Bimtek Lainnya

Bimtek Pengembangan RPS Berbasis CPL-OP-OBE Tahun 2026

Bimtek Pengembangan RPS Berbasis CPL-OP-OBE Tahun 2026

Transformasi pendidikan tinggi di Indonesia terus bergerak menuju pembelajaran yang berorientasi pada capaian nyata lulusan. Pergeseran paradigma dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis capaian atau Outcome Based Education (OBE) menuntut perguruan tinggi untuk menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang selaras dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Outcome Program (OP).

Bimtek Pengembangan RPS Berbasis CPL-OP-OBE Tahun 2026 hadir sebagai solusi strategis untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen serta pengelola program studi dalam menyusun RPS yang adaptif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).


Konsep Dasar Outcome Based Education (OBE)

Outcome Based Education merupakan pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada hasil belajar yang ingin dicapai mahasiswa setelah menyelesaikan suatu proses pembelajaran. Fokus utama OBE adalah apa yang dapat dilakukan oleh lulusan, bukan hanya apa yang diajarkan oleh dosen.

Prinsip utama OBE meliputi:

  • Berorientasi pada capaian pembelajaran

  • Berbasis kebutuhan pemangku kepentingan

  • Terukur dan dapat dievaluasi

  • Berkelanjutan dan adaptif

Dalam konteks ini, RPS menjadi dokumen kunci yang menjembatani kebijakan kurikulum dengan praktik pembelajaran di kelas.


Pemahaman CPL, OP, dan Keterkaitannya dalam RPS

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) merupakan kemampuan yang harus dimiliki lulusan program studi, mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus. CPL dirumuskan berdasarkan standar nasional pendidikan tinggi dan kebutuhan pengguna lulusan.

Outcome Program (OP) adalah turunan dari CPL yang menggambarkan hasil yang diharapkan dari suatu program studi secara lebih operasional. OP kemudian diturunkan menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang menjadi dasar penyusunan RPS.

Hubungan CPL, OP, dan RPS dapat digambarkan sebagai berikut:

  • CPL → Outcome Program (OP)

  • OP → CPMK

  • CPMK → Sub-CPMK dan aktivitas pembelajaran

Bimtek Lainnya :  Bimtek Manajemen Distribusi Barang Kebutuhan Pokok dan Penting Terbaru Tahun 2026

Bimtek ini menekankan keterkaitan hierarkis tersebut agar RPS tidak disusun secara parsial, melainkan sistematis dan terintegrasi.


Urgensi Bimtek Pengembangan RPS Tahun 2026

Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk melakukan penyesuaian kurikulum secara berkelanjutan. Akreditasi, audit mutu internal, serta tuntutan dunia industri mendorong perlunya RPS yang:

  • Selaras dengan kebijakan MBKM

  • Mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU)

  • Relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat

  • Memanfaatkan metode pembelajaran inovatif

Bimtek Pengembangan RPS Berbasis CPL-OP-OBE memberikan panduan praktis agar dosen mampu menyusun RPS yang tidak hanya memenuhi standar dokumen, tetapi juga efektif dalam implementasi pembelajaran.


Landasan Kebijakan Pengembangan RPS OBE

Pengembangan RPS berbasis OBE memiliki dasar kebijakan yang kuat di tingkat nasional. Beberapa regulasi dan kebijakan yang menjadi rujukan antara lain:

  • Standar Nasional Pendidikan Tinggi

  • Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka

  • Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi

Informasi resmi mengenai kebijakan pendidikan tinggi dan MBKM dapat diakses melalui
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi


Struktur RPS Berbasis CPL-OP-OBE

RPS berbasis OBE memiliki struktur yang lebih sistematis dan terukur dibandingkan RPS konvensional. Komponen utama yang dibahas dalam bimtek meliputi:

  • Identitas mata kuliah

  • Deskripsi mata kuliah

  • CPL program studi

  • Outcome Program (OP) terkait

  • Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)

  • Bahan kajian

  • Metode pembelajaran

  • Pengalaman belajar mahasiswa

  • Penilaian dan rubrik asesmen

  • Referensi pembelajaran

Setiap komponen disusun dengan prinsip keterkaitan dan keselarasan (alignment).


Tahapan Penyusunan RPS Berbasis OBE

Dalam bimtek, peserta dibimbing melalui tahapan penyusunan RPS secara bertahap, antara lain:

  1. Identifikasi CPL dan OP program studi

  2. Penurunan CPMK dari OP

  3. Penyusunan sub-CPMK per pertemuan

  4. Penentuan metode pembelajaran yang relevan

  5. Perancangan asesmen berbasis capaian

  6. Penyusunan rubrik penilaian

Tahapan ini membantu dosen menghasilkan RPS yang konsisten antara tujuan, proses, dan evaluasi.

Bimtek Lainnya :  Bimtek Strategi Konversi SKS pada Program MBKM Tahun 2026–2027

Metode Pembelajaran dalam RPS OBE

Pendekatan OBE mendorong penggunaan metode pembelajaran aktif dan kontekstual. Beberapa metode yang sering dibahas dalam bimtek antara lain:

  • Project Based Learning

  • Case Based Learning

  • Problem Based Learning

  • Collaborative Learning

  • Experiential Learning

Metode-metode tersebut mendukung pencapaian CPL secara lebih optimal dan relevan dengan dunia kerja.


Integrasi RPS dengan Program MBKM

RPS berbasis OBE harus mampu mengakomodasi skema pembelajaran di luar kampus sebagaimana diamanatkan dalam MBKM. Oleh karena itu, bimtek juga membahas integrasi RPS dengan aktivitas seperti:

  • Magang industri

  • Proyek sosial

  • Asistensi mengajar

  • Riset

  • Kegiatan wirausaha

Dalam konteks ini, penguatan kemitraan menjadi aspek penting, sebagaimana dibahas dalam Bimtek Kemitraan Industri dalam Program Kampus Merdeka Tahun 2026 yang relevan untuk mendukung implementasi RPS MBKM.


Contoh Pemetaan CPL ke CPMK

CPL Program StudiOutcome ProgramCPMK Mata KuliahMetode Pembelajaran
CPL-1OP-1CPMK-1Case Based Learning
CPL-2OP-2CPMK-2Project Based Learning
CPL-3OP-3CPMK-3Diskusi dan Presentasi

Sistem Penilaian dan Asesmen OBE

Asesmen dalam OBE tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses pembelajaran. Bimtek membahas berbagai teknik asesmen, seperti:

  • Penilaian kinerja

  • Portofolio

  • Proyek

  • Presentasi

  • Refleksi pembelajaran

Rubrik penilaian menjadi instrumen penting untuk memastikan objektivitas dan transparansi penilaian capaian mahasiswa.


Peran Dosen dan Pengelola Prodi dalam Implementasi RPS

Keberhasilan RPS berbasis CPL-OP-OBE sangat ditentukan oleh peran aktif dosen dan pengelola program studi. Dosen berperan sebagai fasilitator pembelajaran, sementara pengelola prodi memastikan konsistensi kurikulum dan mutu implementasi.

Bimtek memberikan ruang diskusi dan praktik langsung agar peserta mampu mengidentifikasi tantangan implementasi serta merumuskan solusi yang sesuai dengan konteks institusi masing-masing.


Tantangan Pengembangan RPS Berbasis OBE

Beberapa tantangan yang sering dihadapi antara lain:

  • Pemahaman OBE yang belum merata

  • Kesulitan merumuskan CPMK terukur

  • Penyusunan rubrik asesmen yang objektif

  • Integrasi RPS dengan MBKM

Bimtek Lainnya :  BIMTEK PENGUATAN KAPASITAS PENGEMBANGAN CADANGAN PANGAN DI PEMERINTAH DAERAH 2025

Melalui bimtek, peserta dibekali strategi praktis dan contoh implementasi untuk mengatasi tantangan tersebut.


Manfaat Jangka Panjang Bimtek RPS OBE

Pelaksanaan bimtek memberikan manfaat strategis, antara lain:

  • Peningkatan mutu pembelajaran

  • Keselarasan kurikulum dengan kebutuhan industri

  • Dukungan terhadap akreditasi dan penjaminan mutu

  • Peningkatan daya saing lulusan

Dengan RPS yang baik, proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan berdampak nyata.


FAQ Seputar Bimtek Pengembangan RPS OBE

Apa tujuan utama Bimtek Pengembangan RPS Berbasis CPL-OP-OBE?
Untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun RPS yang selaras dengan capaian pembelajaran dan kebutuhan MBKM.

Siapa yang perlu mengikuti bimtek ini?
Dosen, pengelola program studi, dan tim pengembang kurikulum perguruan tinggi.

Apakah bimtek ini relevan untuk semua program studi?
Ya, prinsip OBE dapat diterapkan pada semua bidang ilmu.

Bagaimana kaitan RPS OBE dengan akreditasi?
RPS berbasis OBE menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian mutu dan akreditasi program studi.


Penutup

Bimtek Pengembangan RPS Berbasis CPL-OP-OBE Tahun 2026 merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran perguruan tinggi. Dengan pemahaman yang komprehensif dan praktik penyusunan yang tepat, RPS tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga instrumen utama dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.

Informasi pendaftaran, jadwal, dan pelaksanaan kegiatan dapat diperoleh melalui lembaga penyelenggara pelatihan dan mitra pengembangan pendidikan tinggi.

author-avatar

Tentang EDUKASINDO

SENTRA MEDIA EDUKASINDO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendampingan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan kemajuan di bidang pendidikan dan telekomunikasi. Kami melayani individu yang menjadi bagian dari suatu organisasi, baik sebagai karyawan maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan SDM di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *