- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Bimtek Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Berbasis Pertanahan Tahun 2026

Bimtek Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Berbasis Pertanahan Tahun 2026
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) berbasis pertanahan telah menjadi kebutuhan strategis bagi pemerintah daerah, kementerian, lembaga teknis, serta berbagai sektor pembangunan di Indonesia. Memasuki tahun 2026, tuntutan akan penyusunan RDTR yang akurat, adaptif, dan sesuai pedoman terbaru semakin meningkat, terutama setelah diterapkannya kebijakan pemetaan berbasis geospatial dan integrasi data pertanahan nasional.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, penyelenggaraan Bimtek Penyusunan RDTR Berbasis Pertanahan Tahun 2026 hadir sebagai sarana peningkatan kapasitas SDM agar mampu menyusun RDTR yang memenuhi kaidah peraturan perundangan, kebutuhan daerah, serta integrasi sistem OSS-RBA dalam proses perizinan.
Artikel pilar ini membahas secara komprehensif seluruh aspek terkait RDTR berbasis pertanahan, manfaat bimtek, metode pelatihan, contoh kasus, serta poin penting yang perlu dipahami oleh peserta.
Pengantar RDTR Berbasis Pertanahan Tahun 2026
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) merupakan dokumen rencana yang memuat ketentuan pemanfaatan ruang dan arahan pengendalian pemanfaatan ruang secara lebih rinci pada skala 1:5.000 atau lebih besar. Pada tahun 2026, penyusunan RDTR menekankan integrasi pertanahan yang bertujuan memastikan kesesuaian pemanfaatan ruang dengan hak-hak tanah yang tercatat pada sistem pertanahan nasional.
Beberapa pembaruan regulasi pada periode 2024–2026 mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat penyelesaian RDTR, antara lain:
Integrasi RDTR dengan basis data pertanahan Kementerian ATR/BPN.
Kewajiban digitalisasi dokumen dan peta RDTR.
Kesesuaian antara RDTR dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan rencana strategis sektor lainnya.
Implementasi RDTR sebagai dasar dalam perizinan berusaha melalui OSS-RBA.
Dengan kondisi tersebut, kompetensi teknis SDM pemerintah dan lembaga terkait menjadi sangat penting agar penyusunan RDTR dapat dilakukan secara cepat, efisien, dan sesuai regulasi.
Pentingnya RDTR Berbasis Pertanahan untuk Pemerintah Daerah dan Nasional
RDTR berbasis pertanahan menjadi backbone dalam pengelolaan ruang di Indonesia karena memuat informasi lengkap mengenai pemanfaatan ruang, zonasi, dan status pertanahan. Beberapa urgensi utamanya meliputi:
Memastikan sinkronisasi data spasial dengan legalitas tanah.
Menghindari konflik batas pemanfaatan ruang dengan hak atas tanah.
Mendukung percepatan investasi melalui kepastian pemanfaatan ruang.
Menjadi rujukan utama dalam perizinan pembangunan.
Memfasilitasi pemerintah daerah mengatur pertumbuhan wilayah.
Penyusunan RDTR dengan basis pertanahan membantu memberikan kepastian hukum dan kepastian usaha, sehingga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Tujuan Penyelenggaraan Bimtek Penyusunan RDTR Berbasis Pertanahan 2026
Kegiatan bimtek ini bertujuan meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah, praktisi tata ruang, konsultan, dan pihak terkait lainnya dalam penyusunan RDTR yang berkualitas. Tujuannya meliputi:
Memahami pedoman terbaru penyusunan RDTR 2025–2026.
Mengetahui mekanisme integrasi data pertanahan dan geospasial.
Menguasai metode analisis spasial dan analisis pemanfaatan ruang.
Memahami proses penyusunan dokumen dan peta digital RDTR.
Mampu menggunakan perangkat lunak pemetaan seperti GIS dan aplikasi terkait tata ruang.
Menyusun RDTR yang siap integrasi dengan OSS-RBA.
Dengan mengikuti bimtek ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis melalui simulasi dan studi kasus.
Ruang Lingkup Materi Bimtek RDTR Tahun 2026
Berikut ruang lingkup utama yang dibahas dalam pelatihan RDTR berbasis pertanahan.
1. Landasan Hukum dan Regulasi Terbaru
Ruang lingkup pertama adalah pemahaman menyeluruh terhadap kerangka regulasi penyusunan RDTR, seperti:
Undang-Undang Penataan Ruang
Peraturan Pemerintah terkait Penyelenggaraan Penataan Ruang
Pedoman teknis penyusunan RDTR terbaru
Ketentuan integrasi RDTR dengan OSS-RBA
Ketentuan terkait data pertanahan, status tanah, dan legalitas ruang
Pemahaman regulasi menjadi dasar agar dokumen RDTR yang disusun sesuai dengan kerangka hukum yang berlaku.
2. Integrasi RDTR dengan Data Pertanahan
Bagian ini membahas proses integrasi RDTR dengan:
Data Buku Tanah
Peta Bidang Tanah
Informasi Hak Atas Tanah
Peta Tematik Pertanahan
Data Kepemilikan Lahan
Data Kesesuaian Lahan dan Koefisien Dasar
Integrasi ini mencegah terjadinya tumpang tindih lahan dan konflik penggunaan ruang.
3. Teknik Pemetaan RDTR dan Analisis Spasial
Aspek teknis pemetaan menjadi materi inti, seperti:
Penyusunan peta dasar
Penggunaan GIS untuk analisis spasial
Pembuatan layer zonasi
Analisis kerentanan wilayah
Analisis daya dukung dan daya tampung lingkungan
Pengolahan citra satelit
Materi teknis ini diberikan secara praktis melalui sesi hands-on training.
4. Penyusunan Dokumen RDTR dan Ketentuan Zonasi
RDTR berisi arahan pemanfaatan ruang berupa:
Zona perumahan
Zona perdagangan dan jasa
Zona industri
Zona pertanian
Zona konservasi
Zona khusus strategis
Peserta akan dilatih menyusun ketentuan zonasi yang jelas, akurat, dan sesuai karakteristik daerah.
5. Digitalisasi RDTR dan Persiapan Integrasi OSS-RBA
Materi ini membahas:
Penyusunan dokumen digital
Konversi peta RDTR ke format OSS
Validasi data spasial
Pengunggahan peta ke sistem OSS-RBA
Metodologi Pelatihan Bimtek RDTR Tahun 2026
Agar materi mudah dipahami dan aplikatif, metode bimtek dirancang sebagai berikut:
Metode Pembelajaran
Pemaparan Materi
Menjelaskan konsep dan regulasi secara komprehensif.Diskusi Teknis
Peserta mengidentifikasi permasalahan tata ruang di daerah masing-masing.Studi Kasus
Analisis kasus penyusunan RDTR di beberapa kota/kabupaten.Simulasi Pemetaan
Menggunakan software GIS untuk membuat zonasi.Workshop Penyusunan Dokumen RDTR
Peserta menyusun draft RDTR berbasis data pertanahan.
Contoh Kasus Nyata: Penyusunan RDTR Kabupaten X
Untuk memperkuat pemahaman, berikut contoh kasus nyata:
Kasus:
Kabupaten X mengalami peningkatan permintaan investasi industri namun belum memiliki RDTR yang terintegrasi dengan data pertanahan, sehingga banyak permohonan izin pembangunan ditolak.
Permasalahan Utama:
Zonasi industri belum jelas
Ada tumpang tindih hak atas tanah
Infrastruktur belum mendukung
Solusi Melalui Bimtek RDTR:
Dilakukan integrasi data peta bidang tanah
Penyusunan zonasi industri baru yang berbasis ketersediaan lahan
Analisis kelayakan infrastruktur
Penyusunan RDTR digital
Integrasi ke OSS-RBA
Hasilnya, Kabupaten X berhasil menarik investasi sebesar 300 miliar dalam satu tahun setelah RDTR selesai.
Tabel: Perbandingan RDTR Konvensional vs RDTR Berbasis Pertanahan
| Aspek | RDTR Konvensional | RDTR Berbasis Pertanahan 2026 |
|---|---|---|
| Akurasi | Sedang | Sangat Tinggi |
| Integrasi Data | Terbatas | Terhubung dengan data pertanahan |
| Kepastian Hukum | Rendah | Tinggi |
| Penggunaan OSS | Tidak optimal | Fully compatible |
| Dampak Investasi | Lambat | Signifikan |
| Potensi Konflik Lahan | Tinggi | Minim |
Keunggulan Mengikuti Bimtek Penyusunan RDTR 2026
Peserta akan memperoleh manfaat berikut:
Pemahaman regulasi terbaru
Kemampuan analisis spasial
Keterampilan menggunakan software GIS
Pengetahuan penyusunan zonasi yang akurat
Penyusunan dokumen yang siap integrasi OSS
Sertifikat kompetensi
Studi kasus nyata yang aplikatif
Siapa yang Wajib Mengikuti Bimtek Ini?
Program ini wajib diikuti oleh:
Pemerintah Daerah (Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Perkim, dll.)
Kementerian dan lembaga teknis
Aparatur Sipil Negara (ASN)
Konsultan tata ruang
Praktisi GIS
Perencana wilayah
Akademisi
Output yang Dihasilkan Peserta Setelah Mengikuti Bimtek
Peserta diharapkan mampu:
Membuat peta dasar RDTR
Menyusun ketentuan zonasi
Melakukan verifikasi data pertanahan
Melakukan simulasi pemanfaatan ruang
Menyusun dokumen RDTR
Menyelesaikan peta dalam format OSS
Roadmap Penyusunan RDTR Berbasis Pertanahan
Persiapan dokumen dan data
Pengumpulan data pertanahan
Analisis kondisi eksisting
Penyusunan konsep zonasi
Pemetaan RDTR
Konsultasi publik
Finalisasi dokumen
Integrasi OSS-RBA
Penetapan RDTR
Tips Penyusunan RDTR yang Tepat dan Akurat
Gunakan data berkualitas tinggi
Validasi data pertanahan dengan lembaga kompeten
Pastikan kesesuaian dengan RTRW
Lakukan konsultasi publik
Gunakan software GIS yang standar nasional
Terapkan analisis daya dukung lingkungan
FAQ (5–7 Pertanyaan)
1. Apa itu RDTR Berbasis Pertanahan?
RDTR berbasis pertanahan adalah RDTR yang disusun dengan mengintegrasikan data hak atas tanah, peta bidang tanah, dan legalitas pertanahan.
2. Mengapa RDTR harus terintegrasi dengan OSS-RBA?
Agar proses perizinan usaha dapat berjalan otomatis berdasarkan informasi pemanfaatan ruang yang sudah ditetapkan.
3. Apakah peserta harus menguasai GIS sebelum mengikuti bimtek?
Tidak wajib, namun pemahaman dasar pemetaan akan sangat membantu.
4. Apakah RDTR bisa disusun tanpa data pertanahan?
Tidak disarankan, karena dapat menimbulkan konflik lahan dan ketidaksesuaian hukum.
5. Berapa lama proses penyusunan RDTR?
Umumnya 6–12 bulan tergantung kualitas data dan luas wilayah.
6. Apakah RDTR wajib untuk semua daerah?
Ya, terutama daerah yang membutuhkan percepatan investasi dan pengendalian tata ruang.
7. Apakah peserta memperoleh sertifikat?
Ya, peserta akan mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi.
Rekomendasi Bimtek GIS Lainnya
Bimtek Pengamanan dan Perlindungan Aset Pertanahan Pemerintah Daerah Terbaru 2026
Bimtek Tata Kelola Pertanahan Desa dalam Rangka Pembangunan Desa Mandiri Tahun 2026/2027
Bimtek Strategi Digitalisasi Peta Bidang Tanah Pemerintah Terbaru
Bimtek Penilaian dan Perhitungan Nilai Aset Tanah untuk Investasi Daerah Tahun 2026
Bimtek Tata Kelola Tanah da Hak Masyarakat Adat Tahun 2026/2027
Penutup
Hubungi kami untuk mendapatkan penawaran pelatihan terbaik dan jadwal lengkap bimtek terbaru.

