- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Bimtek Pengembangan RPS Berbasis CPL-OP-OBE Tahun 2026

Transformasi pendidikan tinggi di Indonesia terus bergerak menuju pembelajaran yang berorientasi pada capaian nyata lulusan. Pergeseran paradigma dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis capaian atau Outcome Based Education (OBE) menuntut perguruan tinggi untuk menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang selaras dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Outcome Program (OP).
Bimtek Pengembangan RPS Berbasis CPL-OP-OBE Tahun 2026 hadir sebagai solusi strategis untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen serta pengelola program studi dalam menyusun RPS yang adaptif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Konsep Dasar Outcome Based Education (OBE)
Outcome Based Education merupakan pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada hasil belajar yang ingin dicapai mahasiswa setelah menyelesaikan suatu proses pembelajaran. Fokus utama OBE adalah apa yang dapat dilakukan oleh lulusan, bukan hanya apa yang diajarkan oleh dosen.
Prinsip utama OBE meliputi:
Berorientasi pada capaian pembelajaran
Berbasis kebutuhan pemangku kepentingan
Terukur dan dapat dievaluasi
Berkelanjutan dan adaptif
Dalam konteks ini, RPS menjadi dokumen kunci yang menjembatani kebijakan kurikulum dengan praktik pembelajaran di kelas.
Pemahaman CPL, OP, dan Keterkaitannya dalam RPS
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) merupakan kemampuan yang harus dimiliki lulusan program studi, mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus. CPL dirumuskan berdasarkan standar nasional pendidikan tinggi dan kebutuhan pengguna lulusan.
Outcome Program (OP) adalah turunan dari CPL yang menggambarkan hasil yang diharapkan dari suatu program studi secara lebih operasional. OP kemudian diturunkan menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang menjadi dasar penyusunan RPS.
Hubungan CPL, OP, dan RPS dapat digambarkan sebagai berikut:
CPL → Outcome Program (OP)
OP → CPMK
CPMK → Sub-CPMK dan aktivitas pembelajaran
Bimtek ini menekankan keterkaitan hierarkis tersebut agar RPS tidak disusun secara parsial, melainkan sistematis dan terintegrasi.
Urgensi Bimtek Pengembangan RPS Tahun 2026
Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk melakukan penyesuaian kurikulum secara berkelanjutan. Akreditasi, audit mutu internal, serta tuntutan dunia industri mendorong perlunya RPS yang:
Selaras dengan kebijakan MBKM
Mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU)
Relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat
Memanfaatkan metode pembelajaran inovatif
Bimtek Pengembangan RPS Berbasis CPL-OP-OBE memberikan panduan praktis agar dosen mampu menyusun RPS yang tidak hanya memenuhi standar dokumen, tetapi juga efektif dalam implementasi pembelajaran.
Landasan Kebijakan Pengembangan RPS OBE
Pengembangan RPS berbasis OBE memiliki dasar kebijakan yang kuat di tingkat nasional. Beberapa regulasi dan kebijakan yang menjadi rujukan antara lain:
Standar Nasional Pendidikan Tinggi
Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi
Informasi resmi mengenai kebijakan pendidikan tinggi dan MBKM dapat diakses melalui
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur RPS Berbasis CPL-OP-OBE
RPS berbasis OBE memiliki struktur yang lebih sistematis dan terukur dibandingkan RPS konvensional. Komponen utama yang dibahas dalam bimtek meliputi:
Identitas mata kuliah
Deskripsi mata kuliah
CPL program studi
Outcome Program (OP) terkait
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
Bahan kajian
Metode pembelajaran
Pengalaman belajar mahasiswa
Penilaian dan rubrik asesmen
Referensi pembelajaran
Setiap komponen disusun dengan prinsip keterkaitan dan keselarasan (alignment).
Tahapan Penyusunan RPS Berbasis OBE
Dalam bimtek, peserta dibimbing melalui tahapan penyusunan RPS secara bertahap, antara lain:
Identifikasi CPL dan OP program studi
Penurunan CPMK dari OP
Penyusunan sub-CPMK per pertemuan
Penentuan metode pembelajaran yang relevan
Perancangan asesmen berbasis capaian
Penyusunan rubrik penilaian
Tahapan ini membantu dosen menghasilkan RPS yang konsisten antara tujuan, proses, dan evaluasi.
Metode Pembelajaran dalam RPS OBE
Pendekatan OBE mendorong penggunaan metode pembelajaran aktif dan kontekstual. Beberapa metode yang sering dibahas dalam bimtek antara lain:
Project Based Learning
Case Based Learning
Problem Based Learning
Collaborative Learning
Experiential Learning
Metode-metode tersebut mendukung pencapaian CPL secara lebih optimal dan relevan dengan dunia kerja.
Integrasi RPS dengan Program MBKM
RPS berbasis OBE harus mampu mengakomodasi skema pembelajaran di luar kampus sebagaimana diamanatkan dalam MBKM. Oleh karena itu, bimtek juga membahas integrasi RPS dengan aktivitas seperti:
Magang industri
Proyek sosial
Asistensi mengajar
Riset
Kegiatan wirausaha
Dalam konteks ini, penguatan kemitraan menjadi aspek penting, sebagaimana dibahas dalam Bimtek Kemitraan Industri dalam Program Kampus Merdeka Tahun 2026 yang relevan untuk mendukung implementasi RPS MBKM.
Contoh Pemetaan CPL ke CPMK
| CPL Program Studi | Outcome Program | CPMK Mata Kuliah | Metode Pembelajaran |
|---|---|---|---|
| CPL-1 | OP-1 | CPMK-1 | Case Based Learning |
| CPL-2 | OP-2 | CPMK-2 | Project Based Learning |
| CPL-3 | OP-3 | CPMK-3 | Diskusi dan Presentasi |
Sistem Penilaian dan Asesmen OBE
Asesmen dalam OBE tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses pembelajaran. Bimtek membahas berbagai teknik asesmen, seperti:
Penilaian kinerja
Portofolio
Proyek
Presentasi
Refleksi pembelajaran
Rubrik penilaian menjadi instrumen penting untuk memastikan objektivitas dan transparansi penilaian capaian mahasiswa.
Peran Dosen dan Pengelola Prodi dalam Implementasi RPS
Keberhasilan RPS berbasis CPL-OP-OBE sangat ditentukan oleh peran aktif dosen dan pengelola program studi. Dosen berperan sebagai fasilitator pembelajaran, sementara pengelola prodi memastikan konsistensi kurikulum dan mutu implementasi.
Bimtek memberikan ruang diskusi dan praktik langsung agar peserta mampu mengidentifikasi tantangan implementasi serta merumuskan solusi yang sesuai dengan konteks institusi masing-masing.
Tantangan Pengembangan RPS Berbasis OBE
Beberapa tantangan yang sering dihadapi antara lain:
Pemahaman OBE yang belum merata
Kesulitan merumuskan CPMK terukur
Penyusunan rubrik asesmen yang objektif
Integrasi RPS dengan MBKM
Melalui bimtek, peserta dibekali strategi praktis dan contoh implementasi untuk mengatasi tantangan tersebut.
Manfaat Jangka Panjang Bimtek RPS OBE
Pelaksanaan bimtek memberikan manfaat strategis, antara lain:
Peningkatan mutu pembelajaran
Keselarasan kurikulum dengan kebutuhan industri
Dukungan terhadap akreditasi dan penjaminan mutu
Peningkatan daya saing lulusan
Dengan RPS yang baik, proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan berdampak nyata.
FAQ Seputar Bimtek Pengembangan RPS OBE
Apa tujuan utama Bimtek Pengembangan RPS Berbasis CPL-OP-OBE?
Untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun RPS yang selaras dengan capaian pembelajaran dan kebutuhan MBKM.
Siapa yang perlu mengikuti bimtek ini?
Dosen, pengelola program studi, dan tim pengembang kurikulum perguruan tinggi.
Apakah bimtek ini relevan untuk semua program studi?
Ya, prinsip OBE dapat diterapkan pada semua bidang ilmu.
Bagaimana kaitan RPS OBE dengan akreditasi?
RPS berbasis OBE menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian mutu dan akreditasi program studi.
Penutup
Bimtek Pengembangan RPS Berbasis CPL-OP-OBE Tahun 2026 merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran perguruan tinggi. Dengan pemahaman yang komprehensif dan praktik penyusunan yang tepat, RPS tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga instrumen utama dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.
Informasi pendaftaran, jadwal, dan pelaksanaan kegiatan dapat diperoleh melalui lembaga penyelenggara pelatihan dan mitra pengembangan pendidikan tinggi.

