Bimtek Lainnya

Bimtek Panduan Penyusunan Kurikulum MBKM di Perguruan Tinggi

Bimtek panduan penyusunan kurikulum MBKM di perguruan tinggi untuk memastikan kesesuaian kebijakan, capaian pembelajaran, dan implementasi Merdeka Belajar.

Kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) merupakan terobosan strategis dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Program ini memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studi, mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja, serta memperkuat keterkaitan antara perguruan tinggi dan dunia usaha maupun dunia industri. Namun, keberhasilan implementasi MBKM sangat ditentukan oleh kesiapan kurikulum yang disusun secara sistematis, terstruktur, dan sesuai dengan kebijakan nasional.

Dalam konteks tersebut, Bimtek Panduan Penyusunan Kurikulum MBKM di Perguruan Tinggi menjadi kebutuhan penting bagi pimpinan, pengelola program studi, dosen, serta tim pengembang kurikulum. Bimtek ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep, regulasi, tahapan, dan praktik terbaik dalam menyusun kurikulum MBKM yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.


Urgensi Penyusunan Kurikulum MBKM yang Terstruktur

Penyusunan kurikulum MBKM bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan transformasi paradigma pendidikan tinggi. Kurikulum harus mampu mengakomodasi fleksibilitas belajar mahasiswa tanpa mengabaikan mutu akademik dan capaian pembelajaran.

Beberapa alasan utama mengapa penyusunan kurikulum MBKM menjadi sangat penting antara lain:

  • Menyesuaikan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan industri

  • Meningkatkan relevansi lulusan dengan perkembangan zaman

  • Memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi mahasiswa

  • Memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dengan mitra eksternal

  • Memastikan pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi

Bimtek panduan penyusunan kurikulum MBKM hadir untuk membantu perguruan tinggi menjawab tantangan tersebut secara sistematis.


Konsep Dasar Kurikulum Merdeka Belajar–Kampus Merdeka

Kurikulum MBKM merupakan kurikulum yang memberi hak kepada mahasiswa untuk menempuh pembelajaran di luar program studi asalnya hingga maksimal tiga semester. Konsep ini menempatkan mahasiswa sebagai subjek pembelajaran yang aktif dan mandiri.

Prinsip dasar kurikulum MBKM meliputi:

  • Fleksibilitas struktur kurikulum

  • Pengakuan pembelajaran di luar kampus

  • Berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan

  • Kolaboratif dan kontekstual

  • Berbasis pengalaman nyata

Pemahaman prinsip ini menjadi fondasi utama dalam penyusunan kurikulum MBKM di perguruan tinggi.


Landasan Kebijakan dan Regulasi Kurikulum MBKM

Penyusunan kurikulum MBKM harus mengacu pada kebijakan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Regulasi tersebut menjadi pedoman agar implementasi MBKM berjalan sesuai standar nasional.

Bimtek Lainnya :  Bimtek Pengembangan RPS Berbasis CPL-OP-OBE Tahun 2026

Beberapa rujukan kebijakan penting dapat diakses melalui:

Regulasi ini mengatur kerangka kurikulum, hak belajar mahasiswa, pengakuan SKS, serta peran perguruan tinggi dalam pelaksanaan MBKM.


Tujuan Bimtek Panduan Penyusunan Kurikulum MBKM

Bimtek ini dirancang untuk memberikan panduan praktis dan aplikatif bagi perguruan tinggi dalam menyusun dan menyesuaikan kurikulum MBKM.

Tujuan utama bimtek antara lain:

  • Memberikan pemahaman kebijakan MBKM secara komprehensif

  • Membantu penyusunan dokumen kurikulum MBKM

  • Menyelaraskan CPL, OBE, dan MBKM

  • Meningkatkan kapasitas dosen dan pengelola kurikulum

  • Mendukung implementasi MBKM yang berkelanjutan


Tahapan Penyusunan Kurikulum MBKM di Perguruan Tinggi

Penyusunan kurikulum MBKM memerlukan tahapan yang jelas dan terstruktur agar hasilnya optimal dan sesuai kebijakan.

Berikut tahapan umum penyusunan kurikulum MBKM:

TahapanFokus Utama
Analisis KebutuhanKesesuaian dengan visi, misi, dan kebutuhan pemangku kepentingan
Perumusan CPLCapaian pembelajaran lulusan berbasis OBE
Pemetaan MBKMIntegrasi bentuk kegiatan MBKM ke dalam kurikulum
Penyesuaian StrukturPenataan mata kuliah dan bobot SKS
Penyusunan DokumenKurikulum, OBE, RPS, dan panduan implementasi

Bimtek membantu peserta memahami dan mempraktikkan setiap tahapan tersebut.


Perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)

CPL merupakan inti dari kurikulum MBKM karena menjadi acuan seluruh proses pembelajaran. CPL harus dirumuskan secara jelas, terukur, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Dalam bimtek, peserta dibekali pemahaman mengenai:

  • Penyelarasan CPL dengan KKNI dan SN-Dikti

  • Integrasi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan

  • Keterkaitan CPL dengan profil lulusan

  • Penerapan pendekatan Outcome Based Education (OBE)

Perumusan CPL yang tepat akan memudahkan integrasi kegiatan MBKM ke dalam kurikulum.


Integrasi Bentuk Kegiatan MBKM ke dalam Kurikulum

Salah satu tantangan utama dalam penyusunan kurikulum MBKM adalah integrasi delapan bentuk kegiatan pembelajaran MBKM ke dalam struktur kurikulum.

Bentuk kegiatan MBKM meliputi:

  • Pertukaran mahasiswa

  • Magang atau praktik kerja

  • Asistensi mengajar

  • Penelitian atau riset

  • Proyek kemanusiaan

  • Kegiatan wirausaha

  • Studi atau proyek independen

  • Membangun desa atau KKN tematik

Bimtek Lainnya :  Bimtek Pengenalan NLP untuk Pemerintah Tahun 2026

Bimtek memberikan panduan teknis dalam mengonversi kegiatan tersebut menjadi SKS yang diakui secara akademik.


Penyesuaian Struktur Kurikulum dan SKS

Struktur kurikulum MBKM harus fleksibel namun tetap memenuhi standar mutu. Penyesuaian dilakukan dengan mengalokasikan ruang bagi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan MBKM tanpa menghambat kelulusan tepat waktu.

Beberapa aspek penting dalam penyesuaian struktur kurikulum antara lain:

  • Penataan mata kuliah wajib dan pilihan

  • Pengaturan semester MBKM

  • Skema konversi SKS

  • Penjaminan mutu akademik

Bimtek membantu perguruan tinggi menyusun struktur kurikulum yang adaptif dan akuntabel.


Penyusunan Dokumen Kurikulum MBKM

Dokumen kurikulum merupakan bukti formal implementasi MBKM di perguruan tinggi. Penyusunan dokumen harus dilakukan secara sistematis dan terdokumentasi dengan baik.

Dokumen yang umumnya disusun meliputi:

  • Dokumen kurikulum program studi

  • Panduan implementasi MBKM

  • Dokumen OBE dan CPL

  • Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

  • Dokumen kerja sama dengan mitra

Bimtek memberikan contoh dan praktik penyusunan dokumen sesuai standar.


Peran Dosen dan Pengelola Program Studi

Keberhasilan kurikulum MBKM sangat ditentukan oleh peran dosen dan pengelola program studi. Mereka bertindak sebagai perancang, pelaksana, sekaligus evaluator pembelajaran MBKM.

Peran strategis dosen dan pengelola antara lain:

  • Menyusun dan mengembangkan kurikulum MBKM

  • Membimbing mahasiswa dalam kegiatan MBKM

  • Menilai dan mengonversi capaian pembelajaran

  • Menjalin kerja sama dengan mitra eksternal

Bimtek membantu meningkatkan kapasitas dosen dan pengelola dalam menjalankan peran tersebut.


Keterkaitan dengan Implementasi MBKM secara Menyeluruh

Penyusunan kurikulum MBKM tidak dapat dipisahkan dari implementasi MBKM secara keseluruhan di perguruan tinggi. Kurikulum yang baik akan mempermudah pelaksanaan program dan memastikan mutu akademik tetap terjaga.

Untuk memahami implementasi MBKM secara lebih komprehensif, bimtek ini sangat relevan dikaitkan dengan Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) di Perguruan Tinggi sebagai rujukan penguatan kebijakan dan praktik MBKM.

Bimtek Lainnya :  Transformasi Pengadaan Berkelanjutan melalui Training Sustainable Procurement 2025

Manfaat Mengikuti Bimtek Panduan Penyusunan Kurikulum MBKM

Pelaksanaan bimtek memberikan manfaat strategis bagi perguruan tinggi dan sivitas akademika.

Manfaat bagi Perguruan Tinggi:

  • Kurikulum MBKM tersusun sistematis dan sesuai regulasi

  • Peningkatan kesiapan implementasi MBKM

  • Penguatan mutu dan daya saing institusi

  • Kepatuhan terhadap kebijakan nasional

Manfaat bagi Dosen dan Pengelola:

  • Pemahaman mendalam tentang kurikulum MBKM

  • Peningkatan kompetensi pengembangan kurikulum

  • Kemudahan dalam pendampingan mahasiswa

  • Penguatan peran akademik dan profesional


Metode Pembelajaran dalam Bimtek

Agar materi mudah dipahami dan aplikatif, bimtek umumnya disampaikan melalui:

  • Pemaparan kebijakan dan regulasi MBKM

  • Diskusi kelompok dan studi kasus

  • Praktik penyusunan kurikulum

  • Simulasi konversi SKS MBKM

  • Evaluasi dan umpan balik

Metode ini membantu peserta langsung menerapkan konsep yang dipelajari.


FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Siapa yang perlu mengikuti bimtek penyusunan kurikulum MBKM?
Bimtek ini ditujukan bagi pimpinan perguruan tinggi, pengelola program studi, dosen, dan tim pengembang kurikulum.

2. Apakah bimtek ini hanya untuk perguruan tinggi negeri?
Tidak. Bimtek ini relevan untuk perguruan tinggi negeri maupun swasta.

3. Apakah bimtek membahas konversi SKS MBKM?
Ya, bimtek membahas secara teknis mekanisme dan contoh konversi SKS kegiatan MBKM.

4. Apakah materi bimtek mengikuti kebijakan terbaru?
Materi disusun berdasarkan kebijakan dan regulasi terbaru dari Kementerian terkait.


Penutup

Bimtek Panduan Penyusunan Kurikulum MBKM di Perguruan Tinggi merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kurikulum MBKM yang disusun secara sistematis akan menjadi fondasi kuat bagi implementasi Merdeka Belajar yang berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui bimtek ini, perguruan tinggi diharapkan mampu menyusun kurikulum MBKM yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswa dan meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.


Tingkatkan kualitas dan kesiapan implementasi MBKM di perguruan tinggi Anda melalui bimtek penyusunan kurikulum yang terstruktur, aplikatif, dan selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka.

author-avatar

Tentang EDUKASINDO

SENTRA MEDIA EDUKASINDO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendampingan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan kemajuan di bidang pendidikan dan telekomunikasi. Kami melayani individu yang menjadi bagian dari suatu organisasi, baik sebagai karyawan maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan SDM di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *