • Peningkatan reputasi perusahaan → brand yang peduli dampak sosial akan lebih dihargai.

  • Mendukung laporan keberlanjutan (sustainability report) → sesuai standar global GRI (Global Reporting Initiative).

  • Memenuhi regulasi pemerintah → sesuai dengan ketentuan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Sumber regulasi terkait dapat dilihat di Kementerian Hukum dan HAM RI.


Tujuan Training Pengukuran CSR dengan SROI

Pelatihan ini bertujuan agar peserta:

  1. Memahami konsep dasar CSR berbasis keberlanjutan.

  2. Menguasai teknik pengukuran dampak menggunakan metode SROI.

  3. Mampu melakukan analisis manfaat sosial dan ekonomi program CSR.

  4. Menyusun laporan evaluasi CSR berbasis data kuantitatif dan kualitatif.

  5. Meningkatkan efektivitas program CSR di masa mendatang.

Bimtek Lainnya :  Pelatihan Kajian Teknik PKKPR: Tahapan, Regulasi & Implementasi Pemanfaatan Ruang

Materi Utama Training

Beberapa modul yang umumnya dipelajari dalam training pengukuran dampak CSR menggunakan SROI:

  • Pengenalan konsep CSR modern dan kaitannya dengan keberlanjutan.

  • Dasar-dasar metode SROI: input, output, outcome, dan impact.

  • Teknik mengidentifikasi stakeholder dan keterlibatannya.

  • Metode valuasi dampak sosial (moneterisasi manfaat non-finansial).

  • Studi kasus penerapan SROI pada program CSR di sektor pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

  • Praktik penyusunan laporan SROI sesuai standar global.


Tahapan Pengukuran SROI

Proses pengukuran SROI biasanya dilakukan dalam 6 tahap utama:

  1. Menetapkan lingkup dan mengidentifikasi stakeholder.

  2. Memetakan hasil (outcomes mapping).

  3. Mengumpulkan bukti hasil dan menetapkan nilai.

  4. Menilai dampak dan menghindari double counting.

  5. Menghitung rasio SROI.

  6. Menyusun laporan dan melakukan verifikasi.

Tabel ringkas tahapan SROI:

TahapDeskripsiOutput
Lingkup & StakeholderMenentukan batas analisis dan pihak yang terlibatDaftar stakeholder utama
Pemetaan HasilMenyusun teori perubahan (theory of change)Diagram input-output-outcome
Bukti & NilaiMengumpulkan data kuantitatif & kualitatifData valid & terukur
Analisis DampakMengurangi faktor atribusi & deadweightNilai dampak bersih
Hitung RasioMembagi total manfaat dengan total investasiRasio SROI
Laporan & VerifikasiPenyusunan dokumen resmiLaporan SROI terverifikasi

Contoh Kasus Penerapan SROI

Sebuah perusahaan energi menjalankan program CSR berupa pemberdayaan UMKM lokal melalui pelatihan digital marketing.

  • Investasi perusahaan: Rp1 miliar.

  • Hasil terukur:

    • 200 UMKM meningkat omzet rata-rata Rp50 juta/tahun.

    • Terjadi penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 300 orang.

Setelah dilakukan valuasi dampak sosial-ekonomi, diperoleh manfaat setara Rp4 miliar.

Rasio SROI: Rp4 miliar / Rp1 miliar = 1:4

Artinya, setiap Rp1 yang dikeluarkan perusahaan menghasilkan Rp4 nilai sosial-ekonomi.


Manfaat Training bagi Perusahaan dan Peserta

  • Bagi Perusahaan:

    • Program CSR lebih terukur dan berdampak nyata.

    • Memperkuat laporan keberlanjutan (sustainability report).

    • Memenuhi ekspektasi stakeholder dan regulator.

  • Bagi Peserta:

    • Menguasai metode pengukuran dampak berbasis data.

    • Memiliki kompetensi tambahan di bidang CSR dan keberlanjutan.

    • Meningkatkan kredibilitas profesional dalam laporan CSR.

Bimtek Lainnya :  Pelatihan Critical and Analytical Thinking: Mengembangkan Pola Pikir Kritis dan Analitis dalam Pemecahan Masalah Organisasi

Peran Pemerintah dalam Mendorong CSR

Pemerintah Indonesia melalui berbagai kebijakan mendorong perusahaan melaksanakan CSR secara berkelanjutan. Regulasi terkait CSR tercantum dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 dan berbagai aturan turunannya.

Informasi lebih lanjut bisa dilihat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.


Hubungan dengan Laporan Keberlanjutan

SROI menjadi instrumen penting dalam penyusunan sustainability report yang kini semakin diwajibkan bagi perusahaan besar. Dengan adanya pengukuran berbasis SROI, laporan menjadi lebih kredibel dan bernilai bagi investor maupun masyarakat.


FAQ

1. Apakah semua program CSR bisa diukur dengan SROI?
Ya, hampir semua program CSR bisa diukur, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun lingkungan, selama ada data yang valid.

2. Apakah SROI hanya menilai aspek finansial?
Tidak. SROI juga mengukur manfaat non-finansial seperti peningkatan kualitas hidup, lingkungan, dan kepercayaan masyarakat.

3. Berapa lama proses pengukuran SROI biasanya dilakukan?
Tergantung skala program. Rata-rata 2–3 bulan mulai dari pengumpulan data hingga laporan selesai.

4. Apakah perusahaan kecil juga perlu menggunakan SROI?
Sangat disarankan, karena metode ini membantu UKM atau perusahaan kecil lebih fokus pada efektivitas program sosial mereka.


Kesimpulan

Training pengukuran dampak program CSR menggunakan SROI memberikan pemahaman komprehensif tentang cara menilai efektivitas investasi sosial. Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya melaksanakan CSR sebagai kewajiban, tetapi juga memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang nyata.

Di era transparansi dan keberlanjutan, kemampuan mengukur dampak CSR adalah keunggulan kompetitif yang harus dimiliki setiap perusahaan.


Segera ikuti training pengukuran dampak program CSR menggunakan SROI, pastikan program sosial perusahaan Anda memberikan manfaat nyata, terukur, dan berkelanjutan.

author-avatar

Tentang EDUKASINDO

SENTRA MEDIA EDUKASINDO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendampingan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan kemajuan di bidang pendidikan dan telekomunikasi. Kami melayani individu yang menjadi bagian dari suatu organisasi, baik sebagai karyawan maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan SDM di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *