Bimtek Lainnya

Bimtek Sistem Penjaminan Mutu MBKM di Perguruan Tinggi

Bimtek sistem penjaminan mutu MBKM di perguruan tinggi untuk memastikan implementasi Merdeka Belajar–Kampus Merdeka berjalan bermutu dan berkelanjutan.

Kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) telah membawa perubahan mendasar dalam tata kelola pendidikan tinggi di Indonesia. Fleksibilitas pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa belajar di luar program studi dan di luar kampus membuka peluang besar untuk meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Namun, fleksibilitas tersebut juga menghadirkan tantangan serius dalam menjaga mutu akademik secara konsisten.

Tanpa sistem penjaminan mutu yang kuat, implementasi MBKM berpotensi berjalan tidak seragam, sulit dievaluasi, dan rawan menimbulkan ketidaksesuaian capaian pembelajaran. Oleh karena itu, penguatan Sistem Penjaminan Mutu MBKM di Perguruan Tinggi menjadi aspek krusial yang tidak dapat diabaikan. Melalui Bimtek Sistem Penjaminan Mutu MBKM di Perguruan Tinggi, institusi pendidikan tinggi dibekali pemahaman konseptual dan teknis untuk memastikan bahwa setiap aktivitas MBKM tetap memenuhi standar mutu nasional pendidikan tinggi.


Urgensi Sistem Penjaminan Mutu dalam Implementasi MBKM

MBKM memberikan otonomi yang lebih besar kepada perguruan tinggi dan mahasiswa. Namun, otonomi tersebut harus diimbangi dengan mekanisme kontrol mutu yang sistematis dan terukur.

Urgensi sistem penjaminan mutu MBKM antara lain:

  • Menjamin kesetaraan mutu pembelajaran di dalam dan luar kampus

  • Memastikan ketercapaian capaian pembelajaran lulusan (CPL)

  • Menjaga kredibilitas dan akuntabilitas akademik

  • Mendukung pengakuan hasil belajar mahasiswa

  • Menjadi dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan

Bimtek menjadi sarana strategis untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas perguruan tinggi dalam mengelola mutu MBKM.


Landasan Kebijakan Penjaminan Mutu MBKM

Sistem penjaminan mutu MBKM berlandaskan pada regulasi nasional yang mengatur pendidikan tinggi dan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka. Regulasi ini menegaskan bahwa setiap inovasi pembelajaran harus tetap berada dalam koridor mutu pendidikan.

Rujukan kebijakan resmi dapat diakses melalui situs pemerintah berikut:

Kebijakan tersebut menekankan pentingnya integrasi MBKM ke dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) perguruan tinggi.


Tujuan Bimtek Sistem Penjaminan Mutu MBKM

Bimtek ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan pengelola perguruan tinggi dalam mengembangkan dan menerapkan sistem penjaminan mutu MBKM.

Tujuan utama bimtek meliputi:

  • Memahami konsep penjaminan mutu MBKM

  • Mengintegrasikan MBKM ke dalam SPMI

  • Menyusun standar dan indikator mutu MBKM

  • Meningkatkan kapasitas monitoring dan evaluasi

  • Mendorong budaya mutu dalam implementasi MBKM

Bimtek Lainnya :  Training WebGIS: Pelatihan Pengembangan Aplikasi WebGIS & Visualisasi Data Spasial 2025

Dengan tujuan tersebut, bimtek menjadi instrumen penting dalam penguatan tata kelola MBKM.


Konsep Dasar Sistem Penjaminan Mutu MBKM

Sistem penjaminan mutu MBKM merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem penjaminan mutu perguruan tinggi secara keseluruhan. Sistem ini memastikan bahwa seluruh proses MBKM direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

Konsep dasar penjaminan mutu MBKM meliputi:

  • Penetapan standar mutu MBKM

  • Pelaksanaan kegiatan sesuai standar

  • Evaluasi ketercapaian standar

  • Pengendalian dan peningkatan mutu

Konsep ini sejalan dengan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).


Integrasi MBKM dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Integrasi MBKM ke dalam SPMI merupakan langkah strategis agar implementasi MBKM tidak berjalan terpisah dari sistem mutu yang telah ada.

Aspek integrasi MBKM dalam SPMI antara lain:

  • Standar pendidikan yang mencakup kegiatan MBKM

  • Standar proses pembelajaran di luar kampus

  • Standar penilaian dan konversi SKS

  • Standar dosen dan tenaga kependidikan

  • Standar kerja sama dengan mitra

Bimtek memberikan panduan teknis untuk menyelaraskan dokumen SPMI dengan kebijakan MBKM.


Standar Mutu dalam Implementasi MBKM

Perguruan tinggi perlu menetapkan standar mutu MBKM yang jelas dan terukur agar implementasinya dapat dievaluasi secara objektif.

Berikut contoh komponen standar mutu MBKM:

Komponen MutuFokus Penjaminan
KurikulumKesesuaian CPL dan kegiatan MBKM
ProsesPelaksanaan pembelajaran MBKM
PenilaianInstrumen dan mekanisme evaluasi
SDMKompetensi dosen pembimbing
MitraKualitas dan komitmen mitra MBKM

Standar ini menjadi acuan utama dalam pengendalian mutu MBKM.


Peran Unit Penjaminan Mutu dalam MBKM

Unit penjaminan mutu memiliki peran strategis dalam memastikan implementasi MBKM berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Peran unit penjaminan mutu meliputi:

  • Menyusun kebijakan dan pedoman mutu MBKM

  • Melakukan audit mutu internal MBKM

  • Memantau ketercapaian indikator mutu

  • Memberikan rekomendasi perbaikan

  • Mendukung budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi

Melalui bimtek, unit penjaminan mutu diperkuat dalam menjalankan peran tersebut secara efektif.

Bimtek Lainnya :  BIMTEK NASIONAL 2025: PENGAWASAN DAN PENANGANAN KEAMANAN PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT) SESUAI STANDAR NASIONAL

Peran Program Studi dalam Penjaminan Mutu MBKM

Program studi merupakan ujung tombak implementasi MBKM sekaligus penjamin mutu akademik.

Peran program studi dalam penjaminan mutu MBKM antara lain:

  • Menetapkan CPL dan pemetaan MBKM

  • Menyusun pedoman operasional MBKM

  • Menjamin kesesuaian konversi SKS

  • Melakukan evaluasi capaian pembelajaran

  • Melaporkan hasil pelaksanaan MBKM

Bimtek membantu program studi memahami perannya dalam kerangka sistem mutu yang terintegrasi.


Peran Dosen dalam Penjaminan Mutu MBKM

Dosen berperan langsung dalam menjaga mutu pembelajaran MBKM melalui pendampingan, penilaian, dan refleksi akademik.

Peran dosen dalam penjaminan mutu MBKM meliputi:

  • Membimbing mahasiswa secara akademik

  • Menilai capaian pembelajaran berbasis OBE

  • Mendokumentasikan proses dan hasil belajar

  • Memberikan umpan balik berkelanjutan

Peningkatan kompetensi dosen menjadi salah satu fokus utama dalam bimtek.


Monitoring dan Evaluasi Implementasi MBKM

Monitoring dan evaluasi merupakan komponen kunci dalam sistem penjaminan mutu MBKM. Proses ini memastikan bahwa pelaksanaan MBKM sesuai dengan rencana dan standar yang ditetapkan.

Aspek monitoring dan evaluasi MBKM meliputi:

  • Kesesuaian kegiatan dengan rencana pembelajaran

  • Ketercapaian CPL mahasiswa

  • Kinerja dosen pembimbing dan mitra

  • Kepuasan mahasiswa dan pemangku kepentingan

Hasil monitoring dan evaluasi menjadi dasar pengendalian dan peningkatan mutu.


Tantangan dalam Penjaminan Mutu MBKM

Implementasi sistem penjaminan mutu MBKM tidak lepas dari berbagai tantangan.

Beberapa tantangan yang umum dihadapi antara lain:

  • Variasi kualitas mitra MBKM

  • Perbedaan pemahaman standar mutu

  • Keterbatasan SDM penjaminan mutu

  • Kompleksitas monitoring kegiatan di luar kampus

  • Integrasi data dan sistem informasi

Bimtek menjadi ruang strategis untuk merumuskan solusi dan praktik baik dalam menghadapi tantangan tersebut.


Strategi Penguatan Sistem Penjaminan Mutu MBKM

Untuk menghadapi dinamika implementasi MBKM tahun 2026 dan seterusnya, perguruan tinggi perlu menerapkan strategi penguatan sistem mutu.

Strategi yang dibahas dalam bimtek meliputi:

  • Penyusunan standar mutu MBKM yang adaptif

  • Penguatan kapasitas unit penjaminan mutu

  • Digitalisasi monitoring dan evaluasi

  • Peningkatan kompetensi dosen pembimbing

  • Evaluasi dan peningkatan berkelanjutan

Strategi ini mendukung keberlanjutan dan konsistensi mutu MBKM.


Keterkaitan Sistem Penjaminan Mutu dengan Implementasi Kurikulum MBKM

Sistem penjaminan mutu MBKM tidak dapat dipisahkan dari desain dan implementasi kurikulum MBKM secara menyeluruh. Kurikulum yang dirancang berbasis capaian pembelajaran akan memudahkan pengendalian dan evaluasi mutu.

Bimtek Lainnya :  Bimtek Panduan Penyusunan Kurikulum MBKM di Perguruan Tinggi

Untuk pendalaman lebih lanjut mengenai kebijakan dan praktik implementasi MBKM, artikel ini terintegrasi dengan Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) di Perguruan Tinggi sebagai rujukan utama dalam penguatan MBKM di perguruan tinggi.


Manfaat Mengikuti Bimtek Sistem Penjaminan Mutu MBKM

Pelaksanaan bimtek memberikan manfaat strategis bagi perguruan tinggi dan seluruh pemangku kepentingan.

Manfaat bagi Perguruan Tinggi:

  • Implementasi MBKM yang bermutu dan terstandar

  • Kepastian akademik dan akuntabilitas

  • Peningkatan kepercayaan publik

  • Dukungan terhadap akreditasi dan pemeringkatan

Manfaat bagi Pengelola dan Dosen:

  • Pemahaman sistem mutu MBKM

  • Peningkatan kompetensi monitoring dan evaluasi

  • Kejelasan peran dan tanggung jawab

  • Dukungan pengambilan keputusan berbasis data


FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apa yang dimaksud dengan sistem penjaminan mutu MBKM?
Sistem penjaminan mutu MBKM adalah mekanisme untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan MBKM memenuhi standar mutu akademik yang ditetapkan.

2. Apakah MBKM wajib masuk dalam SPMI perguruan tinggi?
Ya, MBKM perlu diintegrasikan ke dalam SPMI agar pelaksanaannya terkontrol dan berkelanjutan.

3. Siapa yang bertanggung jawab atas mutu MBKM?
Tanggung jawab mutu MBKM bersifat kolektif, melibatkan pimpinan, unit penjaminan mutu, program studi, dan dosen.

4. Bagaimana cara mengevaluasi mutu kegiatan MBKM di luar kampus?
Evaluasi dilakukan melalui monitoring, penilaian capaian pembelajaran, laporan mahasiswa, dan umpan balik mitra.


Penutup

Bimtek Sistem Penjaminan Mutu MBKM di Perguruan Tinggi merupakan langkah strategis untuk memastikan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka berjalan secara konsisten, terukur, dan bermutu. Dengan sistem penjaminan mutu yang kuat, fleksibilitas MBKM dapat diimplementasikan tanpa mengorbankan kualitas akademik.

Melalui bimtek ini, perguruan tinggi diharapkan mampu membangun budaya mutu yang adaptif dan berkelanjutan, sehingga MBKM benar-benar menjadi instrumen transformasi pendidikan tinggi yang berdampak nyata.


Perkuat sistem penjaminan mutu MBKM sebagai fondasi utama pembelajaran fleksibel, akuntabel, dan berkualitas di perguruan tinggi Indonesia.

author-avatar

Tentang EDUKASINDO

SENTRA MEDIA EDUKASINDO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendampingan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan kemajuan di bidang pendidikan dan telekomunikasi. Kami melayani individu yang menjadi bagian dari suatu organisasi, baik sebagai karyawan maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan SDM di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *