- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Bimtek Tata Cara Pencatatan dan Pemeliharaan Buku Tanah Pemerintah Tahun 2026/2027

Bimtek Tata Cara Pencatatan dan Pemeliharaan Buku Tanah Pemerintah Tahun 2026/2027
Pengelolaan data pertanahan merupakan salah satu elemen strategis dalam tata kelola aset daerah maupun nasional. Buku Tanah sebagai dokumen otentik yang memuat informasi status hukum suatu bidang tanah memegang peran penting dalam penyusunan administrasi pertanahan yang tertib, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Di tengah tuntutan digitalisasi, keterbukaan informasi, serta program reforma agraria, aparatur pemerintah dan tenaga teknis perlu memahami kembali tata cara pencatatan dan pemeliharaan Buku Tanah yang sesuai dengan regulasi terbaru.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, penyelenggaraan Bimtek Tata Cara Pencatatan dan Pemeliharaan Buku Tanah Pemerintah Tahun 2026/2027 dirancang sebagai program peningkatan kompetensi yang bersifat teknis, aplikatif, dan berbasis praktik lapangan. Pelatihan ini tidak hanya membahas aspek administratif, tetapi juga integrasi dengan Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS), penyusunan dokumen pertanahan, hingga tata kelola arsip berbasis digital. Bimtek Integrasi Data Pertanahan dengan Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2026 Sebagai rujukan terkait materi dan kebijakan pertanahan, Anda juga dapat membaca artikel : untuk memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan dokumen pertanahan secara menyeluruh.
Urgensi Pencatatan dan Pemeliharaan Buku Tanah Pemerintah
Buku Tanah bukan hanya rekaman administratif, tetapi merupakan bukti autentik yang memiliki kekuatan hukum dalam pembuktian kepemilikan tanah oleh negara atau pemerintah daerah. Dengan demikian, pemeliharaan yang tidak tepat dapat mengakibatkan:
Tumpang tindih klaim kepemilikan
Sengketa pertanahan
Ketidaksesuaian informasi geospasial
Ketidakseimbangan antara data fisik dan data yuridis
Ketidakteraturan arsip dan dokumen aset
Pemerintah melalui berbagai regulasi terus memperkuat sistem administrasi pertanahan. Informasi resmi mengenai kebijakan pertanahan dapat diakses melalui situs Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN sebagai acuan eksternal terpercaya.
Tujuan Penyelenggaraan Bimtek
Program Bimtek ini disusun untuk mencapai beberapa tujuan strategis berikut:
1. Meningkatkan Kompetensi Teknis Peserta
Pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman teknis dalam:
Tata cara pencatatan tanah berdasarkan ketentuan terbaru
Prosedur pemeliharaan Buku Tanah
Koreksi data dan pembaruan informasi
Pencatatan perubahan hak, status, atau peruntukan tanah
2. Menstandarkan Proses Administrasi Pertanahan
Setiap lembaga pemerintah sering kali memiliki cara kerja berbeda. Melalui Bimtek, peserta dipandu untuk menerapkan standar prosedur yang seragam, efektif, dan sesuai aturan.
3. Mengintegrasikan Data Pertanahan dengan Sistem Digital
Di era digital, Buku Tanah tidak hanya berbentuk fisik tetapi juga terintegrasi dengan:
Sistem Informasi Administrasi Pertanahan
Basis Data Aset Daerah
Sistem Informasi Geografis (GIS)
Aplikasi inventarisasi aset pemerintah
4. Mendukung Penyelesaian Sengketa Pertanahan
Pemahaman pencatatan yang akurat merupakan langkah preventif dalam menghindari potensi sengketa dan mempermudah proses verifikasi dokumen ketika dibutuhkan.
Ruang Lingkup Materi Bimtek
Berikut cakupan materi pelatihan yang disusun secara sistematis dan aplikatif:
1. Dasar Hukum dan Kebijakan Pertanahan Terbaru
UU Pokok Agraria
PP tentang Hak-Hak atas Tanah
Peraturan Kepala BPN mengenai administrasi pertanahan
Kebijakan digitalisasi dokumen tanah
2. Konsep dan Prinsip Buku Tanah Pemerintah
Pengertian dan komponen
Fungsi sebagai bukti autentik
Perbedaan Buku Tanah Pemerintah vs Buku Tanah umum
Hubungan dengan Surat Ukur dan Gambar Denah
3. Tata Cara Pencatatan Buku Tanah
Proses standar meliputi:
| Tahap | Kegiatan Utama | Output |
|---|---|---|
| Identifikasi Awal | Pemeriksaan dokumen legal | Verifikasi data awal |
| Pengukuran Lapangan | Penyesuaian data fisik | Data geometrik |
| Pencatatan Administratif | Input ke Buku Tanah | Dokumen tercatat resmi |
| Validasi | Pengesahan pejabat berwenang | Buku Tanah definitif |
4. Pemeliharaan dan Pembaruan Data
Pencatatan perubahan hak
Pembatalan atau perbaikan data
Penyesuaian luas dan batas bidang
Penyesuaian data digital GIS
5. Digitalisasi Arsip Buku Tanah
Pengelolaan arsip elektronik
Metadata pertanahan
Pengamanan dan backup data digital
Integrasi dengan aplikasi SIG
Manfaat Mengikuti Bimtek
1. Meningkatkan Akurasi Data
Peserta mampu menyusun dan memelihara data pertanahan yang valid dan terkini.
2. Mendukung Pengambilan Keputusan
Informasi pertanahan yang akurat memperkuat pelaksanaan:
Perencanaan tata ruang
Inventarisasi aset daerah
Pengendalian pertanahan
Penataan batas wilayah
3. Memperkuat Pengelolaan Aset Pemerintah
Data Buku Tanah yang tertib menjadi dasar dalam pengamanan aset negara.
4. Mendukung Reformasi Birokrasi
Proses administrasi pertanahan yang rapi dan terdokumentasi mendukung transparansi dan akuntabilitas publik.
Simulasi Praktik dalam Pelatihan
Untuk memperkuat kemampuan teknis, peserta akan menjalani sesi praktik:
Mengisi Buku Tanah sesuai format resmi
Melakukan cross-check data fisik dan yuridis
Menyusun dokumen pemeliharaan
Menggunakan peta digital dalam GIS
Menyusun laporan hasil pemeliharaan Buku Tanah
Contoh Kasus Lapangan yang Akan Dibahas
Pelatihan ini juga membahas beberapa studi kasus:
Buku Tanah yang mengalami perbedaan luas dengan hasil pengukuran ulang
Data batas bidang yang tidak sesuai peta
Pencatatan perubahan dari Tanah Pemerintah menjadi Tanah Negara Bekas Hak
Penyesuaian data digital pada sistem GIS daerah
Kasus-kasus ini membekali peserta dengan pemahaman nyata mengenai tantangan dan cara penyelesaiannya.
Peserta yang Direkomendasikan Mengikuti Bimtek
Aparatur pemerintah pusat/daerah
Pejabat pengelola aset
Tenaga teknis pertanahan
Pengelola buku tanah instansi/lembaga
Operator GIS/SIG
Petugas pengarsipan pertanahan
FAQ
1. Apakah peserta harus memiliki latar belakang pertanahan?
Tidak wajib. Materi disusun mulai dari dasar hingga teknis, sehingga peserta umum tetap dapat mengikutinya.
2. Apakah materi mencakup penggunaan GIS?
Ya, materi mencakup integrasi Buku Tanah dengan peta digital berbasis GIS.
3. Apakah peserta mendapatkan modul dan contoh dokumen?
Peserta akan memperoleh modul lengkap, template dokumen, serta contoh Buku Tanah terbaru.
4. Bagaimana cara mendaftar?
Pendaftaran dilakukan melalui platform resmi penyelenggara dan dapat dikonfirmasi via kontak yang tersedia.

