- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Bimtek Penyusunan Peta Tematik KLHS & RPPLH Berbasis SIG dan Data Geospasial Terintegrasi 2026

Bimtek Penyusunan Peta Tematik KLHS & RPPLH Berbasis SIG dan Data Geospasial Terintegrasi 2026
Perencanaan pembangunan berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari aspek lingkungan hidup. Dalam konteks kebijakan nasional dan daerah, Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) menjadi instrumen utama untuk memastikan bahwa kebijakan, rencana, dan program pembangunan telah mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan secara komprehensif.
Seiring berkembangnya teknologi, penyusunan KLHS dan RPPLH kini dituntut untuk berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan data geospasial terintegrasi. Pendekatan ini memungkinkan analisis lingkungan dilakukan secara lebih akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, Bimtek Penyusunan Peta Tematik KLHS & RPPLH Berbasis SIG dan Data Geospasial Terintegrasi 2026 hadir sebagai solusi strategis bagi pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas perencanaan lingkungan.
Artikel ini disusun sebagai artikel yang membahas secara menyeluruh konsep, kebijakan, metode, hingga praktik penyusunan peta tematik KLHS dan RPPLH berbasis SIG, sekaligus menguatkan artikel-artikel turunan yang relevan dengan pengelolaan risiko dan pembangunan berkelanjutan.
Konsep Dasar KLHS dan RPPLH
KLHS merupakan instrumen pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang digunakan untuk memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, rencana, dan program. KLHS bersifat strategis karena dilakukan pada tahap perencanaan awal.
RPPLH adalah dokumen perencanaan lingkungan hidup jangka panjang yang memuat arah kebijakan, strategi, dan program perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup di suatu wilayah. RPPLH menjadi acuan utama dalam penyusunan rencana pembangunan daerah.
Keterkaitan KLHS dan RPPLH sangat erat, karena:
KLHS memberikan analisis strategis dampak kebijakan dan rencana pembangunan
RPPLH merumuskan langkah konkret perlindungan dan pengelolaan lingkungan
Peran Peta Tematik dalam KLHS dan RPPLH
Peta tematik berfungsi sebagai alat visualisasi dan analisis spasial terhadap kondisi lingkungan hidup. Dalam KLHS dan RPPLH, peta tematik digunakan untuk:
Menggambarkan sebaran sumber daya alam
Mengidentifikasi kawasan lindung dan kawasan budidaya
Menganalisis risiko lingkungan
Menilai daya dukung dan daya tampung lingkungan
Tanpa peta tematik yang akurat, analisis KLHS dan RPPLH berisiko bersifat subjektif dan kurang berbasis data.
Pentingnya Pendekatan SIG dan Data Geospasial Terintegrasi
SIG memungkinkan pengolahan data spasial secara sistematis, terukur, dan terintegrasi. Penggunaan SIG dalam KLHS dan RPPLH memberikan berbagai keunggulan, antara lain:
Analisis spasial multi-layer
Integrasi data lintas sektor
Pemodelan dampak lingkungan
Penyajian informasi yang mudah dipahami
Data geospasial terintegrasi memastikan bahwa seluruh data yang digunakan berasal dari sumber resmi, memiliki sistem koordinat yang seragam, dan dapat diperbarui secara berkala.
Tujuan Bimtek Penyusunan Peta Tematik KLHS & RPPLH
Tujuan Umum
Meningkatkan kapasitas aparatur dan pemangku kepentingan dalam menyusun peta tematik KLHS dan RPPLH berbasis SIG dan data geospasial terintegrasi secara profesional dan sesuai regulasi.
Tujuan Khusus
Memahami konsep KLHS dan RPPLH berbasis spasial
Menguasai dasar-dasar SIG untuk analisis lingkungan
Menyusun peta tematik lingkungan hidup
Mengintegrasikan data geospasial lintas sektor
Mendukung pengambilan keputusan berbasis data
Sasaran Peserta Bimtek
Bimtek ini ditujukan bagi:
Dinas Lingkungan Hidup
Bappeda
Dinas PUPR
Dinas Tata Ruang
Tim penyusun KLHS dan RPPLH
Konsultan perencanaan lingkungan
Akademisi dan praktisi SIG
Jenis Peta Tematik dalam KLHS dan RPPLH
Beberapa peta tematik utama yang disusun dalam KLHS dan RPPLH antara lain:
Peta tutupan lahan
Peta kawasan lindung
Peta daya dukung dan daya tampung lingkungan
Peta risiko bencana
Peta kualitas air dan udara
Peta sebaran sumber daya alam
Setiap peta memiliki fungsi analitis yang saling melengkapi.
Tabel: Contoh Peta Tematik dan Fungsinya
| Jenis Peta Tematik | Fungsi Utama |
|---|---|
| Tutupan Lahan | Analisis perubahan penggunaan lahan |
| Kawasan Lindung | Perlindungan ekosistem penting |
| Risiko Bencana | Mitigasi dan adaptasi bencana |
| Daya Dukung | Evaluasi kapasitas lingkungan |
| Kualitas Lingkungan | Monitoring pencemaran |
Tahapan Penyusunan Peta Tematik Berbasis SIG
Penyusunan peta tematik dilakukan melalui tahapan sistematis, meliputi:
Inventarisasi data geospasial
Validasi dan standarisasi data
Pengolahan data menggunakan SIG
Analisis spasial tematik
Penyajian dan interpretasi peta
Bimtek memberikan panduan teknis pada setiap tahapan tersebut.
Integrasi Data Geospasial Lintas Sektor
Salah satu tantangan utama adalah integrasi data dari berbagai sektor, seperti kehutanan, pertanian, pertambangan, dan tata ruang. Pendekatan terintegrasi diperlukan agar:
Tidak terjadi tumpang tindih data
Analisis lebih komprehensif
Keputusan lebih akurat
Regulasi dan Kebijakan Pendukung
Penyusunan KLHS dan RPPLH berbasis SIG didukung oleh berbagai regulasi nasional yang menekankan pentingnya data geospasial dalam perencanaan pembangunan dan lingkungan hidup.
Contoh Kasus Nyata
Kasus Penyusunan KLHS Berbasis SIG di Pemerintah Daerah
Sebuah pemerintah daerah menerapkan SIG dalam penyusunan KLHS RTRW. Melalui bimtek, tim teknis mampu:
Mengintegrasikan data tutupan lahan dan risiko bencana
Mengidentifikasi kawasan rawan lingkungan
Merekomendasikan perubahan zonasi pembangunan
Hasilnya, kebijakan tata ruang menjadi lebih adaptif dan berwawasan lingkungan.
Keterkaitan dengan Manajemen Risiko Proyek
Peta tematik KLHS dan RPPLH juga berperan dalam pengelolaan risiko pembangunan, terutama proyek infrastruktur dan konstruksi. Analisis lingkungan yang baik dapat:
Mengurangi risiko konflik lahan
Mencegah kerusakan lingkungan
Menekan potensi kegagalan proyek
Hal ini sejalan dengan pendekatan yang dibahas dalam Bimtek Optimalisasi Manajemen Risiko dalam Proyek Konstruksi 2025, di mana data spasial menjadi dasar pengambilan keputusan.
Tantangan dalam Penyusunan Peta Tematik
Beberapa tantangan yang sering dihadapi antara lain:
Keterbatasan data mutakhir
Perbedaan standar data antar instansi
Keterbatasan SDM SIG
Kurangnya integrasi sistem
Bimtek dirancang untuk membantu peserta mengatasi tantangan tersebut.
Strategi Sukses Implementasi SIG dalam KLHS & RPPLH
Agar implementasi berjalan optimal, diperlukan:
Komitmen pimpinan daerah
Koordinasi lintas sektor
Peningkatan kapasitas SDM
Pemanfaatan teknologi terkini
Dampak Jangka Panjang bagi Pembangunan Daerah
Penyusunan peta tematik KLHS dan RPPLH berbasis SIG memberikan dampak positif, antara lain:
Perencanaan pembangunan lebih berkelanjutan
Pengelolaan lingkungan lebih efektif
Pengurangan risiko lingkungan
Peningkatan kualitas kebijakan publik
FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apa itu peta tematik KLHS dan RPPLH?
Peta tematik yang menggambarkan kondisi lingkungan untuk analisis dan perencanaan.
2. Mengapa SIG penting dalam KLHS?
Karena SIG memungkinkan analisis spasial yang akurat dan terintegrasi.
3. Apakah bimtek ini bersifat teknis?
Ya, mencakup konsep, analisis, dan praktik SIG.
4. Siapa yang sebaiknya mengikuti bimtek ini?
Aparatur pemerintah, konsultan, dan tim perencana lingkungan.
5. Apakah peserta perlu latar belakang SIG?
Tidak wajib, karena materi disusun bertahap.
6. Apa output utama bimtek?
Kemampuan menyusun peta tematik KLHS dan RPPLH berbasis SIG.
Rekomendasi Tema Berkaitan
Bimtek Teknik Penyusunan Peta Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan
Bimtek Integrasi Data Geospasial untuk Perencanaan Lingkungan Daerah
Bimtek Penerapan SIG dalam Penyusunan KLHS RTRW
Bimtek Analisis Risiko Lingkungan Berbasis Peta Tematik
Bimtek Optimalisasi Data Spasial untuk RPPLH Berkelanjutan
Penutup
Bimtek Penyusunan Peta Tematik KLHS & RPPLH Berbasis SIG dan Data Geospasial Terintegrasi 2026 merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas perencanaan lingkungan hidup di Indonesia. Dengan pendekatan berbasis data dan teknologi, pemerintah daerah dapat menyusun kebijakan yang lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan.
Tingkatkan kompetensi perencana lingkungan, optimalkan pemanfaatan SIG, dan wujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis data geospasial terintegrasi mulai sekarang

