- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Bimtek Digitalisasi dan Inovasi Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2026

Transformasi digital dalam sektor pengadaan barang/jasa (PBJ) pemerintah terus berkembang pesat, terutama dalam mendorong transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas. Memasuki tahun 2026, berbagai regulasi, sistem, serta standar operasional PBJ telah diarahkan untuk mendukung layanan digital yang lebih terintegrasi. Oleh karena itu, penyelenggaraan Bimtek Digitalisasi dan Inovasi Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2026 menjadi kebutuhan strategis bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Bimtek ini tidak hanya berfokus pada pemahaman regulasi, tetapi juga implementasi platform digital seperti SPSE terbaru, e-Kontrak, Toko Daring, Katalog Elektronik, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam proses pengadaan. Melalui program ini, aparatur PBJ diharapkan memiliki kemampuan yang adaptif terhadap kebutuhan digitalisasi yang semakin kompleks.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola PBJ, artikel ini juga terhubung seperti Bimtek Pengelolaan Administrasi Ketenagakerjaan Berbasis Digital Tahun 2026 untuk memberikan pemahaman menyeluruh dalam peningkatan kapasitas pengadaan modern.
Pentingnya Digitalisasi PBJ Tahun 2026
Digitalisasi PBJ bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dengan meningkatnya kompleksitas kebutuhan layanan publik, pemerintah dituntut untuk menyediakan mekanisme PBJ yang cepat, akurat, dan berintegritas tinggi. Beberapa urgensi digitalisasi PBJ antara lain:
1. Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi
Platform digital memungkinkan seluruh proses tercatat secara otomatis, mengurangi potensi penyimpangan, serta memudahkan audit.
2. Mendorong Efisiensi Pengadaan
Dengan digitalisasi, proses dapat dilakukan tanpa batasan waktu dan lokasi. Pengadaan elektronik juga mengurangi beban administratif dan mempercepat realisasi program.
3. Memperluas Akses Penyedia
Katalog Elektronik, Toko Daring, dan marketplace pemerintah meningkatkan kesempatan UMK dapat berpartisipasi dalam PBJ.
4. Mendukung Kebijakan Nasional
Transformasi digital pemerintah (SPBE) menjadi kunci keberhasilan reformasi birokrasi modern. Informasi terkait regulasi dapat dilihat melalui Portal Pengadaan Nasional di LKPP RI.
Tujuan Penyelenggaraan Bimtek Digitalisasi dan Inovasi PBJ 2026
Program Bimtek ini diarahkan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan teknis kepada SDM pengadaan, baik di tingkat kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah.
Tujuan Umum
Meningkatkan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan layanan pengadaan berbasis digital.
Memahami kebijakan, regulasi, serta standar terbaru terkait PBJ digital 2026.
Menguasai penggunaan sistem, aplikasi, dan perangkat kerja digital dalam ekosistem PBJ.
Tujuan Khusus
Mengoperasikan fitur-fitur SPSE versi terbaru.
Melakukan digitalisasi dokumen pengadaan dan kontrak.
Menerapkan inovasi layanan berbasis teknologi informasi.
Mengoptimalkan platform e-Katalog, Toko Daring, dan marketplace pemerintah.
Mengimplementasikan prinsip pengadaan modern termasuk data-driven procurement.
Lingkup Materi Bimtek
Agar pelatihan memberikan keluaran yang optimal, materi dikembangkan komprehensif meliputi aspek teknis, regulatif, hingga inovasi strategis.
1. Kebijakan Terbaru Digitalisasi PBJ Tahun 2026
Materi mencakup:
Arah kebijakan pengadaan digital pemerintah.
Pembaruan regulasi LKPP terkait SPSE, e-Katalog, dan peran UKPBJ.
Pemanfaatan Government Marketplace untuk efisiensi belanja.
Sinkronisasi digital dengan sistem SPBE nasional.
2. Penggunaan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE)
Peserta akan mempelajari:
Pembuatan paket pengadaan
Penyusunan dokumen pemilihan elektronik
Evaluasi penawaran digital
Penerapan e-Kontrak
Monitoring dan pelaporan pengadaan melalui dashboard digital
3. Optimalisasi Katalog Elektronik & Toko Daring
Manfaat yang dipelajari:
Proses pemilihan produk dan penyedia
Mekanisme negosiasi harga digital
Penyusunan spesifikasi teknis yang sesuai standar
Peningkatan efisiensi belanja daerah
4. Inovasi Digital dalam Layanan Pengadaan
Termasuk penggunaan:
Automasi dokumen
Aplikasi AI pendukung evaluasi teknis
Dashboard analitik kinerja PBJ
Teknologi integrasi sistem pengadaan dan keuangan
Pemantauan real-time progres kontrak
Manfaat Bimtek Digitalisasi PBJ bagi Instansi Pemerintah
Berikut manfaat yang akan diterima peserta maupun organisasi:
Manfaat untuk Individu
Memperoleh pemahaman komprehensif PBJ digital
Meningkatkan kompetensi teknis dalam aplikasi SPSE, e-Katalog, dan marketplace
Mendapat kemampuan melakukan inovasi berbasis teknologi
Memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk peran strategis PBJ
Manfaat untuk Instansi Pemerintah
Efisiensi anggaran melalui penggunaan platform digital
Tata kelola pengadaan lebih transparan dan akuntabel
Mengurangi risiko pelanggaran administrasi
Mempercepat realisasi program pembangunan daerah
Tabel: Perbandingan Proses PBJ Manual vs Digital
| Aspek | PBJ Manual | PBJ Digital 2026 |
|---|---|---|
| Administrasi | Banyak dokumen fisik | Dokumen elektronik otomatis |
| Waktu Proses | Lama, bergantung pertemuan fisik | Cepat, fleksibel, dapat dilakukan daring |
| Transparansi | Rentan tidak terpantau | Setiap aksi tercatat dalam sistem |
| Pengawasan | Terbatas | Dilengkapi dashboard monitoring |
| Keamanan Data | Bergantung arsip fisik | Enkripsi & penyimpanan digital |
| Efisiensi Anggaran | Banyak duplikasi | Lebih hemat & terukur |
Komponen Kompetensi Digital yang Wajib Dikuasai ASN PBJ 2026
Agar dapat beradaptasi dengan transformasi digital, peserta Bimtek harus menguasai kompetensi berikut:
Literasi teknologi informasi
Pemahaman dasar keamanan siber
Penggunaan sistem e-procurement
Pemahaman data dan analitik dasar
Kemampuan otomasi administrasi
Adaptasi terhadap sistem baru
Problem solving berbasis teknologi
Komponen ini juga berhubungan erat dengan peningkatan kapasitas SDM yang dibahas secara lebih mendalam melalui Bimtek Pengelolaan Administrasi Ketenagakerjaan Berbasis Digital Tahun 2026
Tantangan Implementasi Digitalisasi PBJ
Meskipun manfaatnya besar, implementasi digitalisasi PBJ juga memiliki tantangan, antara lain:
1. Kesiapan SDM
Tidak semua aparatur memiliki kompetensi digital yang sama. Pelatihan intensif menjadi solusi utama.
2. Keterbatasan Infrastruktur
Beberapa daerah masih terbatas akses internet atau perangkat digital.
3. Perubahan Budaya Kerja
Transformasi digital membutuhkan perubahan mindset, dari proses manual menuju serba otomatis.
4. Integrasi Antar-Sistem
Masih terdapat instansi yang belum mengintegrasikan sistem pengadaan dengan keuangan atau perencanaan.
Strategi Implementasi Digitalisasi Pengadaan 2026
Strategi berikut sangat penting untuk memastikan digitalisasi berjalan efektif:
A. Penguatan Regulasi dan SOP
Menyusun pedoman teknis PBJ digital
Menetapkan standar minimal kompetensi SDM PBJ
B. Peningkatan Kapasitas Aparatur
Melalui pelatihan, workshop, studi kasus, dan Bimtek tematik.
C. Optimalisasi Infrastruktur TI
Penyediaan server dan jaringan yang memadai
Keamanan sistem dan enkripsi data
D. Kolaborasi dengan Penyedia Teknologi
Dalam pengembangan fitur digital baru pada sistem PBJ.
Hubungan Digitalisasi PBJ dengan Reformasi Birokrasi 2026
Digitalisasi PBJ selaras dengan program transformasi digital pemerintah dalam kerangka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Informasi SPBE dapat diakses pada Portal SPBE Pemerintah.
Implementasi SPBE yang baik mendorong:
Pelayanan publik lebih efisien
Akses data lebih terintegrasi
Pengawasan lebih optimal
Proses anggaran dan pengadaan lebih terkontrol
Digitalisasi PBJ menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian SPBE nasional.
Keterkaitan dengan Tema PBJ
Bimtek Pengelolaan Administrasi Ketenagakerjaan Berbasis Digital Tahun 2026 ini memberikan pengetahuan lanjutan mengenai penguatan kapasitas aparatur dalam mendukung digitalisasi PBJ.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa tujuan utama Bimtek Digitalisasi PBJ 2026?
Tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan aparatur pemerintah dalam mengimplementasikan sistem pengadaan digital yang sesuai regulasi terbaru.
2. Siapa yang sebaiknya mengikuti Bimtek ini?
Peserta ideal meliputi pejabat pengadaan, PPK, pokja pemilihan, verifikator, bendahara, dan staf administrasi yang terlibat dalam proses PBJ.
3. Apa manfaat digitalisasi PBJ bagi pemerintah daerah?
Manfaatnya meliputi efisiensi anggaran, percepatan proses belanja, transparansi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
4. Apakah Bimtek ini mendukung penggunaan e-Katalog dan Toko Daring?
Ya, salah satu fokus Bimtek adalah optimalisasi pemanfaatan e-Katalog, Toko Daring, dan fitur digital lainnya.
Penutup
Digitalisasi dan inovasi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah merupakan pilar utama untuk meningkatkan tata kelola, efisiensi, dan integritas belanja pemerintah. Melalui Bimtek Digitalisasi dan Inovasi Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2026, instansi pemerintah dapat memastikan bahwa SDM mereka memiliki kemampuan yang relevan untuk menghadapi tantangan era digital.
Program ini bukan hanya pelatihan teknis, tetapi investasi jangka panjang bagi profesionalisme aparatur dan kualitas layanan pengadaan nasional.
Segera daftarkan tim Anda sekarang dan tingkatkan kualitas pengadaan pemerintah menuju transformasi digital 2026 yang lebih profesional dan berintegritas.

