- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training Behavior Change Communication

Komunikasi merupakan salah satu pilar penting dalam mendorong perubahan perilaku, baik di tingkat individu, kelompok, maupun masyarakat. Dalam dunia kesehatan masyarakat, pembangunan, maupun pemberdayaan sosial, strategi komunikasi yang tepat terbukti mampu meningkatkan kesadaran, mengubah sikap, dan mendorong perilaku yang lebih baik.
Inilah alasan mengapa Training Behavior Change Communication (BCC) menjadi sangat penting. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada peserta dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi strategi komunikasi yang efektif untuk perubahan perilaku.
Artikel ini akan menjadi panduan pilar (pillar content) yang membahas secara menyeluruh tentang pelatihan BCC, mulai dari pengertian, tujuan, manfaat, metode, hingga contoh penerapan nyata di lapangan.
Apa Itu Behavior Change Communication?
Behavior Change Communication (BCC) adalah pendekatan komunikasi strategis yang digunakan untuk memengaruhi pengetahuan, sikap, dan perilaku individu atau kelompok. BCC tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menggunakan pendekatan psikologis, sosial, dan budaya agar pesan lebih relevan dan diterima oleh target audiens.
Prinsip utama BCC:
Berbasis penelitian: pesan disusun berdasarkan data dan studi perilaku masyarakat.
Partisipatif: melibatkan masyarakat dalam merancang dan melaksanakan program.
Multikanal: menggunakan berbagai media seperti tatap muka, media cetak, digital, hingga media sosial.
Sustainable: dirancang untuk perubahan jangka panjang, bukan hanya sesaat.
Tujuan Training Behavior Change Communication
Pelatihan ini tidak hanya memberi pemahaman teoretis, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis. Tujuan utama training ini meliputi:
Memberikan pemahaman mendalam tentang konsep dasar BCC.
Melatih kemampuan merancang strategi komunikasi untuk perubahan perilaku.
Mengajarkan teknik penyusunan pesan komunikasi yang relevan.
Meningkatkan keterampilan menggunakan berbagai media komunikasi.
Mengembangkan kemampuan evaluasi dampak komunikasi.
Mendorong peserta menjadi agen perubahan di lingkungan kerjanya.
Menyediakan tools praktis yang dapat langsung digunakan dalam program lapangan.
Membantu organisasi mencapai tujuan pembangunan melalui strategi komunikasi efektif.
Manfaat Mengikuti Training Behavior Change Communication
Bagi Individu:
Meningkatkan keterampilan komunikasi persuasif.
Memahami teknik mengubah perilaku dengan pendekatan strategis.
Mampu merancang kampanye komunikasi berbasis data.
Lebih percaya diri dalam menyampaikan pesan ke publik.
Bagi Organisasi:
Mendapat strategi komunikasi yang efektif untuk mendukung program.
Meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan.
Mengurangi resistensi terhadap perubahan.
Memperkuat citra organisasi sebagai agen perubahan sosial.
Materi Training Behavior Change Communication
| Modul | Topik Pembahasan | Output yang Diharapkan |
|---|---|---|
| 1 | Dasar-dasar Behavior Change Communication | Peserta memahami konsep dan prinsip BCC |
| 2 | Analisis Audiens & Perilaku | Peserta mampu memetakan target audiens |
| 3 | Penyusunan Pesan Komunikasi | Peserta dapat merancang pesan efektif |
| 4 | Media & Saluran Komunikasi | Peserta menguasai penggunaan media multi-platform |
| 5 | Teknik Storytelling & Persuasi | Peserta terampil menyampaikan pesan yang menyentuh |
| 6 | Desain Kampanye Perubahan Perilaku | Peserta mampu menyusun rencana kampanye |
| 7 | Monitoring & Evaluasi | Peserta memahami cara mengukur keberhasilan BCC |
| 8 | Studi Kasus & Simulasi | Peserta mendapat pengalaman praktis |
Metode Pembelajaran
Training ini menggunakan pendekatan modern dengan metode interaktif:
Studi Kasus Nyata: menganalisis kampanye perubahan perilaku di bidang kesehatan, pendidikan, atau lingkungan.
Role Play & Simulasi: melatih keterampilan komunikasi langsung.
Diskusi Kelompok: mendorong kolaborasi dan ide kreatif.
Workshop Praktis: peserta menyusun strategi komunikasi sesuai kebutuhan lapangan.
Mentoring & Feedback: peserta mendapat bimbingan langsung dari praktisi berpengalaman.
Contoh Kasus Nyata Penerapan BCC
Program Kesehatan (Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun)
Kementerian Kesehatan Indonesia meluncurkan kampanye masif untuk mendorong perilaku cuci tangan dengan sabun guna mencegah penyakit menular. Melalui pendekatan BCC, pesan kesehatan disampaikan dengan cara sederhana, menggunakan media televisi, radio, sekolah, hingga komunitas lokal.Program Lingkungan (Pengurangan Plastik Sekali Pakai)
Kampanye “Diet Kantong Plastik” yang didukung pemerintah berhasil mengubah perilaku masyarakat untuk membawa tas belanja sendiri. Pesan disampaikan melalui media sosial, infografis, dan kerjasama dengan retailer.Program Pendidikan (Pencegahan Bullying di Sekolah)
Sekolah-sekolah menerapkan BCC dengan mengadakan workshop komunikasi empatik, poster edukatif, dan peer educator. Hasilnya, siswa lebih peka terhadap dampak bullying dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat.
Peran Pemerintah dalam Mendukung BCC
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dan kementerian terkait lainnya terus mendorong penggunaan pendekatan BCC dalam berbagai program kesehatan masyarakat, pengendalian penyakit, hingga promosi gizi. Dukungan ini mencakup regulasi, pendanaan, dan pelatihan SDM agar strategi komunikasi berjalan efektif.
Tantangan dalam Implementasi BCC
Meski penting, penerapan BCC tidak lepas dari tantangan, seperti:
Perbedaan budaya dan bahasa di masyarakat.
Resistensi individu terhadap perubahan perilaku.
Keterbatasan akses media di daerah terpencil.
Kurangnya data akurat tentang perilaku target audiens.
Pesan komunikasi yang kurang relevan sehingga tidak diterima audiens.
Solusi untuk Mengatasi Tantangan
Melakukan riset mendalam sebelum menyusun strategi komunikasi.
Melibatkan tokoh masyarakat atau influencer lokal.
Menggunakan media yang sesuai dengan kondisi setempat.
Menyusun pesan yang sederhana, jelas, dan relevan.
Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.
Integrasi BCC dengan Program Lain
Training Behavior Change Communication juga relevan untuk mendukung berbagai program pelatihan lain, seperti:
Training Business Strategy & Growth Planning 2025 untuk memperkuat komunikasi internal organisasi.
Pelatihan manajemen perubahan dalam organisasi.
Program CSR yang melibatkan masyarakat luas.
Pengembangan kampanye pemasaran sosial di sektor swasta.
FAQ
1. Apa itu Training Behavior Change Communication?
Pelatihan yang membekali peserta dengan keterampilan komunikasi strategis untuk mendorong perubahan perilaku individu maupun kelompok.
2. Siapa yang sebaiknya mengikuti training ini?
Pegiat kesehatan, pekerja sosial, tenaga pendidik, praktisi CSR, komunikator publik, hingga manajer organisasi.
3. Apa bedanya komunikasi biasa dengan BCC?
Komunikasi biasa hanya menyampaikan informasi, sedangkan BCC dirancang khusus untuk mengubah perilaku dengan pendekatan berbasis data, sosial, dan budaya.
4. Apakah BCC hanya untuk sektor kesehatan?
Tidak. BCC juga efektif untuk sektor pendidikan, lingkungan, pembangunan, dan program sosial lainnya.
5. Bagaimana cara mengukur keberhasilan BCC?
Dengan melakukan monitoring dan evaluasi, menggunakan indikator perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku target audiens.
6. Apakah ada contoh keberhasilan BCC di Indonesia?
Ya, seperti kampanye cuci tangan pakai sabun, diet kantong plastik, dan pencegahan bullying di sekolah.
7. Apa manfaat training BCC bagi organisasi?
Organisasi dapat meningkatkan efektivitas program, memperluas jangkauan pesan, dan mendapatkan kepercayaan publik.
Training Terkait Communication Training Series :
- Training Brand Communication Skills
- Training Brand Media Monitoring
- Training Business Communication Skill
- Training Collaborative Communication Skills
- Training Communication in Teamwork
Kesimpulan
Training Behavior Change Communication adalah investasi penting bagi individu maupun organisasi yang ingin menciptakan perubahan nyata di masyarakat. Dengan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis yang diberikan dalam pelatihan ini, peserta dapat menyusun strategi komunikasi yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Pelatihan ini bukan hanya tentang komunikasi, melainkan tentang menciptakan dampak sosial yang positif melalui pesan yang tepat, media yang sesuai, dan strategi yang relevan.
Mari berperan aktif menjadi agen perubahan dengan mengikuti Training Behavior Change Communication untuk masa depan yang lebih baik.
Daftarkan diri Anda sekarang juga dan jadilah bagian dari perubahan nyata di masyarakat.

