Human Resources Development Training Series

Training Manajemen Berbasis SKKNI dan LSP Tahun 2025–2026

Era transformasi digital dan globalisasi menuntut tenaga kerja Indonesia untuk memiliki kompetensi yang diakui secara nasional dan internasional. Oleh karena itu, penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di berbagai sektor.

Sebagai bagian dari agenda Human Resources Development Training, program Training Manajemen Berbasis SKKNI dan LSP Tahun 2025–2026 dirancang untuk membantu organisasi, instansi, dan lembaga pelatihan memahami serta mengimplementasikan sistem manajemen berbasis kompetensi secara efektif.

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung dalam penyusunan, penerapan, hingga asesmen kompetensi berdasarkan SKKNI dan mekanisme sertifikasi oleh LSP.


Mengapa SKKNI dan LSP Penting bagi Pengembangan SDM

Apa itu SKKNI?

SKKNI adalah standar kompetensi yang disusun dan ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) berdasarkan kebutuhan dunia kerja nasional. SKKNI berfungsi sebagai acuan bagi lembaga pelatihan, dunia industri, dan lembaga sertifikasi dalam mengukur kemampuan tenaga kerja sesuai bidangnya.

Apa itu LSP?

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) adalah lembaga yang berwenang melaksanakan uji kompetensi dan menerbitkan sertifikat kompetensi kepada individu yang telah memenuhi standar SKKNI. LSP berlisensi resmi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Keterkaitan SKKNI dan LSP dalam Peningkatan SDM

Hubungan antara SKKNI dan LSP sangat erat — SKKNI berfungsi sebagai standard of competence, sedangkan LSP sebagai certification body. Keduanya berperan dalam menciptakan sistem pengembangan SDM berbasis kompetensi terukur dan terstandar.


Tujuan Training Manajemen Berbasis SKKNI dan LSP

Program pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang penerapan sistem manajemen kompetensi yang mengacu pada SKKNI dan mekanisme sertifikasi LSP.

Tujuan Utama:

  • Meningkatkan pemahaman peserta tentang prinsip dan konsep SKKNI dan LSP.

  • Membekali peserta dengan kemampuan mengelola pelatihan berbasis kompetensi.

  • Mengembangkan kemampuan dalam menyusun standar kerja dan asesmen berbasis SKKNI.

  • Mendorong organisasi untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten dan tersertifikasi.

Bimtek Lainnya :  Training Psikologi Motivasi dan Peningkatan Produktivitas Karyawan Tahun 2026

Manfaat Bagi Peserta dan Organisasi:

  1. Memastikan setiap pegawai memiliki kompetensi sesuai kebutuhan jabatan.

  2. Meningkatkan daya saing SDM nasional di tingkat regional dan global.

  3. Menjadi dasar dalam penyusunan sistem karier dan pengembangan kinerja.

  4. Mendorong lembaga atau perusahaan memperoleh pengakuan profesional dari BNSP.


Struktur Materi Training SKKNI dan LSP 2025–2026

Materi PelatihanDeskripsi Singkat
Pengenalan SKKNI dan LSPMemahami konsep dasar, regulasi, dan peran kedua sistem dalam manajemen SDM.
Analisis Kebutuhan Kompetensi (AKK)Teknik identifikasi kebutuhan kompetensi dalam organisasi berdasarkan jabatan.
Penyusunan Unit KompetensiCara menyusun elemen kompetensi sesuai SKKNI dan kebutuhan kerja.
Desain Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)Panduan merancang kurikulum pelatihan berbasis standar SKKNI.
Manajemen Sertifikasi KompetensiTata cara pelaksanaan uji kompetensi dan sertifikasi melalui LSP.
Asesmen dan Evaluasi KompetensiTeknik melakukan asesmen terhadap tenaga kerja berdasarkan standar SKKNI.
Penerapan SKKNI di Dunia KerjaStudi kasus penerapan sistem SKKNI dalam berbagai sektor industri dan pemerintahan.

Peran SKKNI dan LSP dalam Pembangunan Nasional

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mendorong semua sektor untuk menerapkan sistem sertifikasi berbasis SKKNI.

Langkah ini bertujuan untuk:

  • Menyediakan tenaga kerja kompeten, profesional, dan siap kerja.

  • Menjamin mutu tenaga kerja nasional di pasar global.

  • Mendukung program link and match antara dunia pendidikan, pelatihan, dan industri.

Bagi organisasi atau instansi, penerapan SKKNI dan sertifikasi LSP bukan hanya kewajiban administratif, melainkan strategi dalam membangun budaya kerja kompetitif dan produktif.


Metode Pelatihan dan Pendekatan Pembelajaran

Agar hasil pelatihan maksimal, program ini disusun menggunakan pendekatan andragogis (pembelajaran orang dewasa) dan experiential learning.

Metode yang Digunakan:

  • Presentasi Interaktif dan Diskusi Kelompok
    Peserta aktif berdiskusi dalam memahami kasus nyata di dunia kerja.

  • Workshop Penyusunan SKKNI
    Peserta dilatih menyusun unit kompetensi yang relevan dengan jabatan masing-masing.

  • Simulasi Uji Kompetensi (Assessment Simulation)
    Latihan praktik asesmen berbasis LSP.

  • Studi Kasus Implementasi
    Mengkaji penerapan SKKNI di berbagai lembaga dan industri.

Bimtek Lainnya :  Bimtek Pengelolaan Tenaga Kerja Kontrak dan Outsourcing Tahun 2025-2026

Pendekatan ini memastikan setiap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung di lingkungan kerja.


Keterkaitan SKKNI dengan Sistem Manajemen SDM Modern

SKKNI berperan penting dalam setiap aspek manajemen SDM. Berikut hubungan SKKNI dengan beberapa fungsi utama HRD:

Fungsi HRDPeran SKKNI dan LSP
Rekrutmen dan SeleksiMenjadi dasar penentuan kompetensi minimal jabatan.
Pelatihan dan PengembanganDigunakan untuk menyusun kurikulum berbasis kompetensi.
Penilaian KinerjaMemastikan evaluasi kerja didasarkan pada standar kemampuan.
Perencanaan Karier dan PromosiSertifikat kompetensi menjadi acuan dalam pengembangan karier pegawai.
Kompensasi dan Reward SystemPegawai kompeten dapat memperoleh penghargaan sesuai capaian kompetensi.

Dengan demikian, SKKNI bukan hanya panduan teknis, tetapi juga kerangka strategis dalam membangun sistem manajemen SDM profesional.


Langkah-Langkah Implementasi SKKNI di Instansi dan Perusahaan

1. Analisis Jabatan (Job Analysis)

Menentukan deskripsi dan spesifikasi jabatan yang menjadi dasar penyusunan unit kompetensi.

2. Pemetaan Kompetensi (Competency Mapping)

Mengidentifikasi kesenjangan kompetensi antara kebutuhan jabatan dan kompetensi pegawai.

3. Penyusunan Kurikulum Pelatihan

Menggunakan SKKNI sebagai referensi dalam menyusun pelatihan berbasis kompetensi.

4. Pelaksanaan Pelatihan dan Uji Kompetensi

Kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan asesmen oleh LSP untuk memperoleh sertifikat kompetensi.

5. Pemantauan dan Evaluasi

Evaluasi dilakukan secara berkala untuk meninjau kesesuaian kompetensi dengan perubahan kebutuhan organisasi.


Kelebihan Mengikuti Training Ini

  1. Dibimbing oleh Trainer Bersertifikat LSP dan BNSP
    Peserta mendapatkan bimbingan langsung dari praktisi kompetensi nasional.

  2. Materi Disusun Sesuai Regulasi Terbaru
    Mengacu pada SKKNI yang berlaku di tahun 2025–2026.

  3. Praktik Langsung Penyusunan dan Uji Kompetensi
    Peserta belajar langsung membuat draft unit kompetensi dan asesmen.

  4. Sertifikat Pelatihan dan Rekomendasi Uji Kompetensi
    Peserta berhak mengikuti uji sertifikasi resmi dari LSP mitra.


Hubungan Pelatihan Ini dengan Program HRD Lainnya

Training ini akan semakin efektif jika diintegrasikan dengan pelatihan lain seperti:

Bimtek Lainnya :  Training Manajemen Pengembangan Kompetensi ASN/Non-ASN Tahun 2025–2026

Integrasi program tersebut akan memperkuat sistem HRD berbasis kompetensi, menjadikan organisasi lebih adaptif terhadap perubahan kebijakan dan kebutuhan tenaga kerja nasional.


Kebijakan Pemerintah Terkait Sertifikasi Kompetensi

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2018, setiap tenaga kerja di Indonesia diharapkan memiliki sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh LSP terlisensi BNSP.

Melalui kebijakan ini, pemerintah mendorong sinergi antara lembaga pelatihan, dunia industri, dan akademisi untuk memperkuat ekosistem kompetensi nasional. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).


FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa manfaat mengikuti pelatihan ini bagi lembaga atau perusahaan?
Pelatihan ini membantu organisasi membangun sistem pengelolaan SDM berbasis kompetensi yang diakui secara nasional, sekaligus menyiapkan pegawai untuk sertifikasi profesional oleh LSP.

2. Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?
Program ini terbuka bagi pejabat HRD, pengelola pelatihan, aparatur pemerintah, dan manajer SDM di sektor publik maupun swasta.

3. Apakah pelatihan ini termasuk uji sertifikasi?
Pelatihan ini memberikan pemahaman dan persiapan menuju uji kompetensi. Uji sertifikasi dapat dilakukan melalui LSP mitra yang terlisensi BNSP.

4. Apakah materi pelatihan disesuaikan dengan SKKNI terbaru?
Ya. Materi selalu diperbarui sesuai SKKNI dan regulasi resmi yang berlaku di tahun 2025–2026.


Penutup

Menghadapi era kompetisi global, penerapan Manajemen Berbasis SKKNI dan LSP menjadi langkah strategis dalam memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi, integritas, dan profesionalisme tinggi.

Melalui Training Manajemen Berbasis SKKNI dan LSP Tahun 2025–2026, organisasi dan individu akan memperoleh kemampuan praktis dalam membangun sistem pengembangan SDM yang terukur, terstandar, dan berdaya saing.

Segera daftarkan diri Anda dan wujudkan tenaga kerja unggul, tersertifikasi, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja modern.

author-avatar

Tentang EDUKASINDO

SENTRA MEDIA EDUKASINDO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendampingan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan kemajuan di bidang pendidikan dan telekomunikasi. Kami melayani individu yang menjadi bagian dari suatu organisasi, baik sebagai karyawan maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan SDM di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *