Perbankan Training Series

Training AML/CFT untuk Bank, BPD, dan Lembaga Keuangan Non-Bank

Training AML/CFT untuk Bank, BPD, dan Lembaga Keuangan Non-Bank guna memperkuat pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme sesuai regulasi.

Pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Bank, Bank Pembangunan Daerah (BPD), serta Lembaga Keuangan Non-Bank (LKNB) memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah penyalahgunaan sistem keuangan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dalam konteks tersebut, penerapan Anti Money Laundering dan Counter Financing of Terrorism (AML/CFT) tidak hanya menjadi kewajiban regulatif, tetapi juga bagian penting dari tata kelola dan manajemen risiko lembaga keuangan. Oleh karena itu, Training AML/CFT untuk Bank, BPD, dan Lembaga Keuangan Non-Bank menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pemahaman, kompetensi, dan kesadaran seluruh jajaran SDM terhadap risiko kejahatan keuangan yang semakin kompleks.


Pengertian dan Ruang Lingkup AML/CFT

AML/CFT merupakan serangkaian kebijakan, prosedur, dan pengendalian yang dirancang untuk mencegah dan mendeteksi:

  • Pencucian uang (money laundering), yaitu upaya menyamarkan asal-usul dana yang diperoleh dari tindak pidana agar terlihat sah.

  • Pendanaan terorisme (terrorism financing), yaitu penyediaan atau pengumpulan dana yang digunakan untuk mendukung kegiatan terorisme.

Ruang lingkup AML/CFT mencakup berbagai aspek, antara lain:

  • Pengenalan dan verifikasi nasabah

  • Pemantauan transaksi keuangan

  • Pelaporan transaksi mencurigakan

  • Pengendalian internal dan audit kepatuhan

Penerapan AML/CFT yang efektif memerlukan keterlibatan seluruh lini organisasi, tidak hanya unit kepatuhan.


Urgensi Training AML/CFT bagi Industri Jasa Keuangan

Training AML/CFT menjadi sangat penting karena beberapa faktor strategis berikut:

  1. Meningkatnya Kompleksitas Kejahatan Keuangan
    Modus pencucian uang dan pendanaan terorisme semakin canggih dan lintas negara.

  2. Tuntutan Kepatuhan terhadap Regulasi
    Kegagalan menerapkan AML/CFT dapat berujung pada sanksi administratif, denda, hingga risiko reputasi.

  3. Perkembangan Produk dan Layanan Keuangan Digital
    Digitalisasi meningkatkan kecepatan transaksi sekaligus potensi penyalahgunaan.

  4. Perlindungan terhadap Reputasi Lembaga Keuangan
    Reputasi merupakan aset utama yang harus dijaga melalui sistem kepatuhan yang kuat.

Bimtek Lainnya :  Training Strategic Planning dan Business Development Terpadu Tahun 2026

Tujuan Training AML/CFT

Pelatihan ini dirancang untuk mencapai tujuan sebagai berikut:

  • Memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep AML/CFT

  • Meningkatkan kemampuan identifikasi dan mitigasi risiko kejahatan keuangan

  • Memperkuat implementasi prinsip Know Your Customer (KYC)

  • Mendukung kepatuhan lembaga keuangan terhadap regulasi yang berlaku


Prinsip Dasar AML/CFT dalam Lembaga Keuangan

Penerapan AML/CFT didasarkan pada beberapa prinsip utama, antara lain:

  • Risk Based Approach (RBA) dalam pengelolaan risiko

  • Customer Due Diligence (CDD) dan Enhanced Due Diligence (EDD)

  • Pemantauan dan pelaporan transaksi

  • Pengendalian internal dan budaya kepatuhan

Prinsip-prinsip ini harus diterapkan secara konsisten dan terintegrasi dalam seluruh aktivitas lembaga keuangan.


Ruang Lingkup Materi Training AML/CFT

Materi pelatihan disusun secara sistematis agar mudah dipahami dan aplikatif bagi peserta.

1. Pengantar AML/CFT dan Kejahatan Keuangan

  • Definisi dan karakteristik pencucian uang

  • Pola pendanaan terorisme

2. Regulasi dan Kerangka Hukum AML/CFT

  • Kewajiban lembaga keuangan

  • Peran otoritas pengawas

3. Penerapan KYC, CDD, dan EDD

  • Identifikasi dan verifikasi nasabah

  • Penilaian tingkat risiko nasabah

4. Pemantauan dan Pelaporan Transaksi

  • Transaksi keuangan mencurigakan

  • Mekanisme pelaporan

5. Pengendalian Internal dan Audit AML/CFT

  • Sistem pengawasan internal

  • Peran SDM dan manajemen


Tabel Ringkasan Materi Training AML/CFT

ModulFokus PembahasanOutput Kompetensi
AML/CFT DasarKonsep & risikoPemahaman dasar
RegulasiKepatuhan hukumKepatuhan lembaga
KYC & CDDIdentifikasi nasabahMitigasi risiko
MonitoringTransaksi mencurigakanDeteksi dini
PengendalianSistem & auditKepatuhan berkelanjutan

Manfaat Training AML/CFT bagi Lembaga dan SDM

Mengikuti Training AML/CFT untuk Bank, BPD, dan Lembaga Keuangan Non-Bank memberikan manfaat strategis, antara lain:

  • Mengurangi risiko hukum dan reputasi

  • Meningkatkan kualitas sistem kepatuhan

  • Memperkuat budaya sadar risiko

  • Meningkatkan profesionalisme SDM


Keterkaitan AML/CFT dengan Manajemen Perbankan

AML/CFT merupakan bagian tidak terpisahkan dari manajemen perbankan dan tata kelola lembaga keuangan. Implementasi yang efektif membutuhkan dukungan manajemen, kebijakan internal, serta kompetensi SDM.

Bimtek Lainnya :  Training Pencegahan dan Deteksi Fraud Berbasis Manajemen Risiko dan Kepatuhan

Untuk memahami fondasi pengelolaan bank secara menyeluruh, pelatihan ini sangat relevan dengan Training Analisis Kinerja Keuangan dan Kesehatan Bank Tahun 2026–2027 yang membahas prinsip manajerial, pengendalian, dan tata kelola perbankan secara komprehensif.


Landasan Regulasi dan Peran Pemerintah

Penerapan AML/CFT di Indonesia berada dalam kerangka kebijakan dan pengawasan pemerintah melalui lembaga terkait, antara lain:


Metode Pembelajaran dalam Training AML/CFT

Agar materi pelatihan mudah dipahami dan dapat diterapkan, metode pembelajaran meliputi:

  • Pemaparan konsep dan regulasi AML/CFT

  • Studi kasus kejahatan keuangan

  • Diskusi kelompok dan sharing pengalaman

  • Simulasi identifikasi transaksi mencurigakan

Metode ini membantu peserta memahami penerapan AML/CFT secara praktis di lingkungan kerja masing-masing.


Sasaran Peserta Training

Training AML/CFT direkomendasikan bagi:

  • Pegawai bank dan BPD

  • SDM lembaga keuangan non-bank

  • Unit kepatuhan dan manajemen risiko

  • Pejabat struktural dan pengambil keputusan


FAQ Seputar Training AML/CFT

1. Apakah training AML/CFT wajib diikuti oleh lembaga keuangan?
Ya, pelatihan ini sangat penting untuk mendukung kepatuhan terhadap regulasi AML/CFT.

2. Apakah materi training relevan untuk lembaga keuangan non-bank?
Relevan, karena LKNB juga memiliki kewajiban penerapan AML/CFT.

3. Apakah training ini hanya bersifat teoritis?
Tidak, pelatihan mengombinasikan teori, studi kasus, dan simulasi.

4. Apa manfaat utama training AML/CFT bagi SDM?
Meningkatkan kemampuan identifikasi risiko dan pemahaman kepatuhan.


Penutup

Penerapan AML/CFT yang efektif merupakan fondasi penting dalam menjaga integritas dan stabilitas sistem keuangan nasional. Bank, BPD, dan Lembaga Keuangan Non-Bank dituntut untuk memiliki SDM yang kompeten, sadar risiko, dan patuh terhadap regulasi. Training AML/CFT untuk Bank, BPD, dan Lembaga Keuangan Non-Bank menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem kepatuhan, melindungi reputasi lembaga, serta mendukung keberlanjutan industri jasa keuangan.

Bimtek Lainnya :  Training Risk Compliance & Audit Internal Berbasis Regulasi OJK Terbaru 2026–2027

Perkuat pemahaman AML/CFT, tingkatkan kompetensi kepatuhan, dan wujudkan tata kelola lembaga keuangan yang sehat, aman, dan terpercaya.

author-avatar

Tentang EDUKASINDO

SENTRA MEDIA EDUKASINDO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendampingan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan kemajuan di bidang pendidikan dan telekomunikasi. Kami melayani individu yang menjadi bagian dari suatu organisasi, baik sebagai karyawan maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan SDM di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *