- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training Business Continuity Management System (Persiapan ISO 22301)

Dalam era ketidakpastian global, risiko bisnis semakin kompleks dan tak terduga. Bencana alam, serangan siber, krisis kesehatan, hingga gangguan rantai pasok dapat mengancam kelangsungan operasional perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk memiliki strategi Business Continuity Management System (BCMS) sesuai standar internasional ISO 22301.
Training Business Continuity Management System hadir untuk membantu perusahaan memahami, menyiapkan, serta mengimplementasikan kerangka kerja manajemen kelangsungan bisnis agar dapat tetap berjalan meskipun menghadapi situasi darurat.
Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai konsep, manfaat, dan penerapan Training BCM ISO 22301 serta relevansinya bagi berbagai sektor, termasuk BUMN, swasta, hingga lembaga pemerintahan.
Apa Itu Business Continuity Management System (ISO 22301)?
Business Continuity Management System (BCMS) adalah pendekatan manajemen yang memastikan organisasi mampu merespons insiden besar yang dapat mengganggu operasional, seperti:
Bencana alam (banjir, gempa, kebakaran)
Krisis kesehatan (pandemi)
Serangan siber atau kebocoran data
Gangguan infrastruktur (listrik, jaringan, transportasi)
Krisis finansial atau reputasi
ISO 22301:2019 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan sistem manajemen kelangsungan bisnis. Standar ini dirancang agar organisasi dapat:
Mengidentifikasi risiko potensial.
Menyusun rencana kelangsungan bisnis.
Menjamin keberlangsungan layanan kritis.
Melakukan pemulihan secara cepat dan efektif.
Mengapa Training Business Continuity Management Sangat Penting?
Pelatihan BCM bukan hanya sekadar pemenuhan standar, melainkan investasi jangka panjang untuk keberlangsungan bisnis. Berikut manfaatnya:
Meningkatkan Resiliensi Organisasi
Organisasi lebih siap menghadapi risiko tak terduga.Memenuhi Regulasi dan Standar Global
Banyak regulasi pemerintah dan mitra bisnis mensyaratkan kepatuhan terhadap ISO 22301.Meningkatkan Kepercayaan Pemangku Kepentingan
Klien, investor, dan masyarakat lebih percaya pada perusahaan yang memiliki rencana kelangsungan bisnis.Mengurangi Kerugian Finansial
Dengan adanya rencana tanggap darurat, perusahaan dapat menekan dampak kerugian akibat gangguan.Menjamin Layanan Kritis Tetap Berjalan
Operasional utama tetap berjalan meskipun dalam kondisi darurat.
Materi yang Dipelajari dalam Training BCM (ISO 22301)
Training Business Continuity Management biasanya mencakup materi sebagai berikut:
Pengenalan Business Continuity Management
Definisi, tujuan, dan ruang lingkup ISO 22301.Identifikasi Risiko dan Analisis Dampak Bisnis (BIA)
Menilai risiko potensial yang dapat mengganggu operasi.Perencanaan Kelangsungan Bisnis
Menyusun strategi pemulihan operasional dan layanan penting.Manajemen Krisis dan Komunikasi Darurat
Protokol komunikasi saat terjadi gangguan.Uji Coba dan Simulasi
Melakukan drill untuk memastikan kesiapan organisasi.Pemeliharaan dan Evaluasi
Review berkala dan perbaikan rencana sesuai perkembangan risiko.
Tahapan Implementasi ISO 22301 dalam Organisasi
Berikut tahapan praktis yang dibahas dalam training:
| Tahap | Kegiatan Utama | Hasil yang Diharapkan |
|---|---|---|
| 1. Perencanaan | Identifikasi risiko & analisis dampak | Dokumen Business Impact Analysis (BIA) |
| 2. Pengembangan | Menyusun kebijakan & prosedur BCM | Rencana Kelangsungan Bisnis |
| 3. Implementasi | Pelatihan, sosialisasi, dan integrasi | Sistem yang dijalankan seluruh karyawan |
| 4. Pengujian | Simulasi, uji coba skenario darurat | Validasi kesiapan organisasi |
| 5. Pemeliharaan | Audit, evaluasi, dan peningkatan | Perbaikan berkelanjutan sesuai ISO 22301 |
Sektor yang Membutuhkan Training BCM (ISO 22301)
Hampir semua sektor memerlukan penerapan BCMS, khususnya:
Perbankan dan Keuangan – menjaga kepercayaan nasabah dan stabilitas layanan transaksi.
BUMN/BUMD – memastikan layanan publik tetap berjalan di tengah krisis.
Kesehatan – menjamin pelayanan pasien tetap tersedia meskipun ada pandemi atau bencana.
Teknologi dan Telekomunikasi – mengamankan infrastruktur data dan jaringan.
Manufaktur dan Logistik – menjaga rantai pasok tetap beroperasi.
Pemerintahan – memastikan layanan masyarakat tidak terganggu.
Keterkaitan Training BCM dengan Regulasi Nasional
Di Indonesia, penerapan sistem manajemen risiko dan kelangsungan bisnis juga selaras dengan kebijakan pemerintah, seperti:
Kebijakan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Dukungan regulasi pemerintah yang mengacu pada standar internasional untuk meningkatkan ketahanan organisasi.
Sebagai rujukan, Anda dapat melihat informasi lebih lanjut melalui BNPB – Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Hubungan Training BCM dengan Training Lainnya
Selain training BCM, organisasi juga sebaiknya melengkapi kompetensi SDM dengan pelatihan terkait seperti:
Training Risk Management (ISO 31000:2018) untuk memperkuat manajemen risiko.
Training Business Continuity dalam sektor keuangan untuk memperkuat kepatuhan regulasi.
Training Audit Sistem Manajemen untuk memastikan efektivitas penerapan ISO.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa tujuan utama Training Business Continuity Management System (ISO 22301)?
Tujuan utama adalah memastikan organisasi mampu bertahan, merespons, dan pulih dari gangguan atau krisis tanpa menghentikan operasional utama.
2. Siapa yang perlu mengikuti Training BCM ISO 22301?
Manajer risiko, tim IT, pimpinan organisasi, hingga staf operasional yang terlibat dalam perencanaan darurat.
3. Berapa lama durasi training ini biasanya?
Durasi training bervariasi, biasanya antara 2–5 hari tergantung kedalaman materi.
4. Apakah sertifikasi ISO 22301 wajib bagi semua perusahaan?
Tidak wajib, namun sangat direkomendasikan untuk organisasi yang ingin meningkatkan kepercayaan stakeholder dan kesiapan menghadapi krisis.
Penutup
Dengan mengikuti Training Business Continuity Management System (Persiapan ISO 22301), organisasi tidak hanya siap menghadapi krisis, tetapi juga mampu menjaga reputasi, kepercayaan stakeholder, serta kelangsungan bisnis dalam jangka panjang.
Segera daftarkan tim Anda dan jadikan perusahaan lebih tangguh menghadapi ketidakpastian global bersama program training terbaik dari kami.

