- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Bimtek Monitoring dan Evaluasi Status Gizi Balita 2026-2027

Permasalahan gizi balita masih menjadi isu strategis dalam pembangunan kesehatan nasional. Pemerintah pusat dan daerah terus mendorong berbagai program intervensi gizi guna menekan angka stunting, wasting, dan underweight pada anak usia di bawah lima tahun. Namun, keberhasilan program tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan monitoring dan evaluasi status gizi secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Bimtek Monitoring dan Evaluasi Status Gizi Balita 2026–2027 hadir sebagai upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya di rumah sakit, puskesmas, dan dinas kesehatan daerah. Melalui bimbingan teknis ini, peserta dibekali pemahaman konseptual, keterampilan teknis, serta kemampuan analisis data gizi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti.
Urgensi Monitoring dan Evaluasi Status Gizi Balita
Monitoring dan evaluasi status gizi balita memiliki peran krusial dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengetahui kondisi gizi individu, tetapi juga untuk memetakan permasalahan gizi di suatu wilayah.
Beberapa urgensi utama monitoring dan evaluasi gizi balita antara lain:
Mengidentifikasi balita berisiko gizi kurang dan gizi buruk sejak dini
Menilai efektivitas program intervensi gizi yang telah dilaksanakan
Menjadi dasar perencanaan program kesehatan berbasis data
Mendukung kebijakan percepatan penurunan stunting nasional
Meningkatkan kualitas pelayanan gizi di fasilitas kesehatan
Tanpa sistem monitoring dan evaluasi yang baik, program gizi berpotensi tidak tepat sasaran dan kurang memberikan dampak signifikan.
Konsep Dasar Status Gizi Balita
Status gizi balita merupakan gambaran kondisi kesehatan yang dipengaruhi oleh asupan zat gizi, status kesehatan, pola asuh, serta faktor lingkungan. Penilaian status gizi dilakukan melalui pendekatan antropometri, klinis, biokimia, dan konsumsi pangan.
Indikator Status Gizi Balita
Indikator yang umum digunakan meliputi:
Berat badan menurut umur (BB/U)
Tinggi badan menurut umur (TB/U)
Berat badan menurut tinggi badan (BB/TB)
Indeks Massa Tubuh menurut umur (IMT/U)
Indikator tersebut menjadi dasar dalam klasifikasi status gizi balita, mulai dari gizi baik hingga gizi buruk.
Kebijakan Nasional Terkait Gizi Balita
Pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai kebijakan strategis untuk meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya balita. Kebijakan ini menjadi landasan penting dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi gizi di daerah.
Beberapa kebijakan yang relevan antara lain:
Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
Program Gizi Spesifik dan Gizi Sensitif
Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan
Sebagai rujukan resmi kebijakan kesehatan dan gizi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyediakan berbagai pedoman teknis yang dapat diakses melalui situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Peran Tenaga Kesehatan dalam Monitoring Gizi Balita
Tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi status gizi balita. Peran tersebut mencakup:
Melakukan pengukuran antropometri secara akurat
Mencatat dan melaporkan data gizi secara berkala
Memberikan edukasi gizi kepada orang tua dan masyarakat
Melakukan tindak lanjut terhadap kasus gizi bermasalah
Berkoordinasi lintas sektor dalam penanganan gizi
Melalui bimtek ini, tenaga kesehatan dibekali keterampilan praktis agar mampu menjalankan peran tersebut secara profesional dan berstandar nasional.
Ruang Lingkup Bimtek Monitoring dan Evaluasi Status Gizi Balita
Bimtek ini dirancang secara komprehensif untuk menjawab kebutuhan praktis di lapangan. Ruang lingkup pembahasan meliputi:
Konsep dan prinsip monitoring gizi balita
Teknik pengukuran antropometri yang benar
Penggunaan alat ukur standar (dacin, microtoise, length board)
Pengolahan dan analisis data status gizi
Pelaporan dan pemanfaatan data gizi
Studi kasus dan praktik lapangan
Tahapan Monitoring dan Evaluasi Status Gizi Balita
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi gizi balita dilakukan melalui tahapan sistematis sebagai berikut:
1. Pengumpulan Data
Data dikumpulkan melalui kegiatan posyandu, puskesmas, dan kunjungan rumah. Data yang dikumpulkan meliputi identitas balita, hasil pengukuran, serta faktor pendukung lainnya.
2. Pengolahan Data
Data yang telah dikumpulkan diolah menggunakan aplikasi atau sistem informasi gizi untuk menghasilkan indikator status gizi yang valid.
3. Analisis dan Interpretasi
Analisis dilakukan untuk mengetahui tren status gizi, prevalensi masalah gizi, serta faktor penyebabnya.
4. Pelaporan
Hasil monitoring disusun dalam bentuk laporan berkala sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan.
5. Tindak Lanjut
Tindak lanjut dilakukan melalui intervensi gizi, rujukan medis, serta edukasi kepada keluarga balita.
Tabel Contoh Indikator Monitoring Gizi Balita
| Indikator | Tujuan | Frekuensi |
|---|---|---|
| BB/U | Menilai berat badan sesuai umur | Bulanan |
| TB/U | Mengidentifikasi stunting | 3–6 bulan |
| BB/TB | Menilai wasting | Bulanan |
| IMT/U | Menilai status gizi keseluruhan | Berkala |
Pemanfaatan Data Gizi untuk Pengambilan Kebijakan
Data hasil monitoring gizi balita memiliki nilai strategis dalam perencanaan dan evaluasi program kesehatan. Pemanfaatan data yang optimal dapat membantu pemerintah daerah dalam:
Menentukan wilayah prioritas intervensi gizi
Mengalokasikan anggaran kesehatan secara tepat
Menyusun program pencegahan stunting berbasis bukti
Mengevaluasi capaian kinerja layanan kesehatan
Dalam konteks ini, bimtek menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas analisis data gizi tenaga kesehatan.
Keterkaitan dengan Pengembangan Kapasitas SDM Kesehatan
Bimtek Monitoring dan Evaluasi Status Gizi Balita juga sejalan dengan penguatan kompetensi SDM kesehatan secara berkelanjutan. Program ini dapat menjadi bagian dari pengembangan kompetensi yang terintegrasi dengan pelatihan kesehatan lainnya, seperti Bimtek Peningkatan Kualitas Layanan Gizi Masyakarat Tahun 2026.
Manfaat Bimtek bagi Rumah Sakit dan Puskesmas
Pelaksanaan bimtek ini memberikan berbagai manfaat nyata bagi institusi layanan kesehatan, antara lain:
Peningkatan kualitas pelayanan gizi balita
Standardisasi proses monitoring dan evaluasi
Penguatan sistem pencatatan dan pelaporan
Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan
Dukungan terhadap pencapaian indikator kinerja daerah
Tantangan Monitoring Gizi Balita di Lapangan
Beberapa tantangan yang sering dihadapi di lapangan meliputi:
Keterbatasan alat ukur yang standar
Kurangnya pemahaman teknis tenaga kesehatan
Ketidakteraturan pencatatan data
Minimnya pemanfaatan data untuk evaluasi
Melalui bimtek, tantangan tersebut diatasi dengan pendekatan praktis dan berbasis kebutuhan lapangan.
Strategi Peningkatan Kualitas Monitoring dan Evaluasi
Strategi yang dibahas dalam bimtek antara lain:
Pelatihan teknis pengukuran antropometri
Pemanfaatan sistem informasi gizi digital
Penguatan koordinasi lintas sektor
Monitoring berkelanjutan berbasis wilayah
FAQ
1. Siapa saja yang perlu mengikuti bimtek ini?
Bimtek ini ditujukan bagi tenaga kesehatan rumah sakit, puskesmas, dinas kesehatan, serta pengelola program gizi di daerah.
2. Apa output utama dari bimtek ini?
Peserta mampu melakukan monitoring dan evaluasi status gizi balita secara sistematis dan sesuai standar nasional.
3. Apakah bimtek ini relevan untuk program pencegahan stunting?
Sangat relevan, karena monitoring gizi merupakan fondasi utama dalam upaya percepatan penurunan stunting.
4. Apakah bimtek mencakup praktik lapangan?
Ya, bimtek dirancang dengan kombinasi teori, studi kasus, dan praktik teknis.
Penutup
Monitoring dan evaluasi status gizi balita merupakan kunci keberhasilan program pembangunan kesehatan anak. Dengan dukungan SDM kesehatan yang kompeten, sistem yang terstandar, dan pemanfaatan data yang optimal, kualitas gizi balita dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
Bimtek Monitoring dan Evaluasi Status Gizi Balita 2026–2027 menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis bukti dan mendukung terwujudnya generasi sehat dan berkualitas.
Konsultasi program bimtek, jadwal pelaksanaan, dan pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui penyelenggara pelatihan terpercaya yang berpengalaman di bidang kesehatan masyarakat dan gizi.

