- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Bimtek Strategi Konversi SKS pada Program MBKM Tahun 2026–2027

Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) telah membawa perubahan signifikan dalam tata kelola pembelajaran di perguruan tinggi. Salah satu aspek krusial dalam implementasi MBKM adalah konversi Satuan Kredit Semester (SKS) atas berbagai bentuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan mahasiswa di luar program studi maupun di luar kampus. Konversi SKS bukan sekadar proses administratif, melainkan mekanisme akademik strategis untuk menjamin bahwa pengalaman belajar mahasiswa diakui secara sah, terukur, dan setara dengan pembelajaran di kelas.
Dalam praktiknya, banyak perguruan tinggi masih menghadapi tantangan dalam merancang strategi konversi SKS MBKM yang adil, transparan, dan sesuai regulasi. Perbedaan karakteristik kegiatan MBKM, variasi mitra, serta kesiapan sumber daya manusia menuntut adanya pemahaman yang komprehensif. Oleh karena itu, Bimtek Strategi Konversi SKS pada Program MBKM Tahun 2026–2027 menjadi solusi penting untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam mengelola konversi SKS secara efektif dan akuntabel.
Makna Strategis Konversi SKS dalam Program MBKM
Konversi SKS merupakan jembatan antara kebijakan MBKM dan implementasi akademik di tingkat program studi. Tanpa strategi konversi yang jelas, fleksibilitas belajar yang ditawarkan MBKM berpotensi menimbulkan ketidakpastian akademik bagi mahasiswa.
Makna strategis konversi SKS MBKM meliputi:
Menjamin pengakuan resmi atas capaian pembelajaran mahasiswa
Menjaga mutu dan kesetaraan akademik
Memberikan kepastian kelulusan tepat waktu
Mendukung fleksibilitas kurikulum berbasis capaian pembelajaran
Memperkuat kepercayaan mahasiswa dan mitra terhadap program MBKM
Melalui bimtek, perguruan tinggi diarahkan untuk memahami konversi SKS sebagai bagian integral dari sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Landasan Kebijakan Konversi SKS MBKM
Strategi konversi SKS MBKM harus disusun berdasarkan kebijakan nasional yang berlaku. Pemerintah telah menetapkan kerangka regulasi sebagai acuan bagi perguruan tinggi dalam mengakui pembelajaran di luar program studi.
Rujukan kebijakan utama dapat diakses melalui situs resmi pemerintah, antara lain:
Regulasi tersebut menegaskan hak mahasiswa untuk belajar di luar program studi hingga maksimal tiga semester dan kewajiban perguruan tinggi untuk mengonversi kegiatan tersebut ke dalam SKS.
Tujuan Bimtek Strategi Konversi SKS MBKM
Bimtek ini dirancang untuk memberikan pemahaman konseptual sekaligus panduan teknis kepada perguruan tinggi dalam merancang dan menerapkan strategi konversi SKS MBKM.
Tujuan utama bimtek antara lain:
Memahami kebijakan dan prinsip konversi SKS MBKM
Menyusun skema konversi SKS yang sesuai regulasi
Menyelaraskan konversi SKS dengan CPL dan OBE
Meningkatkan kapasitas dosen dan pengelola akademik
Mendorong implementasi MBKM yang konsisten dan berkelanjutan
Prinsip Dasar Konversi SKS pada Program MBKM
Konversi SKS MBKM harus berlandaskan prinsip-prinsip akademik yang menjamin mutu dan keadilan bagi seluruh mahasiswa.
Prinsip dasar tersebut meliputi:
Kesetaraan capaian pembelajaran antara kegiatan MBKM dan mata kuliah
Transparansi mekanisme penilaian dan konversi
Akuntabilitas akademik yang dapat dipertanggungjawabkan
Fleksibilitas terkontrol sesuai kebijakan kurikulum
Kepastian akademik bagi mahasiswa
Bimtek membantu peserta memahami bagaimana prinsip-prinsip ini diterapkan dalam konteks nyata di perguruan tinggi.
Jenis Kegiatan MBKM dan Implikasinya terhadap Konversi SKS
Program MBKM mencakup delapan bentuk kegiatan pembelajaran yang memiliki karakteristik berbeda. Setiap bentuk kegiatan memerlukan pendekatan konversi SKS yang tepat.
Berikut gambaran umum jenis kegiatan MBKM dan fokus konversinya:
| Jenis Kegiatan MBKM | Fokus Konversi SKS |
|---|---|
| Pertukaran Mahasiswa | Kesetaraan mata kuliah dan CPL |
| Magang/Praktik Kerja | Jam kerja, output, dan kompetensi |
| Asistensi Mengajar | Capaian pedagogik dan profesional |
| Penelitian/Riset | Luaran riset dan proses ilmiah |
| Proyek Kemanusiaan | Dampak sosial dan pembelajaran kontekstual |
| Kegiatan Wirausaha | Inovasi, proses bisnis, dan hasil usaha |
| Studi/Proyek Independen | Output proyek dan kompetensi |
| Membangun Desa/KKN Tematik | Keterlibatan, output, dan capaian pembelajaran |
Bimtek memberikan panduan teknis untuk mengonversi setiap kegiatan tersebut ke dalam SKS yang diakui.
Pendekatan Konversi SKS Berbasis Capaian Pembelajaran
Pendekatan berbasis capaian pembelajaran (Outcome Based Education/OBE) menjadi fondasi utama dalam konversi SKS MBKM. Fokus konversi tidak semata pada durasi kegiatan, tetapi pada kompetensi yang dicapai mahasiswa.
Dalam bimtek, peserta dibekali pemahaman tentang:
Pemetaan CPL program studi dengan kegiatan MBKM
Penentuan indikator capaian pembelajaran
Penilaian berbasis output dan proses
Dokumentasi dan bukti capaian pembelajaran
Pendekatan ini memastikan bahwa konversi SKS bersifat objektif dan terukur.
Model dan Skema Konversi SKS MBKM
Perguruan tinggi dapat menerapkan berbagai model konversi SKS sesuai dengan karakteristik kurikulum dan kebijakan internal.
Beberapa model konversi SKS yang umum digunakan antara lain:
Konversi langsung ke mata kuliah tertentu
Blok konversi untuk satu paket kegiatan MBKM
Rekognisi pembelajaran lampau (RPL) terbatas
Konversi berbasis portofolio
Bimtek membahas kelebihan, tantangan, dan syarat penerapan masing-masing model tersebut.
Peran Program Studi dalam Strategi Konversi SKS
Program studi memiliki peran sentral dalam menentukan keberhasilan konversi SKS MBKM. Keputusan konversi harus selaras dengan profil lulusan dan struktur kurikulum.
Peran strategis program studi meliputi:
Menyusun pedoman konversi SKS
Menetapkan kesetaraan mata kuliah
Menilai capaian pembelajaran mahasiswa
Berkoordinasi dengan mitra MBKM
Menjamin mutu akademik
Bimtek membantu program studi memperkuat tata kelola konversi SKS secara sistematis.
Peran Dosen Pembimbing dan Tim Akademik
Dosen pembimbing dan tim akademik berperan langsung dalam proses evaluasi dan konversi SKS MBKM. Kompetensi dan pemahaman mereka sangat menentukan kualitas implementasi.
Peran dosen dalam konversi SKS antara lain:
Membimbing mahasiswa selama kegiatan MBKM
Menilai capaian pembelajaran dan output
Memberikan rekomendasi konversi SKS
Menyusun laporan akademik
Melalui bimtek, dosen dibekali keterampilan teknis dan pemahaman kebijakan yang mutakhir.
Tantangan Umum dalam Konversi SKS MBKM
Dalam implementasinya, konversi SKS MBKM sering menghadapi berbagai tantangan.
Tantangan tersebut meliputi:
Perbedaan persepsi antar program studi
Keterbatasan pedoman teknis
Variasi kualitas mitra MBKM
Beban administratif dosen
Kurangnya sistem informasi pendukung
Bimtek menjadi ruang diskusi strategis untuk mencari solusi atas tantangan-tantangan tersebut.
Strategi Mengoptimalkan Konversi SKS MBKM Tahun 2026–2027
Menghadapi dinamika kebijakan dan kebutuhan masa depan, perguruan tinggi perlu menyiapkan strategi konversi SKS yang adaptif.
Strategi yang dibahas dalam bimtek antara lain:
Penyusunan pedoman konversi SKS terstandar
Penguatan OBE dalam kurikulum MBKM
Peningkatan kapasitas dosen dan pengelola
Pemanfaatan sistem informasi akademik
Monitoring dan evaluasi berkelanjutan
Strategi ini mendukung implementasi MBKM yang konsisten dan berkualitas.
Keterkaitan dengan Implementasi Kurikulum MBKM
Konversi SKS tidak dapat dipisahkan dari implementasi kurikulum MBKM secara keseluruhan. Kurikulum yang dirancang dengan baik akan mempermudah proses konversi dan penjaminan mutu.
Untuk pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebijakan dan praktik MBKM, artikel ini terintegrasi dengan Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) di Perguruan Tinggi sebagai rujukan utama dalam penguatan implementasi MBKM.
Manfaat Mengikuti Bimtek Strategi Konversi SKS MBKM
Pelaksanaan bimtek memberikan manfaat nyata bagi institusi dan sumber daya manusia di perguruan tinggi.
Manfaat bagi Perguruan Tinggi:
Kepastian akademik dalam implementasi MBKM
Sistem konversi SKS yang transparan dan akuntabel
Peningkatan mutu dan daya saing institusi
Kepatuhan terhadap regulasi nasional
Manfaat bagi Dosen dan Pengelola:
Pemahaman teknis konversi SKS MBKM
Peningkatan kompetensi evaluasi pembelajaran
Kemudahan pendampingan mahasiswa
Penguatan peran akademik
FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apa yang dimaksud dengan konversi SKS MBKM?
Konversi SKS MBKM adalah pengakuan capaian pembelajaran mahasiswa dari kegiatan MBKM ke dalam SKS yang diakui secara akademik.
2. Apakah semua kegiatan MBKM dapat dikonversi ke SKS?
Ya, seluruh bentuk kegiatan MBKM dapat dikonversi selama memenuhi capaian pembelajaran yang ditetapkan program studi.
3. Siapa yang berwenang menentukan konversi SKS?
Program studi melalui mekanisme akademik dengan melibatkan dosen pembimbing dan tim kurikulum.
4. Apakah konversi SKS memengaruhi masa studi mahasiswa?
Tidak, jika dirancang dengan baik, konversi SKS justru mendukung kelulusan tepat waktu.
Penutup
Bimtek Strategi Konversi SKS pada Program MBKM Tahun 2026–2027 merupakan langkah strategis untuk memastikan implementasi MBKM berjalan efektif, adil, dan bermutu. Dengan strategi konversi SKS yang tepat, perguruan tinggi dapat memberikan fleksibilitas belajar tanpa mengorbankan kualitas akademik.
Melalui bimtek ini, diharapkan perguruan tinggi mampu membangun sistem konversi SKS yang adaptif, transparan, dan berkelanjutan, sehingga program MBKM benar-benar menjadi instrumen transformasi pendidikan tinggi di Indonesia.
Wujudkan sistem konversi SKS MBKM yang jelas, terukur, dan selaras dengan kebijakan nasional demi mendukung pembelajaran fleksibel dan berkualitas di perguruan tinggi.

