- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training KYC & CDD Berbasis Risk Based Approach (RBA) Sesuai Regulasi OJK

Penerapan prinsip Know Your Customer (KYC) dan Customer Due Diligence (CDD) merupakan fondasi utama dalam sistem kepatuhan dan manajemen risiko lembaga jasa keuangan. Di tengah meningkatnya kompleksitas produk keuangan, digitalisasi layanan, serta risiko kejahatan keuangan yang semakin canggih, pendekatan konvensional dalam mengenali nasabah tidak lagi memadai.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya penerapan Risk Based Approach (RBA) dalam pelaksanaan KYC dan CDD. Pendekatan ini menuntut lembaga keuangan untuk menyesuaikan tingkat pengenalan dan pemantauan nasabah berdasarkan tingkat risiko yang melekat. Oleh karena itu, Training KYC & CDD Berbasis Risk Based Approach (RBA) Sesuai Regulasi OJK menjadi sangat strategis untuk meningkatkan kualitas kepatuhan, efektivitas pengendalian risiko, serta perlindungan terhadap reputasi lembaga.
Konsep Dasar KYC dan CDD dalam Industri Jasa Keuangan
KYC dan CDD merupakan proses yang bertujuan untuk memastikan bahwa lembaga keuangan memahami identitas, profil, dan aktivitas keuangan nasabahnya.
Ruang lingkup utama KYC dan CDD meliputi:
Identifikasi dan verifikasi identitas nasabah
Pemahaman tujuan dan sifat hubungan usaha
Pemantauan transaksi secara berkelanjutan
Pengkinian data dan profil risiko nasabah
CDD tidak hanya dilakukan pada awal hubungan usaha, tetapi juga secara berkala selama hubungan tersebut berlangsung.
Perkembangan Regulasi KYC & CDD di Indonesia
Seiring dengan dinamika risiko keuangan global dan nasional, regulasi KYC dan CDD terus diperkuat. OJK mewajibkan lembaga jasa keuangan untuk menerapkan pendekatan berbasis risiko guna memastikan bahwa sumber daya kepatuhan difokuskan pada area dengan tingkat risiko tertinggi.
Pendekatan ini mendorong:
Efisiensi proses kepatuhan
Penguatan sistem deteksi dini risiko
Peningkatan kualitas pelaporan dan pengawasan
Tanpa pemahaman yang memadai, implementasi RBA berpotensi menjadi formalitas semata dan tidak efektif dalam mencegah risiko.
Pengertian Risk Based Approach (RBA)
Risk Based Approach (RBA) adalah pendekatan pengelolaan risiko yang menyesuaikan tingkat pengawasan, pengendalian, dan pemantauan berdasarkan tingkat risiko yang dihadapi lembaga keuangan.
Dalam konteks KYC dan CDD, RBA berarti:
Nasabah berisiko rendah memperoleh prosedur standar
Nasabah berisiko menengah memerlukan pengawasan lebih intensif
Nasabah berisiko tinggi wajib melalui Enhanced Due Diligence (EDD)
Pendekatan ini memungkinkan lembaga keuangan menggunakan sumber daya secara proporsional dan efektif.
Urgensi Training KYC & CDD Berbasis RBA
Training ini menjadi sangat penting karena beberapa faktor berikut:
Meningkatnya Risiko Kejahatan Keuangan
Modus pencucian uang dan penyalahgunaan sistem keuangan semakin kompleks.Digitalisasi Layanan Keuangan
Proses onboarding digital meningkatkan risiko identitas palsu dan transaksi tidak wajar.Tuntutan Kepatuhan Regulasi OJK
Kegagalan penerapan RBA dapat berdampak pada sanksi dan risiko reputasi.Kebutuhan SDM yang Kompeten
Implementasi RBA memerlukan pemahaman analitis, bukan sekadar checklist administratif.
Tujuan Training KYC & CDD Berbasis RBA
Training ini dirancang untuk mencapai tujuan sebagai berikut:
Memberikan pemahaman komprehensif mengenai KYC, CDD, dan RBA
Meningkatkan kemampuan penilaian risiko nasabah
Memperkuat penerapan Enhanced Due Diligence (EDD)
Mendukung kepatuhan lembaga keuangan terhadap regulasi OJK
Prinsip-Prinsip KYC & CDD Berbasis Risiko
Penerapan KYC dan CDD berbasis RBA mengacu pada prinsip-prinsip berikut:
Pendekatan proporsional terhadap risiko
Konsistensi dalam penilaian dan klasifikasi risiko
Dokumentasi dan justifikasi keputusan
Pemantauan berkelanjutan terhadap perubahan profil risiko
Prinsip-prinsip ini harus terintegrasi dalam kebijakan, prosedur, dan budaya kerja lembaga keuangan.
Ruang Lingkup Materi Training
Materi pelatihan disusun secara sistematis agar mudah dipahami dan aplikatif.
1. Pengantar KYC, CDD, dan RBA
Konsep dasar dan terminologi
Peran KYC & CDD dalam manajemen risiko
2. Regulasi OJK Terkait KYC & CDD
Kewajiban lembaga jasa keuangan
Tanggung jawab manajemen dan pegawai
3. Identifikasi dan Penilaian Risiko Nasabah
Faktor risiko nasabah, produk, dan kanal
Metodologi risk scoring
4. Penerapan CDD dan EDD
Standar CDD
Prosedur Enhanced Due Diligence
5. Pemantauan dan Pengkinian Data Nasabah
Monitoring transaksi
Review berkala profil risiko
Tabel Perbedaan CDD dan EDD
| Aspek | CDD | EDD |
|---|---|---|
| Tingkat Risiko | Rendah–Menengah | Tinggi |
| Kedalaman Analisis | Standar | Mendalam |
| Frekuensi Monitoring | Berkala | Lebih intensif |
| Tujuan | Pengenalan nasabah | Mitigasi risiko tinggi |
Manfaat Strategis Training KYC & CDD
Mengikuti Training KYC & CDD Berbasis Risk Based Approach (RBA) Sesuai Regulasi OJK memberikan manfaat sebagai berikut:
Peningkatan kualitas sistem kepatuhan
Mitigasi risiko hukum dan reputasi
Efisiensi penggunaan sumber daya kepatuhan
SDM yang lebih analitis dan sadar risiko
Keterkaitan KYC & CDD dengan Manajemen Perbankan
KYC dan CDD bukan hanya kewajiban kepatuhan, tetapi bagian integral dari manajemen perbankan dan tata kelola lembaga keuangan. Implementasi yang efektif membutuhkan dukungan kebijakan, struktur organisasi, serta kompetensi SDM.
Sebagai landasan konseptual, pelatihan ini sangat relevan dengan Training Dasar-Dasar Manajemen Perbankan Terbaru Tahun 2026 yang membahas prinsip manajemen, pengendalian, dan tata kelola perbankan secara menyeluruh.
Landasan Regulasi dan Peran OJK
Penerapan KYC, CDD, dan RBA berada di bawah pengawasan pemerintah melalui:
Metode Pembelajaran dalam Training
Agar materi dapat diterapkan secara optimal, metode pembelajaran meliputi:
Pemaparan konsep dan regulasi
Studi kasus penilaian risiko nasabah
Diskusi kelompok dan simulasi
Evaluasi penerapan RBA dalam praktik
Metode ini membantu peserta memahami penerapan KYC dan CDD secara nyata di lingkungan kerja.
Sasaran Peserta Training
Training ini direkomendasikan bagi:
Pegawai bank dan BPD
SDM lembaga jasa keuangan non-bank
Unit kepatuhan dan manajemen risiko
Pejabat struktural dan pengambil keputusan
FAQ Seputar Training KYC & CDD Berbasis RBA
1. Apakah training ini wajib bagi lembaga jasa keuangan?
Training ini sangat penting untuk mendukung kepatuhan terhadap regulasi OJK.
2. Apakah RBA menggantikan KYC konvensional?
Tidak, RBA menyempurnakan KYC dengan pendekatan berbasis risiko.
3. Apakah training ini cocok untuk pemula?
Ya, materi disusun dari konsep dasar hingga penerapan praktis.
4. Apa manfaat utama training ini bagi lembaga?
Meningkatkan efektivitas kepatuhan dan mitigasi risiko keuangan.
Penutup
Penerapan KYC dan CDD berbasis Risk Based Approach merupakan keharusan dalam menghadapi kompleksitas risiko industri jasa keuangan modern. Lembaga keuangan yang mampu menerapkan RBA secara efektif akan lebih siap dalam mencegah kejahatan keuangan, menjaga reputasi, serta memenuhi tuntutan regulasi. Training KYC & CDD Berbasis Risk Based Approach (RBA) Sesuai Regulasi OJK menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem kepatuhan dan meningkatkan kualitas SDM.
Perkuat pemahaman KYC dan CDD, tingkatkan kompetensi berbasis risiko, dan wujudkan tata kelola lembaga keuangan yang sehat, patuh, dan berkelanjutan.

