- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Bimtek Survei Status Gizi dan Indeks Berat Badan

Bimtek Survei Status Gizi dan Indeks Berat Badan
Survei status gizi dan pengukuran indeks berat badan merupakan fondasi penting dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan remaja. Data gizi yang akurat menjadi dasar bagi perencanaan program intervensi kesehatan, evaluasi kebijakan, hingga pengambilan keputusan strategis di tingkat puskesmas, rumah sakit, maupun pemerintah daerah.
Di tengah tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks, tenaga kesehatan dituntut tidak hanya mampu melakukan pengukuran fisik, tetapi juga memahami metode survei, analisis data, serta interpretasi hasil secara tepat. Oleh karena itu, Bimtek Survei Status Gizi dan Indeks Berat Badan menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kapasitas SDM kesehatan agar mampu melaksanakan survei gizi secara sistematis, valid, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan bimtek ini sejalan dengan kebutuhan nasional dalam mendukung program peningkatan kualitas gizi masyarakat dan pencegahan masalah gizi kronis seperti stunting, wasting, dan obesitas.
Pengertian Survei Status Gizi
Survei status gizi adalah kegiatan pengumpulan data yang bertujuan untuk mengetahui kondisi gizi individu atau kelompok masyarakat berdasarkan indikator tertentu. Indikator tersebut dapat berupa pengukuran antropometri, konsumsi pangan, status klinis, maupun data biokimia.
Survei ini memiliki peran penting dalam:
Mengidentifikasi masalah gizi yang terjadi di masyarakat
Menentukan kelompok sasaran prioritas
Menyusun program perbaikan gizi berbasis data
Mengevaluasi efektivitas program gizi yang telah berjalan
Survei status gizi tidak hanya dilakukan pada balita, tetapi juga mencakup remaja, dewasa, hingga lansia, tergantung pada tujuan dan cakupan program kesehatan yang direncanakan.
Konsep Indeks Berat Badan dalam Penilaian Gizi
Indeks berat badan merupakan salah satu indikator antropometri yang paling sering digunakan dalam survei status gizi. Indeks ini diperoleh melalui perbandingan berat badan dengan tinggi badan atau umur, tergantung pada kelompok usia yang dinilai.
Beberapa jenis indeks berat badan yang umum digunakan antara lain:
Berat Badan menurut Umur (BB/U)
Tinggi Badan menurut Umur (TB/U)
Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)
Indeks Massa Tubuh (IMT)
Setiap indeks memiliki fungsi dan interpretasi yang berbeda, sehingga tenaga kesehatan perlu memahami kapan dan bagaimana setiap indikator digunakan.
Tujuan Pelaksanaan Bimtek Survei Status Gizi
Bimtek ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis dan analitis tenaga kesehatan dalam pelaksanaan survei gizi. Tujuan utama bimtek meliputi:
Meningkatkan pemahaman konsep dasar status gizi dan antropometri
Melatih teknik pengukuran berat badan dan tinggi badan yang benar
Membekali peserta dengan metode pengolahan dan analisis data gizi
Meningkatkan kemampuan interpretasi hasil survei
Mendukung penyusunan laporan dan rekomendasi program gizi
Dengan mengikuti bimtek ini, peserta diharapkan mampu melaksanakan survei status gizi secara mandiri dan profesional sesuai standar nasional.
Sasaran Peserta Bimtek
Bimtek Survei Status Gizi dan Indeks Berat Badan ditujukan bagi berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan dan program gizi, antara lain:
Tenaga gizi puskesmas dan rumah sakit
Bidan dan perawat
Petugas surveilans kesehatan
Pengelola program gizi di dinas kesehatan
Kader kesehatan dan petugas lapangan
Keterlibatan lintas profesi menjadi kunci keberhasilan survei gizi yang komprehensif dan berkelanjutan.
Metode Pengukuran Antropometri
Pengukuran antropometri merupakan inti dari survei status gizi. Kesalahan kecil dalam proses pengukuran dapat menghasilkan data yang tidak akurat dan menyesatkan.
Peralatan yang Digunakan
Timbangan berat badan digital atau manual
Alat ukur tinggi badan (microtoise/stadiometer)
Pita ukur lingkar lengan atas
Alat pencatatan data
Prinsip Pengukuran yang Benar
Alat ukur harus dikalibrasi secara berkala
Subjek dalam kondisi standar (tanpa alas kaki, pakaian ringan)
Pengukuran dilakukan oleh petugas terlatih
Hasil dicatat secara teliti dan konsisten
Jenis Indikator Status Gizi dan Interpretasinya
Berikut tabel ringkas indikator status gizi dan fungsinya:
| Indikator | Kelompok Sasaran | Fungsi Utama |
|---|---|---|
| BB/U | Balita | Menilai status gizi secara umum |
| TB/U | Balita & Anak | Menilai gangguan pertumbuhan kronis |
| BB/TB | Balita | Menilai kekurangan atau kelebihan gizi akut |
| IMT | Remaja & Dewasa | Menilai status gizi dan risiko penyakit |
Pemahaman terhadap indikator ini membantu tenaga kesehatan menentukan jenis masalah gizi yang dihadapi serta langkah intervensi yang tepat.
Pengolahan dan Analisis Data Survei Gizi
Setelah data dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah pengolahan dan analisis. Dalam bimtek, peserta dilatih menggunakan pendekatan manual maupun berbasis aplikasi.
Tahapan analisis meliputi:
Verifikasi dan validasi data
Pengelompokan berdasarkan usia dan jenis kelamin
Perhitungan indeks gizi
Interpretasi hasil berdasarkan standar rujukan
Hasil analisis ini menjadi dasar penyusunan laporan status gizi wilayah kerja.
Pemanfaatan Hasil Survei untuk Program Gizi
Data survei status gizi tidak hanya berfungsi sebagai laporan statistik, tetapi juga sebagai dasar perencanaan program kesehatan.
Manfaat utama hasil survei antara lain:
Menentukan prioritas intervensi gizi
Menyusun program pencegahan stunting
Mengalokasikan sumber daya secara tepat
Mendukung evaluasi kinerja layanan kesehatan
Dalam konteks pelayanan kesehatan yang terintegrasi, survei gizi menjadi bagian penting dari sistem manajemen mutu layanan, sebagaimana dibahas dalam Bimtek Perencanaan Program Gizi di Puskesmas Terupdate 2026 yang membahas penguatan tata kelola layanan kesehatan secara menyeluruh.
Peran Survei Status Gizi dalam Kebijakan Kesehatan
Survei status gizi menjadi salah satu instrumen penting dalam penyusunan kebijakan kesehatan nasional dan daerah. Pemerintah menggunakan data ini untuk memantau capaian program gizi dan menentukan arah kebijakan ke depan.
Informasi resmi terkait standar dan kebijakan gizi nasional dapat diakses melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai rujukan utama dalam pelaksanaan survei dan intervensi gizi masyarakat.
Tantangan dalam Pelaksanaan Survei Status Gizi
Beberapa tantangan yang sering dihadapi di lapangan antara lain:
Keterbatasan SDM terlatih
Peralatan pengukuran yang kurang memadai
Kesalahan pencatatan data
Rendahnya partisipasi masyarakat
Melalui bimtek yang terstruktur, tantangan tersebut dapat diminimalkan dengan peningkatan kapasitas dan pemahaman teknis petugas.
Strategi Peningkatan Kualitas Survei Gizi
Untuk meningkatkan kualitas survei status gizi, diperlukan strategi berkelanjutan, antara lain:
Pelatihan dan pembaruan kompetensi SDM
Standarisasi metode pengukuran
Pemanfaatan teknologi informasi
Monitoring dan evaluasi rutin
Bimtek menjadi salah satu strategi efektif untuk memastikan kualitas survei gizi tetap terjaga.
FAQ Seputar Bimtek Survei Status Gizi
1. Apa tujuan utama bimtek survei status gizi?
Untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengukur, menganalisis, dan menginterpretasikan status gizi masyarakat secara akurat.
2. Siapa saja yang perlu mengikuti bimtek ini?
Tenaga gizi, bidan, perawat, petugas puskesmas, dan pengelola program kesehatan masyarakat.
3. Apakah bimtek ini mencakup praktik lapangan?
Ya, bimtek umumnya dilengkapi dengan praktik pengukuran antropometri dan simulasi analisis data.
4. Bagaimana manfaat bimtek bagi puskesmas?
Membantu puskesmas memperoleh data gizi yang valid untuk perencanaan dan evaluasi program kesehatan.
Penutup
Bimtek Survei Status Gizi dan Indeks Berat Badan merupakan investasi strategis dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan data gizi yang akurat dan SDM yang kompeten, program kesehatan dapat dirancang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ikuti bimtek ini untuk memperkuat kompetensi, meningkatkan kualitas data, dan mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

