Bimtek Gis

Bimtek QGIS untuk Kajian Lingkungan Hidup Strategis 2025

Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) merupakan instrumen penting dalam memastikan pembangunan daerah sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Sesuai amanat UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, KLHS wajib digunakan untuk menilai dampak kebijakan, rencana, dan program terhadap lingkungan.

Dengan masuknya era digital, penerapan QGIS (Quantum Geographic Information System) menjadi salah satu solusi utama untuk mempermudah analisis spasial dalam KLHS. Melalui Bimtek QGIS untuk Kajian Lingkungan Hidup Strategis 2025, pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan berbasis data spasial.


Manfaat Penerapan QGIS dalam KLHS

Beberapa manfaat QGIS dalam mendukung penyusunan KLHS antara lain:

  • Integrasi Data Spasial – menggabungkan berbagai layer data seperti tutupan lahan, penggunaan lahan, kawasan lindung, dan daerah rawan bencana.

  • Analisis Multi-Kriteria – mendukung analisis kebijakan berbasis lingkungan dengan parameter spasial.

  • Visualisasi Interaktif – menampilkan peta digital yang mudah dipahami stakeholder.

  • Efisiensi Waktu – mempercepat proses identifikasi potensi dan risiko lingkungan.

  • Kesesuaian Regulasi – mendukung implementasi aturan KLHS sesuai standar pemerintah.


Materi Utama dalam Bimtek QGIS untuk KLHS

Dalam pelaksanaan bimtek, peserta akan mendapatkan pemahaman dan praktik langsung mengenai:

  1. Dasar-Dasar QGIS – pengenalan interface, fungsi, dan plugin yang relevan.

  2. Pengelolaan Data Spasial – mengolah data raster, vektor, dan integrasi dengan data tabular.

  3. Analisis Dampak Lingkungan – menilai potensi dampak pembangunan terhadap kawasan rawan bencana, hutan, dan sumber daya air.

  4. Pemodelan Spasial – menggunakan QGIS untuk mensimulasikan perubahan tata guna lahan.

  5. Pemetaan Interaktif – membuat peta tematik untuk presentasi dan pengambilan keputusan.

  6. Studi Kasus Lokal – penerapan QGIS dalam penyusunan KLHS pada kabupaten/kota.


Contoh Kasus Penerapan QGIS dalam KLHS

Sebagai contoh nyata, pemerintah daerah di Jawa Barat menggunakan QGIS untuk analisis dampak pembangunan jalan tol terhadap kawasan resapan air. Dengan overlay data hidrologi dan tata ruang, ditemukan bahwa sebagian trase jalan melewati kawasan rawan banjir.

Bimtek Lainnya :  Bimtek RPJMD dan Renstra SKPD 2025-2029 Inmendagri 2/2025

Hasil analisis ini kemudian digunakan untuk mengusulkan penyesuaian trase jalan serta pembangunan saluran resapan air baru. Hal ini membuktikan bagaimana QGIS dapat mendukung keputusan berbasis data dalam KLHS.


Tabel: Perbandingan Manual KLHS vs. QGIS

Aspek AnalisisManual KonvensionalMenggunakan QGIS
Waktu PengerjaanLebih lama (berminggu-minggu)Lebih cepat (hitungan jam-hari)
Akurasi DataRentan kesalahan manusiaAkurat dengan basis spasial
VisualisasiPeta kertas statisPeta digital interaktif
Integrasi DataSulit menggabungkan dataMudah menggabungkan berbagai layer
Pengambilan KeputusanSubjektifLebih objektif berbasis data

Keterkaitan QGIS dalam Penyusunan RTRW dan RDTR

Selain untuk KLHS, penerapan QGIS juga erat kaitannya dengan penyusunan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang). Penggunaan QGIS membantu memastikan kesesuaian rencana tata ruang dengan aspek keberlanjutan lingkungan.

Untuk memperdalam pemahaman, Anda dapat membaca Bimtek Terkait Bimtek QGIS untuk Analisis Tata Ruang dan Lingkungan 2025


Dukungan Regulasi Pemerintah

Pelaksanaan KLHS dan tata ruang berbasis data spasial didukung oleh regulasi pemerintah, seperti yang dijelaskan dalam KLHS – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Hal ini menegaskan pentingnya kapasitas SDM aparatur daerah dalam memahami aplikasi QGIS untuk perencanaan pembangunan.


FAQ seputar Bimtek QGIS untuk KLHS

1. Apa itu KLHS dan mengapa penting?
KLHS adalah kajian untuk memastikan kebijakan, rencana, atau program tidak merusak lingkungan. Penting untuk pembangunan berkelanjutan.

2. Mengapa harus menggunakan QGIS dalam KLHS?
QGIS membantu analisis spasial lebih akurat, cepat, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

3. Apakah peserta perlu pengalaman GIS sebelumnya?
Tidak wajib. Bimtek dirancang untuk pemula sekaligus profesional, dengan materi bertahap.

4. Siapa yang perlu mengikuti Bimtek QGIS untuk KLHS?
Aparatur pemerintah daerah, konsultan lingkungan, akademisi, dan pihak swasta yang terlibat dalam perencanaan pembangunan.

Bimtek Lainnya :  Bimtek QGIS untuk Smart City dan Green Development 2025

Penutup

Dengan mengikuti Bimtek QGIS untuk Kajian Lingkungan Hidup Strategis 2025, pemerintah daerah dan stakeholder dapat meningkatkan kapasitas dalam perencanaan pembangunan yang ramah lingkungan, akurat, dan berkelanjutan.

Segera bergabung bersama kami untuk membangun masa depan daerah yang lebih berkelanjutan dengan pemanfaatan QGIS.

author-avatar

Tentang EDUKASINDO

SENTRA MEDIA EDUKASINDO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendampingan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan kemajuan di bidang pendidikan dan telekomunikasi. Kami melayani individu yang menjadi bagian dari suatu organisasi, baik sebagai karyawan maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan SDM di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *