- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Bimtek Evaluasi Program Ketahanan Sosial dan Politik

Ketahanan sosial dan politik merupakan pilar penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan suatu daerah. Di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks — mulai dari perubahan demografi, konflik sosial, hingga tantangan politik lokal dan global — kemampuan untuk mengelola dan mengevaluasi program-program ketahanan sosial dan politik menjadi sangat vital.
Pelaksanaan program ketahanan sosial dan politik sering melibatkan banyak pemangku kepentingan (stakeholders): pemerintah daerah, masyarakat sipil, lembaga keagamaan, hingga sektor swasta. Agar hasilnya dapat diraih sesuai harapan, maka perlu adanya proses evaluasi yang terstruktur dan mendalam. Untuk itu, digagasnya Bimtek Evaluasi Program Ketahanan Sosial dan Politik oleh lembaga seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapabilitas aparatur daerah.
Artikel berikut mengulas secara komprehensif mengenai pentingnya evaluasi program ketahanan sosial dan politik, kerangka pelatihan bimtek tersebut, materi yang disampaikan, manfaat, hingga panduan praktis buat daerah yang ingin memperkuat sistem evaluasi mereka.
Latar Belakang
Ketahanan sosial dan politik di Indonesia telah menjadi perhatian utama dalam berbagai kebijakan nasional. Sebagai contoh, indeks ketahanan nasional yang dirilis oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) mencatat skor 2,87 pada tahun 2024, yang menunjukkan bahwa meskipun cukup tangguh, masih ada gatra sosial budaya yang membutuhkan perhatian lebih.
Begitu pula penelitian yang dilakukan di bidang sosial menunjukkan bahwa program-program seperti Program Keserasian Sosial dan penguatan kearifan lokal yang digagas oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia menghasilkan temuan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kapasitas lokal serta mekanisme evaluasi yang memadai.
Di tingkat daerah, aparatur sering kali menghadapi tantangan seperti: keterbatasan data, mekanisme evaluasi yang belum sistematis, koordinasi antar-instansi yang lemah, serta respon terhadap dinamika sosial yang cepat berubah. Untuk itu, dibutuhkan pelatihan yang mampu meningkatkan kemampuan evaluasi dan adaptasi terhadap kondisi lokal.
Tujuan dan Manfaat Bimtek
Tujuan Umum:
Meningkatkan kapasitas aparatur daerah dalam melakukan evaluasi program ketahanan sosial dan politik yang komprehensif, sistematis, dan berbasis data.
Tujuan Khusus:
Memahami kerangka evaluasi program ketahanan sosial dan politik.
Menguasai teknik pengumpulan, analisis, dan laporan evaluasi.
Membangun sistem monitoring dan indikator kinerja program ketahanan.
Mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan dan hambatan dalam implementasi program.
Merancang rekomendasi perbaikan program yang berkelanjutan.
Manfaat yang Diharapkan:
Terbentuknya kapasitas evaluatif pada aparatur daerah.
Program ketahanan sosial dan politik dapat dijalankan dengan basis bukti nyata.
Koordinasi antar‐instansi dalam proses evaluasi menjadi lebih efektif.
Pengambilan keputusan di tingkat daerah dapat lebih tepat sasaran.
Efisiensi anggaran dan peningkatan hasil program.
Sasaran Peserta
Pelatihan ini ditujukan bagi:
Pejabat OPD (Eselon II/III) yang menangani bidang sosial, politik, kesatuan bangsa.
Tim Monitoring & Evaluasi (M&E) di lingkungan Pemda.
Staf ahli, analis kebijakan, dan perencana program di instansi lokal.
Perwakilan legislatif dan lembaga masyarakat yang terlibat dalam program ketahanan.
Tenaga teknis dari Kesbangpol yang menjadi fasilitator program ketahanan.
Ruang Lingkup Materi
| No | Materi Pokok | Deskripsi |
|---|---|---|
| 1 | Konsep Ketahanan Sosial & Politik | Pengertian, teori, indikator ketahanan sosial-politik |
| 2 | Kebijakan dan Regulasi Terkait | UU, Perpres, Permendagri terkait program ketahanan |
| 3 | Kerangka Evaluasi Program | Tahap perencanaan, implementasi, evaluasi, tindak lanjut |
| 4 | Teknik Pengumpulan & Analisis Data | Metode kuantitatif/ kualitatif, survei, wawancara, pemetaan data |
| 5 | Indikator Kinerja & Alat Monitoring | Menyusun KPI program, dashboard data, sistem pelaporan |
| 6 | Studi Kasus Evaluasi Program | Analisis program nyata di daerah, best practice & lesson learned |
| 7 | Rekomendasi dan Tindak Lanjut Program | Penyusunan rekomendasi, perbaikan program, pelaporan hasil |
Kerangka Teoritis dan Praktis
1. Konsep Ketahanan Sosial dan Politik
Ketahanan sosial dan politik mencakup kemampuan masyarakat dan sistem pemerintahan dalam menghadapi, mengelola, dan pulih dari berbagai tekanan atau perubahan (shock) dengan mempertahankan fungsi dasar dan identitas sosial.
2. Pentingnya Evaluasi Program
Evaluasi program tidak hanya mengukur apakah tujuan tercapai tetapi juga memahami bagaimana dan mengapa suatu program berhasil atau gagal. Misalnya, penelitian evaluasi kebijakan sosial di Jawa Timur terhadap program PK2 menunjukkan bahwa 54% responden menilai program berjalan baik, namun terdapat kendala dalam klasifikasi sasaran.
3. Tahapan Evaluasi
Desain Evaluasi: Menentukan tujuan evaluasi, pertanyaan penelitian, dan indikator.
Pengumpulan Data: Survei, wawancara, FGDs, data sekunder.
Analisis Data: Menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif.
Pelaporan dan Feedback: Menyajikan hasil ke pemangku kepentingan.
Tindak Lanjut Program: Rekomendasi perbaikan dan implementasi revisi.
4. Indikator Utama Ketahanan
Beberapa indikator ketahanan sosial dan politik antara lain: indeks kepercayaan publik, konflik sosial, partisipasi masyarakat, stabilitas politik lokal, inklusi sosial.
Prinsip-Prinsip Evaluasi yang Efektif
Akuntabilitas: Evaluasi harus bisa dipertanggungjawabkan oleh semua pihak.
Transparansi: Hasil evaluasi harus disampaikan secara terbuka.
Partisipasi: Melibatkan pemangku kepentingan dan masyarakat dalam proses evaluasi.
Relevansi: Evaluasi harus relevan dengan konteks lokal.
Keberkelanjutan: Evaluasi bukan satu kali saja, tapi bagian dari siklus perbaikan program.
Strategi Implementasi di Lapangan
Membentuk Tim Evaluasi Program Ketahanan di tingkat daerah (termasuk Kesbangpol, OPD terkait, masyarakat).
Mengembangkan sistem data warehouse atau integrasi data antar OPD untuk monitoring ketahanan sosial dan politik.
Melakukan pelatihan teknis evaluasi bagi staf yang menangani program ketahanan.
Menyelenggarakan workshop participatif dengan masyarakat untuk memperoleh data real-time dan meningkatkan legitimasi.
Menyusun rencana tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi dan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan program.
Tabel – Contoh Indikator Evaluasi Program Ketahanan Sosial dan Politik
| Dimensi | Indikator | Target Ideal |
|---|---|---|
| Kepercayaan Publik | Persentase warga yang menilai pemerintah daerah responsif | ≥ 70% |
| Konflik Sosial | Banyaknya kasus konflik antar kelompok dalam 12 bulan | < 5 per 10 000 penduduk |
| Partisipasi Masyarakat | Presentase warga yang terlibat dalam forum warga | ≥ 50% |
| Stabilitas Politik Lokal | Tingkat penyelenggaraan pemilu/penetapan kepala daerah tanpa gangguan | 100% |
| Inklusi Sosial | Persentase kelompok rentan yang terlibat dalam program | ≥ 80% |
Hubungan dengan Program Bimtek Lain
Pelatihan ini relevan dan dapat diintegrasikan dengan modul-modul lainnya seperti:
Bimtek Penguatan Sinergi antar OPD dalam Kesbangpol
Bimtek Pengelolaan Ketahanan Sosial Publik di Era Digital
Kedua modul tersebut menitikberatkan pada aspek koordinasi dan jasa publik yang erat kaitannya dengan evaluasi program ketahanan.
Hubungan dengan Program Bimtek Lain
Untuk memperkuat kompetensi aparatur daerah, program ini dapat diintegrasikan dengan pelatihan lain seperti:
Bimtek Pengembangan Sistem Peringatan Dini Konflik Sosial dan Agama Tahun 2025
- Bimtek Penguatan Peran FKUB dalam Pencegahan Konflik Sosial dan Keagamaan di Daerah Tahun 2025
Sinergi antar pelatihan ini akan membantu membangun ekosistem pemerintahan daerah yang tangguh, adaptif, dan inovatif.
Dampak Positif yang Diharapkan
Kualitas program ketahanan sosial dan politik meningkat secara signifikan.
Penurunan kejadian konflik lokal dan peningkatan inklusi sosial.
Pengambilan keputusan di daerah berbasis data dan bukti.
Penggunaan anggaran publik menjadi lebih efisien dan terarah.
Masyarakat memperoleh layanan yang lebih responsif dan partisipatif.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan evaluasi program ketahanan sosial dan politik?
Evaluasi program tersebut adalah proses sistematis untuk menilai apakah intervensi yang dilakukan dalam rangka memperkuat ketahanan sosial dan politik telah mencapai tujuan, mengidentifikasi faktor keberhasilan atau hambatan, serta menghasilkan rekomendasi tindak lanjut.
2. Mengapa aparatur daerah perlu dibekali dengan bimtek ini?
Karena banyak instansi daerah belum memiliki mekanisme evaluasi yang terstruktur dan berbasis data untuk program ketahanan. Bimtek ini membantu mengisi gap tersebut guna meningkatkan efektivitas program.
3. Siapa yang menjadi fasilitator atau penyelenggara bimtek ini?
Biasanya lembaga seperti Kesbangpol provinsi atau kabupaten/kota bekerja sama dengan kementerian terkait serta instansi akademik atau lembaga riset yang memiliki kompetensi evaluasi program.
4. Apakah hasil evaluasi hanya untuk laporan saja?
Tidak. Hasil evaluasi juga digunakan untuk menyusun rekomendasi perbaikan, revisi program, pengalokasian anggaran selanjutnya, dan memperkuat akuntabilitas publik serta transparansi.
Capai efektivitas dan akuntabilitas dalam program ketahanan sosial dan politik di daerah Anda melalui Bimtek Evaluasi Program Ketahanan Sosial dan Politik.

