- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training Manajemen Aset dan Pemeliharaan Infrastruktur Publik

Training Manajemen Aset dan Pemeliharaan Infrastruktur Publik
Manajemen aset dan pemeliharaan infrastruktur publik merupakan salah satu fondasi penting dalam tata kelola pemerintahan yang efektif. Pemerintah daerah dituntut untuk mampu menjaga kualitas, keamanan, dan nilai ekonomis infrastruktur publik agar dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, program Training Manajemen Aset dan Pemeliharaan Infrastruktur Publik menjadi solusi yang relevan dan strategis.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan fisik aset, tetapi juga pada strategi jangka panjang, perencanaan pemeliharaan, penggunaan teknologi digital, hingga tata kelola berbasis risiko. Sebagai artikel pilar, materi ini juga terhubung langsung dengan topik seperti Training Perencanaan Bangunan dan Maintenance Gedung Terbaru yang dapat Anda pelajari.
Pentingnya Manajemen Aset dan Pemeliharaan Infrastruktur Publik
Aset milik pemerintah daerah meliputi berbagai jenis sarana dan prasarana pelayanan publik—gedung kantor, puskesmas, sekolah, jalan, jembatan, hingga fasilitas transportasi. Diameter fungsi aset tersebut sangat penting untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Sayangnya, masih banyak pemda yang mengalami tantangan seperti:
Tidak adanya basis data aset yang lengkap.
Pemeliharaan dilakukan setelah terjadi kerusakan berat (reaktif).
Pengeluaran biaya pemeliharaan tidak efisien karena tidak terencana.
Tidak ada strategi jangka panjang dalam pengelolaan aset.
Belum memanfaatkan teknologi informasi secara optimal.
Untuk itu, aparatur pemerintah daerah memerlukan pelatihan yang komprehensif agar manajemen aset dapat dilakukan secara profesional dan berbasis standar nasional maupun internasional.
Tujuan Utama Pelatihan Manajemen Aset
Pelatihan ini dirancang untuk menciptakan SDM pemerintah yang kompeten dalam:
Menyusun perencanaan aset daerah yang terstruktur.
Mengembangkan sistem kerja pemeliharaan aset yang efisien.
Mengimplementasikan teknologi informasi untuk inventarisasi dan monitoring aset.
Memahami regulasi pemerintah seperti Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.
Melaksanakan audit dan evaluasi kondisi aset secara berkala.
Mengoptimalkan nilai manfaat aset sepanjang siklus hidupnya (life cycle cost management).
Ruang Lingkup Materi Pelatihan
Materi pelatihan mencakup beberapa aspek utama berikut:
1. Konsep Dasar Manajemen Aset Publik
Peserta memahami definisi, prinsip, dan standar internasional dalam manajemen aset, termasuk kerangka ISO 55000.
2. Inventarisasi dan Penilaian Aset
Meliputi teknik pengumpulan data, klasifikasi aset, dan penilaian kondisi.
3. Penyusunan Rencana Pemeliharaan
Format penyusunan rencana kerja pemeliharaan dengan metode preventif, prediktif, dan korektif.
4. Analisis Risiko (Risk-Based Asset Management)
Menentukan prioritas pemeliharaan berdasarkan tingkat risiko kerusakan dan dampaknya.
5. Pengelolaan Data Aset Berbasis Teknologi
Penggunaan aplikasi SIMDA BMD atau Sistem Informasi Barang Milik Daerah.
6. Audit Teknis dan Monitoring
Teknik identifikasi kerusakan bangunan serta analisis kelaikan fungsi.
Contoh Kasus: Kegagalan Pemeliharaan Gedung Pelayanan Publik
Salah satu contoh nyata terjadi pada sebuah gedung pelayanan terpadu di tingkat kabupaten. Gedung tersebut dibangun pada tahun 2016 dan berfungsi melayani administrasi masyarakat. Namun, pada tahun ke-5, beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan serius seperti:
Retakan pada balok dan dinding.
Kebocoran atap.
Kerusakan instalasi listrik dan AC.
Lantai ambles di area pelayanan.
Setelah dilakukan audit, ditemukan bahwa:
Tidak ada jadwal pemeliharaan rutin sejak gedung mulai digunakan.
Anggaran pemeliharaan tidak dialokasikan secara cukup.
Pengecekan teknis hanya dilakukan ketika kerusakan sudah parah.
Akibatnya, pemerintah daerah harus mengeluarkan biaya renovasi besar yang nilainya jauh lebih tinggi dibanding biaya pemeliharaan rutin.
Dengan mengikuti pelatihan ini, pemerintah daerah dapat mencegah situasi serupa melalui penerapan sistem pemeliharaan preventif yang terstruktur.
Tabel: Perbandingan Metode Pemeliharaan Infrastruktur Publik
| Jenis Pemeliharaan | Karakteristik | Biaya | Efektivitas |
|---|---|---|---|
| Preventif | Dilakukan secara berkala sebelum kerusakan terjadi | Rendah – Menengah | Sangat Efektif |
| Prediktif | Berdasarkan hasil monitoring dan data teknis | Menengah | Sangat Efektif |
| Korektif | Dilakukan setelah aset rusak | Tinggi | Kurang Efektif |
| Emergency Repair | Penanganan darurat akibat kerusakan tiba-tiba | Sangat Tinggi | Tidak Efektif |
Hubungan Manajemen Aset dengan Perencanaan Bangunan Pemerintah
Pelatihan manajemen aset sangat berkaitan dengan Training Perencanaan Bangunan dan Maintenance Gedung Terbaru. Keduanya saling melengkapi karena pengelolaan infrastruktur tidak hanya dimulai setelah bangunan selesai digunakan, tetapi sejak tahap perencanaan pembangunan.
Dengan mengintegrasikan kedua pelatihan tersebut, pemerintah daerah dapat:
Merencanakan bangunan lebih efisien.
Memastikan aset siap dipelihara sepanjang umur bangunan.
Menghindari over budget perawatan jangka panjang.
Memaksimalkan kualitas layanan publik.
Landasan Regulasi dan Referensi Pemerintah
Pelatihan ini mendasarkan materi pada regulasi resmi pemerintah, salah satunya adalah Permendagri 19/2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Anda dapat membaca aturan tersebut secara resmi melalui situs pemerintah:
Permendagri 19/2016 – Pengelolaan BMD.
Regulasi ini memberikan arahan penting meliputi:
Inventarisasi aset
Pemeliharaan
Pengamanan aset
Penilaian
Penghapusan
Audit aset
Dengan memahami regulasi tersebut, peserta pelatihan dapat menjalankan tugas sesuai standar legal dan akuntabel.
Manfaat Mengikuti Pelatihan Manajemen Aset untuk Pemerintah Daerah
Meningkatkan kemampuan analisis kondisi infrastruktur.
Membantu pemda menyusun rencana strategis pemeliharaan jangka panjang.
Mengurangi biaya perbaikan besar akibat kerusakan mendadak.
Mendukung tata kelola pemerintahan yang efisien dan transparan.
Memperpanjang masa pakai aset publik.
Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Metode Pelatihan yang Digunakan
Pelatihan ini menggunakan metode pembelajaran profesional, di antaranya:
Studi kasus nyata
Diskusi dan group problem solving
Simulasi penilaian aset
Pemaparan regulasi dan standar teknis
Praktek audit sederhana di lapangan
Evaluasi pemahaman dan penyelesaian tugas
Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Ini?
Pelatihan ini relevan bagi berbagai aparatur dan pihak terkait, seperti:
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Bappeda
BPKAD
Dinas Perhubungan
Dinas Pendidikan
Dinas Kesehatan
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
Unit Pengelola Barang Milik Daerah
Tim Pengelola Infrastruktur di tingkat kecamatan dan kelurahan
Dampak Strategis bagi Pemerintah Daerah
Implementasi manajemen aset yang baik mampu memberikan dampak berikut:
Perencanaan anggaran lebih akurat.
Pengambilan keputusan menjadi lebih berbasis data.
Risiko kegagalan bangunan dapat diminimalkan.
Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pemerintah.
Memastikan infrastruktur publik memiliki umur layanan optimal.
FAQ — Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apakah pelatihan ini wajib bagi pengelola aset daerah?
Tidak wajib, tetapi sangat direkomendasikan agar pengelolaan aset sesuai regulasi dan lebih efisien.
2. Apakah materi pelatihan mencakup penggunaan aplikasi aset daerah?
Ya. Termasuk penggunaan SIMDA BMD, SIPD BMD, dan aplikasi aset lainnya.
3. Apakah pelatihan ini mencakup audit teknis bangunan?
Ya, peserta akan mempelajari konsep audit teknis dasar serta metode pemantauan kondisi bangunan.
4. Apakah peserta akan mendapat sertifikat?
Ya, peserta umumnya mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi pelatihan.
Hubungi Kami untuk Informasi Lebih Lanjut
Segera daftarkan instansi Anda dan tingkatkan profesionalisme dalam pengelolaan aset dan infrastruktur publik.
Daftar Sekarang untuk Mengikuti Pelatihan

