- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Bimtek Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Balita

Bimtek Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Balita
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita merupakan salah satu intervensi gizi yang strategis dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak usia dini. Balita adalah kelompok usia yang sangat rentan terhadap masalah gizi, baik gizi kurang, gizi buruk, maupun risiko stunting yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) PMT menjadi sangat penting bagi tenaga kesehatan, pengelola program gizi, serta pemangku kepentingan di tingkat daerah.
Bimtek Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Balita dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep, kebijakan, hingga teknis pelaksanaan PMT yang efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan standar nasional. Melalui bimtek ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi program PMT di wilayah kerja masing-masing.
Konsep Dasar Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
PMT merupakan makanan tambahan yang diberikan kepada balita usia 6–59 bulan yang mengalami masalah gizi atau berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. PMT bukanlah pengganti makanan utama, melainkan pelengkap yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi spesifik balita.
Tujuan utama PMT meliputi:
Memperbaiki status gizi balita
Mencegah dan menanggulangi gizi kurang serta gizi buruk
Mendukung tumbuh kembang optimal balita
Menurunkan prevalensi stunting di daerah
PMT dapat berupa makanan lokal berbasis pangan setempat maupun produk fortifikasi sesuai ketentuan pemerintah.
Urgensi Bimtek PMT bagi Tenaga Kesehatan dan Pengelola Program
Pelaksanaan PMT yang tidak tepat sering kali disebabkan oleh kurangnya pemahaman teknis di lapangan. Bimtek PMT menjadi sarana peningkatan kapasitas SDM agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Manfaat utama bimtek PMT antara lain:
Meningkatkan kompetensi tenaga gizi dan petugas kesehatan
Menyamakan persepsi terkait standar PMT nasional
Memperkuat koordinasi lintas sektor
Mengoptimalkan pemanfaatan anggaran program gizi
Sasaran Program Pemberian Makanan Tambahan
Sasaran PMT ditetapkan berdasarkan kriteria tertentu agar intervensi tepat guna. Sasaran utama meliputi:
Balita dengan status gizi kurang
Balita dengan berat badan tidak naik
Balita dari keluarga berisiko tinggi
Balita pada wilayah dengan prevalensi stunting tinggi
Penentuan sasaran dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan di Posyandu dan fasilitas kesehatan.
Jenis-Jenis Pemberian Makanan Tambahan
PMT dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan tujuan dan bentuk penyajiannya.
PMT Pemulihan
Diberikan kepada balita dengan gizi kurang atau gizi buruk untuk meningkatkan berat badan dan status gizinya.
PMT Penyuluhan
Diberikan sebagai contoh menu sehat kepada balita normal sebagai sarana edukasi gizi bagi orang tua.
PMT Berbasis Pangan Lokal
Menggunakan bahan pangan lokal seperti beras, telur, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran yang mudah diperoleh di daerah.
Prinsip Penyusunan Menu PMT
Penyusunan menu PMT harus memperhatikan prinsip gizi seimbang dan keamanan pangan.
Prinsip utama penyusunan menu PMT:
Mengandung energi dan protein cukup
Variasi bahan pangan
Mudah diterima balita
Aman dan higienis
Berbasis pangan lokal
Contoh Komposisi Menu PMT
| Komponen | Contoh Bahan |
|---|---|
| Karbohidrat | Nasi, ubi, kentang |
| Protein Hewani | Telur, ikan, ayam |
| Protein Nabati | Tahu, tempe, kacang hijau |
| Sayuran | Bayam, wortel |
| Buah | Pisang, pepaya |
Tahapan Pelaksanaan Program PMT
Pelaksanaan PMT dilakukan secara sistematis agar memberikan hasil optimal.
Tahapan pelaksanaan meliputi:
Identifikasi sasaran balita
Perencanaan menu dan anggaran
Pelaksanaan pemberian PMT
Edukasi gizi kepada orang tua
Monitoring dan evaluasi
Peran Puskesmas dan Posyandu dalam PMT
Puskesmas dan Posyandu memiliki peran sentral dalam keberhasilan program PMT, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
Peran utama meliputi:
Pendataan dan pemantauan balita
Pelaksanaan PMT
Edukasi gizi keluarga
Pelaporan dan evaluasi program
Monitoring dan Evaluasi Program PMT
Monitoring dan evaluasi bertujuan untuk menilai efektivitas program dan memastikan PMT memberikan dampak positif.
Indikator evaluasi meliputi:
Kenaikan berat badan balita
Perubahan status gizi
Tingkat kepatuhan konsumsi PMT
Keberlanjutan praktik gizi sehat di rumah
Kebijakan Pemerintah Terkait PMT
Program PMT merupakan bagian dari kebijakan nasional percepatan penurunan stunting dan peningkatan gizi masyarakat. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan berbagai pedoman teknis pelaksanaan PMT yang dapat diakses melalui situs resmi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Integrasi PMT dengan Program Kesehatan Lain
PMT tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan program kesehatan lainnya seperti:
Program penanggulangan stunting
Pelayanan KIA
Edukasi gizi keluarga
Sanitasi dan kesehatan lingkungan
Integrasi ini penting untuk menciptakan dampak gizi yang berkelanjutan.
Penguatan Kapasitas SDM melalui Bimtek
Melalui bimtek yang terstruktur, peserta akan memperoleh:
Pemahaman kebijakan PMT terkini
Keterampilan penyusunan menu PMT
Teknik monitoring dan evaluasi
Studi kasus dan praktik terbaik
Sebagai bagian dari penguatan kompetensi tenaga kesehatan, bimtek ini juga sejalan dengan pengembangan kapasitas pada program kesehatan masyarakat lainnya yang dibahas dalam Bimtek SPI Rumah Sakit Terbaru 2025: Panduan Lengkap Meningkatkan Sistem Audit Internal.
Tantangan dalam Pelaksanaan PMT di Daerah
Beberapa tantangan yang sering dihadapi antara lain:
Keterbatasan anggaran
Kurangnya variasi menu
Rendahnya partisipasi keluarga
Distribusi PMT yang tidak merata
Bimtek menjadi solusi strategis untuk mengatasi tantangan tersebut melalui peningkatan kapasitas dan koordinasi lintas sektor.
Strategi Keberlanjutan Program PMT
Agar program PMT berkelanjutan, diperlukan:
Komitmen pemerintah daerah
Pelibatan masyarakat dan kader
Optimalisasi pangan lokal
Edukasi gizi berkelanjutan
FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apa tujuan utama Bimtek PMT pada Balita?
Untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam melaksanakan PMT secara efektif dan sesuai standar nasional.
2. Siapa saja yang perlu mengikuti Bimtek PMT?
Tenaga gizi, petugas puskesmas, kader posyandu, serta pengelola program kesehatan daerah.
3. Apakah PMT menggantikan makanan utama balita?
Tidak. PMT berfungsi sebagai tambahan untuk melengkapi kebutuhan gizi balita.
4. Mengapa PMT berbasis pangan lokal dianjurkan?
Karena lebih berkelanjutan, mudah diperoleh, dan sesuai dengan kebiasaan konsumsi masyarakat setempat.
Penutup
Bimtek Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Balita merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan gizi masyarakat. Dengan pelaksanaan yang tepat, PMT mampu menjadi intervensi efektif dalam mencegah stunting, meningkatkan status gizi balita, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Melalui peningkatan kapasitas SDM, penguatan koordinasi, dan pemanfaatan pangan lokal, program PMT dapat memberikan dampak nyata bagi kesehatan generasi masa depan.
Daftarkan instansi Anda sekarang dan tingkatkan kualitas layanan gizi balita secara profesional dan berkelanjutan.

