Business Training Series

Training Franchise Business Development Strategy Tahun 2025

Dalam ekosistem bisnis yang terus berubah cepat—termasuk regulasi, perilaku konsumen, dan teknologi—pengembangan waralaba atau franchise menjadi salah satu strategi pertumbuhan yang sangat menarik. Agar sukses di tahun 2025, sebuah program Training Franchise Business Development Strategy Tahun 2025 harus mengombinasikan elemen pemasaran (marketing) dan penjualan (sales) secara terpadu. Artikel ini akan membahas secara profesional, edukatif, dan mudah dipahami bagaimana strategi tersebut dapat dirancang dan dieksekusi.


Mengapa Fokus pada Franchise Business Development?

Pengembangan bisnis waralaba menawarkan keuntungan seperti:

  • Skalabilitas: model yang terbukti bisa direplikasi

  • Efisiensi: pemanfaatan brand, sistem operasi, dan dukungan pusat

  • Pertumbuhan jaringan: memperluas ke banyak lokasi dengan investasi relatif lebih kecil dibandingkan ekspansi organik sendiri

Namun di sisi lain, pengembangan franchise menuntut manajemen yang baik terhadap: sistem bisnis, pelatihan franchisee, pemasaran, penjualan, dan kepatuhan regulasi. Di Indonesia, misalnya, telah berlaku regulasi baru untuk waralaba melalui Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 mengenai waralaba.

Dengan demikian, sebuah training yang khusus untuk “Franchise Business Development Strategy” akan sangat relevan—terutama jika mengintegrasikan strategi marketing dan sales yang adaptif untuk 2025.


Ruang Lingkup Training

Training ini mencakup dua domain utama: Marketing dan Sales, dalam konteks waralaba. Sub-ruang lingkupnya meliputi:

  • Pemahaman situasi pasar waralaba tahun 2025

  • Strategi pemasaran (brand, digital, offline)

  • Strategi penjualan (franchisee recruitment, outlet sales)

  • Sistem bisnis dan operasional waralaba

  • Kepatuhan regulasi dan karakteristik waralaba modern

  • Evaluasi, monitoring dan pengembangan berkelanjutan


Situasi Pasar Waralaba di Indonesia Tahun 2025

Tren Umum

Beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Regulator menerapkan regulasi yang lebih ketat namun juga lebih jelas untuk waralaba.

  • Digitalisasi semakin dominan: pemasaran digital, e-commerce, omnichannel.

  • Konsumen makin selektif dan mencari nilai tambah (value) bukan hanya brand besar.

  • Persaingan antar waralaba semakin ketat, termasuk dari brand lokal.

  • Kemitraan dengan UKM atau penggunaan produk lokal menjadi penting (lihat persyaratan regulasi)

Tabel: Situasi dan Implikasi


Strategi Pemasaran (Marketing Strategy) untuk Waralaba Tahun 2025

1. Brand Positioning dan Value Proposition

Brand waralaba harus memiliki posisi yang jelas di pasar: apakah premium, mid-segment, atau value. Value proposition harus menjawab kebutuhan target market.

2. Strategi Digital Marketing

Digital marketing sangat krusial:

  • Website dan landing page untuk calon franchisee & konsumen

  • SEO dan content marketing untuk menarik traffic organik

  • Media sosial (Instagram, TikTok, LinkedIn jika B2B)

  • Paid advertising (Google Ads, Facebook/Meta Ads)

  • Influencer marketing atau kerjasama dengan micro‐influencer

3. Strategi Offline & Hybrid

Meski digital penting, offline tetap punya peran:

  • Roadshow & event waralaba

  • Promo outlet fisik

  • Kemitraan daerah

  • Program referral franchisee

4. Pemasaran untuk Rekrutmen Franchisee

Pemasaran tidak hanya ke konsumen tapi juga ke calon franchisee:

  • Buat materi penawaran franchise (prospektus) yang menarik

  • Webinar atau workshop pendaftaran franchisee

  • Testimoni franchisee existing

  • Analisis investasi & proyeksi keuntungan secara transparan

5. Data & Analitik

Gunakan data untuk mengukur performa pemasaran:

  • KPI: traffic website, leads franchisee, engagement media sosial, conversion rate

  • Dashboard monitoring

  • Segmentasi pasar berdasarkan wilayah, demografi, perilaku


Strategi Penjualan (Sales Strategy) untuk Waralaba Tahun 2025

1. Penjualan ke Konsumen (Outlet)

  • Proses onboarding outlet: pelatihan staff, standar layanan, sistem POS

  • Strategi upsell & cross-sell di outlet

  • Loyalitas pelanggan: program membership, promosi berulang

2. Penjualan ke Franchisee (Franchisee Recruitment)

  • Funnel recruitment: Lead → Presentasi → Negosiasi → Kontrak

  • Tim sales khusus untuk franchisee dengan prospek wilayah

  • Paket investasi yang fleksibel: biaya masuk, royalty, dukungan pusat

  • Studi kasus franchisee sukses sebagai alat closing

3. Pengelolaan Hubungan (Relationship Management)

  • CRM untuk franchisee: pelaporan outlet, support, komunikasi rutin

  • Program retensi franchisee agar tidak banyak attrition

  • Komunikasi dua arah: franchisee memberi masukan ke franchisor

Bimtek Lainnya :  Training Strategic Planning dan Business Development Terpadu Tahun 2026

4. Tabel: Strategi Sales vs Marketing

DomainFokus UtamaAlat/Metode
MarketingMenciptakan lead & awarenessWebsite, SEO, media sosial, event
SalesMengkonversi lead menjadi franchisee/outletPresentasi, negosiasi, closing deal
MarketingMempertahankan brand & konsumenProgram loyalitas, data analitik
SalesMempertahankan jaringan franchiseeCRM, support rutin, workshop

Mengintegrasikan Marketing & Sales dalam Pengembangan Waralaba

Agar strategi efektif, marketing dan sales harus bekerja secara sinergis. Berikut tahapan integrasi:

  1. Penetapan target: jumlah franchisee baru, jumlah outlet, angka penjualan konsumen

  2. Desain kampanye marketing untuk merekrut franchisee + konsumen

  3. Tim sales menindaklanjuti lead marketing, membawa ke closing

  4. Outlet yang sudah berjalan di­support marketing untuk konsumen lokal

  5. Evaluasi & optimasi: feedback dari sales dan marketing digunakan untuk perbaikan


Sistem Bisnis dan Operasional Waralaba

Sistem yang kuat adalah pondasi pengembangan waralaba. Unsur-unsurnya:

  • Standar operasi (SOP) untuk outlet

  • Manual pelatihan franchisee & staf

  • Sistem pemilihan lokasi & analisis pasar

  • Support marketing-penjualan

  • Sistem pengelolaan franchisee (royalty, evaluasi, laporan)

  • Kepatuhan regulasi: izin, IP, kontrak waralaba

Seperti diatur dalam regulasi baru, sistem bisnis waralaba harus terdokumentasi, mudah diajarkan dan diterapkan.


Kepatuhan Regulasi Waralaba Tahun 2025

Bagi pemain waralaba di Indonesia penting memahami regulasi berikut:

  • GR 35/2024 tentang Waralaba.

  • Persyaratan: sistem bisnis tertulis, bukti profitabilitas minimal 3 tahun, IP terdaftar.

  • Pendaftaran melalui sistem OSS (Online Single Submission) untuk surat tanda pendaftaran waralaba (STPW).

Dengan memahami regulasi, training harus mencakup sesi legal & compliance agar pengembangan waralaba tidak hanya agresif tapi juga aman.


Modul Training: Rencana Program

Berikut contoh rencana modul training yang dapat digunakan:

ModulMateri Utama
Modul 1 – Market Landscape Waralaba 2025Tren pasar, regulasi, peluang & tantangan
Modul 2 – Strategi Marketing WaralabaBrand positioning, digital marketing, offline campaign
Modul 3 – Strategi Penjualan WaralabaFunnel sales franchisee, pengelolaan outlet, CRM
Modul 4 – Sistem Bisnis & OperasionalSOP, manual pelatihan, manajemen franchisee
Modul 5 – Kepatuhan Regulasi & LegalGR 35/2024, pendaftaran waralaba, IP, kontrak
Modul 6 – Evaluasi, Monitoring & ScalingKPI, dashboard, optimasi, ekspansi regional
Bimtek Lainnya :  Training Supply Chain and Operations Management Tahun 2025

Dalam setiap modul, gunakan studi kasus, diskusi kelompok, role-play, dan simulasi untuk meningkatkan pemahaman peserta.


Tips Praktis untuk Penerapan Training

  • Gunakan contoh bisnis waralaba yang nyata (baik lokal maupun internasional)

  • Buat workbook dan checklist yang bisa digunakan peserta setelah training

  • Libatkan ahli dari pemasaran digital, sales waralaba, dan legal waralaba

  • Jadwalkan follow-up sesi mentoring atau coaching untuk memastikan implementasi

  • Sediakan template dokumen: rencana pemasaran, rencana penjualan, analisis lokasi, kontrak franchisee


Kesimpulan

Training “Franchise Business Development Strategy Tahun 2025” adalah investasi strategis untuk organisasi yang ingin memperkuat pertumbuhan melalui waralaba. Dengan mengintegrasikan strategi pemasaran dan penjualan, membangun sistem bisnis yang kuat, serta memahami regulasi yang berlaku (termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024), perusahaan waralaba dapat mencapai pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, efisien, dan kompetitif.


FAQ

Q1: Siapa yang sebaiknya mengikuti training ini?
A1: Training ini cocok bagi pemilik waralaba (franchisor), tim pengembangan bisnis, tim pemasaran dan penjualan waralaba, serta calon franchisee yang ingin memahami strategi pengembangan secara menyeluruh.

Q2: Berapa lama durasi ideal untuk training?
A2: Idealnya antara 1 hingga 3 hari (atau 2-3 sesi) dengan durasi masing-masing modul sekitar 2-4 jam. Apabila dilengkapi mentoring lanjutan, bisa berlangsung beberapa minggu.

Q3: Apakah regulasi waralaba akan berubah lagi setelah 2025?
A3: Kemungkinan selalu ada perubahan regulasi, karena bisnis waralaba dan teknologi terus berkembang. Oleh karena itu, peserta training disarankan untuk selalu update dengan regulasi terkini dan melakukan review sistem secara periodik.

Q4: Bagaimana cara mengukur keberhasilan setelah training?
A4: Beberapa indikator keberhasilan antara lain: peningkatan jumlah franchisee baru, peningkatan jumlah outlet, pertumbuhan penjualan outlet, peningkatan conversion rate leads franchisee, serta kepatuhan regulasi (tidak ada pelanggaran STPW, IP, dll).


Mulai sekarang mengembangkan strategi waralaba Anda, pasang kerangka marketing & sales yang kuat, dan siapkan tim untuk pertumbuhan tahun 2025.

author-avatar

Tentang EDUKASINDO

SENTRA MEDIA EDUKASINDO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendampingan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan kemajuan di bidang pendidikan dan telekomunikasi. Kami melayani individu yang menjadi bagian dari suatu organisasi, baik sebagai karyawan maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan SDM di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *