- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Bimtek Panduan Penyusunan Kurikulum MBKM di Perguruan Tinggi

Kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) merupakan terobosan strategis dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Program ini memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studi, mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja, serta memperkuat keterkaitan antara perguruan tinggi dan dunia usaha maupun dunia industri. Namun, keberhasilan implementasi MBKM sangat ditentukan oleh kesiapan kurikulum yang disusun secara sistematis, terstruktur, dan sesuai dengan kebijakan nasional.
Dalam konteks tersebut, Bimtek Panduan Penyusunan Kurikulum MBKM di Perguruan Tinggi menjadi kebutuhan penting bagi pimpinan, pengelola program studi, dosen, serta tim pengembang kurikulum. Bimtek ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep, regulasi, tahapan, dan praktik terbaik dalam menyusun kurikulum MBKM yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.
Urgensi Penyusunan Kurikulum MBKM yang Terstruktur
Penyusunan kurikulum MBKM bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan transformasi paradigma pendidikan tinggi. Kurikulum harus mampu mengakomodasi fleksibilitas belajar mahasiswa tanpa mengabaikan mutu akademik dan capaian pembelajaran.
Beberapa alasan utama mengapa penyusunan kurikulum MBKM menjadi sangat penting antara lain:
Menyesuaikan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan industri
Meningkatkan relevansi lulusan dengan perkembangan zaman
Memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi mahasiswa
Memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dengan mitra eksternal
Memastikan pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi
Bimtek panduan penyusunan kurikulum MBKM hadir untuk membantu perguruan tinggi menjawab tantangan tersebut secara sistematis.
Konsep Dasar Kurikulum Merdeka Belajar–Kampus Merdeka
Kurikulum MBKM merupakan kurikulum yang memberi hak kepada mahasiswa untuk menempuh pembelajaran di luar program studi asalnya hingga maksimal tiga semester. Konsep ini menempatkan mahasiswa sebagai subjek pembelajaran yang aktif dan mandiri.
Prinsip dasar kurikulum MBKM meliputi:
Fleksibilitas struktur kurikulum
Pengakuan pembelajaran di luar kampus
Berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan
Kolaboratif dan kontekstual
Berbasis pengalaman nyata
Pemahaman prinsip ini menjadi fondasi utama dalam penyusunan kurikulum MBKM di perguruan tinggi.
Landasan Kebijakan dan Regulasi Kurikulum MBKM
Penyusunan kurikulum MBKM harus mengacu pada kebijakan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Regulasi tersebut menjadi pedoman agar implementasi MBKM berjalan sesuai standar nasional.
Beberapa rujukan kebijakan penting dapat diakses melalui:
Regulasi ini mengatur kerangka kurikulum, hak belajar mahasiswa, pengakuan SKS, serta peran perguruan tinggi dalam pelaksanaan MBKM.
Tujuan Bimtek Panduan Penyusunan Kurikulum MBKM
Bimtek ini dirancang untuk memberikan panduan praktis dan aplikatif bagi perguruan tinggi dalam menyusun dan menyesuaikan kurikulum MBKM.
Tujuan utama bimtek antara lain:
Memberikan pemahaman kebijakan MBKM secara komprehensif
Membantu penyusunan dokumen kurikulum MBKM
Menyelaraskan CPL, OBE, dan MBKM
Meningkatkan kapasitas dosen dan pengelola kurikulum
Mendukung implementasi MBKM yang berkelanjutan
Tahapan Penyusunan Kurikulum MBKM di Perguruan Tinggi
Penyusunan kurikulum MBKM memerlukan tahapan yang jelas dan terstruktur agar hasilnya optimal dan sesuai kebijakan.
Berikut tahapan umum penyusunan kurikulum MBKM:
| Tahapan | Fokus Utama |
|---|---|
| Analisis Kebutuhan | Kesesuaian dengan visi, misi, dan kebutuhan pemangku kepentingan |
| Perumusan CPL | Capaian pembelajaran lulusan berbasis OBE |
| Pemetaan MBKM | Integrasi bentuk kegiatan MBKM ke dalam kurikulum |
| Penyesuaian Struktur | Penataan mata kuliah dan bobot SKS |
| Penyusunan Dokumen | Kurikulum, OBE, RPS, dan panduan implementasi |
Bimtek membantu peserta memahami dan mempraktikkan setiap tahapan tersebut.
Perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
CPL merupakan inti dari kurikulum MBKM karena menjadi acuan seluruh proses pembelajaran. CPL harus dirumuskan secara jelas, terukur, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Dalam bimtek, peserta dibekali pemahaman mengenai:
Penyelarasan CPL dengan KKNI dan SN-Dikti
Integrasi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan
Keterkaitan CPL dengan profil lulusan
Penerapan pendekatan Outcome Based Education (OBE)
Perumusan CPL yang tepat akan memudahkan integrasi kegiatan MBKM ke dalam kurikulum.
Integrasi Bentuk Kegiatan MBKM ke dalam Kurikulum
Salah satu tantangan utama dalam penyusunan kurikulum MBKM adalah integrasi delapan bentuk kegiatan pembelajaran MBKM ke dalam struktur kurikulum.
Bentuk kegiatan MBKM meliputi:
Pertukaran mahasiswa
Magang atau praktik kerja
Asistensi mengajar
Penelitian atau riset
Proyek kemanusiaan
Kegiatan wirausaha
Studi atau proyek independen
Membangun desa atau KKN tematik
Bimtek memberikan panduan teknis dalam mengonversi kegiatan tersebut menjadi SKS yang diakui secara akademik.
Penyesuaian Struktur Kurikulum dan SKS
Struktur kurikulum MBKM harus fleksibel namun tetap memenuhi standar mutu. Penyesuaian dilakukan dengan mengalokasikan ruang bagi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan MBKM tanpa menghambat kelulusan tepat waktu.
Beberapa aspek penting dalam penyesuaian struktur kurikulum antara lain:
Penataan mata kuliah wajib dan pilihan
Pengaturan semester MBKM
Skema konversi SKS
Penjaminan mutu akademik
Bimtek membantu perguruan tinggi menyusun struktur kurikulum yang adaptif dan akuntabel.
Penyusunan Dokumen Kurikulum MBKM
Dokumen kurikulum merupakan bukti formal implementasi MBKM di perguruan tinggi. Penyusunan dokumen harus dilakukan secara sistematis dan terdokumentasi dengan baik.
Dokumen yang umumnya disusun meliputi:
Dokumen kurikulum program studi
Panduan implementasi MBKM
Dokumen OBE dan CPL
Rencana Pembelajaran Semester (RPS)
Dokumen kerja sama dengan mitra
Bimtek memberikan contoh dan praktik penyusunan dokumen sesuai standar.
Peran Dosen dan Pengelola Program Studi
Keberhasilan kurikulum MBKM sangat ditentukan oleh peran dosen dan pengelola program studi. Mereka bertindak sebagai perancang, pelaksana, sekaligus evaluator pembelajaran MBKM.
Peran strategis dosen dan pengelola antara lain:
Menyusun dan mengembangkan kurikulum MBKM
Membimbing mahasiswa dalam kegiatan MBKM
Menilai dan mengonversi capaian pembelajaran
Menjalin kerja sama dengan mitra eksternal
Bimtek membantu meningkatkan kapasitas dosen dan pengelola dalam menjalankan peran tersebut.
Keterkaitan dengan Implementasi MBKM secara Menyeluruh
Penyusunan kurikulum MBKM tidak dapat dipisahkan dari implementasi MBKM secara keseluruhan di perguruan tinggi. Kurikulum yang baik akan mempermudah pelaksanaan program dan memastikan mutu akademik tetap terjaga.
Untuk memahami implementasi MBKM secara lebih komprehensif, bimtek ini sangat relevan dikaitkan dengan Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) di Perguruan Tinggi sebagai rujukan penguatan kebijakan dan praktik MBKM.
Manfaat Mengikuti Bimtek Panduan Penyusunan Kurikulum MBKM
Pelaksanaan bimtek memberikan manfaat strategis bagi perguruan tinggi dan sivitas akademika.
Manfaat bagi Perguruan Tinggi:
Kurikulum MBKM tersusun sistematis dan sesuai regulasi
Peningkatan kesiapan implementasi MBKM
Penguatan mutu dan daya saing institusi
Kepatuhan terhadap kebijakan nasional
Manfaat bagi Dosen dan Pengelola:
Pemahaman mendalam tentang kurikulum MBKM
Peningkatan kompetensi pengembangan kurikulum
Kemudahan dalam pendampingan mahasiswa
Penguatan peran akademik dan profesional
Metode Pembelajaran dalam Bimtek
Agar materi mudah dipahami dan aplikatif, bimtek umumnya disampaikan melalui:
Pemaparan kebijakan dan regulasi MBKM
Diskusi kelompok dan studi kasus
Praktik penyusunan kurikulum
Simulasi konversi SKS MBKM
Evaluasi dan umpan balik
Metode ini membantu peserta langsung menerapkan konsep yang dipelajari.
FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Siapa yang perlu mengikuti bimtek penyusunan kurikulum MBKM?
Bimtek ini ditujukan bagi pimpinan perguruan tinggi, pengelola program studi, dosen, dan tim pengembang kurikulum.
2. Apakah bimtek ini hanya untuk perguruan tinggi negeri?
Tidak. Bimtek ini relevan untuk perguruan tinggi negeri maupun swasta.
3. Apakah bimtek membahas konversi SKS MBKM?
Ya, bimtek membahas secara teknis mekanisme dan contoh konversi SKS kegiatan MBKM.
4. Apakah materi bimtek mengikuti kebijakan terbaru?
Materi disusun berdasarkan kebijakan dan regulasi terbaru dari Kementerian terkait.
Penutup
Bimtek Panduan Penyusunan Kurikulum MBKM di Perguruan Tinggi merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kurikulum MBKM yang disusun secara sistematis akan menjadi fondasi kuat bagi implementasi Merdeka Belajar yang berkualitas dan berkelanjutan.
Melalui bimtek ini, perguruan tinggi diharapkan mampu menyusun kurikulum MBKM yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswa dan meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Tingkatkan kualitas dan kesiapan implementasi MBKM di perguruan tinggi Anda melalui bimtek penyusunan kurikulum yang terstruktur, aplikatif, dan selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka.

