- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training Risk Management and Business Continuity Tahun 2025

Membangun Ketahanan Bisnis di Era Ketidakpastian
Dalam lanskap bisnis modern yang serba dinamis, risiko dapat muncul dari berbagai arah — mulai dari gangguan teknologi, krisis ekonomi, hingga bencana alam. Perusahaan yang tidak memiliki strategi manajemen risiko yang matang akan kesulitan menjaga stabilitas operasionalnya.
Karena itu, Training Risk Management and Business Continuity Tahun 2025 hadir sebagai solusi strategis bagi organisasi yang ingin meningkatkan ketahanan bisnis dan meminimalkan potensi kerugian akibat risiko operasional. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga penerapan langsung dalam membangun sistem keberlanjutan bisnis yang tangguh.
Pelatihan ini sangat relevan bagi pimpinan perusahaan, manajer operasional, staf manajemen risiko, hingga bagian keuangan dan sumber daya manusia yang ingin memperkuat fondasi organisasi melalui strategi mitigasi yang komprehensif.
Pentingnya Manajemen Risiko dan Business Continuity di Dunia Bisnis Modern
Manajemen risiko bukan sekadar mengenali ancaman, tetapi juga memastikan perusahaan mampu bertahan, beradaptasi, dan bangkit kembali setelah menghadapi gangguan.
Beberapa alasan mengapa manajemen risiko dan business continuity menjadi kebutuhan penting di era 2025:
Ketergantungan tinggi pada teknologi digital, yang membuat bisnis rentan terhadap serangan siber.
Dinamika pasar global yang cepat berubah akibat geopolitik, pandemi, atau krisis keuangan.
Kewajiban kepatuhan (compliance) terhadap regulasi pemerintah dan standar internasional seperti ISO 31000 (Risk Management) dan ISO 22301 (Business Continuity Management).
Tuntutan pelanggan dan investor terhadap perusahaan yang memiliki tata kelola risiko yang baik.
Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah kejadian bencana di Indonesia meningkat setiap tahun, menegaskan pentingnya kesiapan organisasi dalam menghadapi potensi gangguan eksternal.
Tujuan dan Sasaran Training Risk Management and Business Continuity
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang penerapan manajemen risiko dan perencanaan keberlanjutan bisnis di berbagai sektor.
Tujuan Pelatihan:
Meningkatkan kemampuan analisis risiko dan penentuan prioritas mitigasi.
Mengembangkan strategi Business Continuity Plan (BCP) yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Memperkuat budaya sadar risiko di lingkungan kerja.
Menyusun kebijakan dan prosedur mitigasi risiko yang efektif dan berkelanjutan.
Sasaran Peserta:
Pejabat pembuat kebijakan dan manajer strategis.
Staf manajemen risiko, keamanan, dan kepatuhan.
Divisi keuangan, operasional, dan teknologi informasi.
Instansi pemerintah dan perusahaan swasta yang berorientasi pada keberlanjutan bisnis.
Ruang Lingkup Materi Pelatihan
Program pelatihan ini mengintegrasikan teori, studi kasus, dan praktik langsung agar peserta mampu menerapkan konsep yang dipelajari dalam situasi nyata.
| Modul Pelatihan | Deskripsi Materi Utama |
|---|---|
| Pengantar Manajemen Risiko | Memahami konsep, kerangka kerja, dan pentingnya manajemen risiko dalam bisnis modern. |
| Identifikasi dan Analisis Risiko | Teknik mengenali potensi risiko internal dan eksternal serta cara menganalisis dampaknya. |
| Strategi Mitigasi Risiko | Menentukan langkah preventif, korektif, dan adaptif terhadap berbagai jenis risiko. |
| Business Continuity Management | Pengenalan ISO 22301 dan tahapan penyusunan BCP yang efektif. |
| Crisis Management & Recovery | Simulasi penanganan krisis dan strategi pemulihan pasca kejadian. |
| Monitoring & Review | Evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas sistem manajemen risiko dan kontinuitas bisnis. |
Manfaat Mengikuti Pelatihan
Mengikuti Training Risk Management and Business Continuity Tahun 2025 memberikan banyak keuntungan strategis bagi organisasi dan individu.
Manfaat bagi Organisasi:
Meningkatkan kepercayaan investor dan stakeholder.
Menurunkan potensi kerugian akibat risiko bisnis.
Meningkatkan efisiensi proses internal melalui sistem pengawasan yang baik.
Memastikan keberlangsungan layanan meskipun terjadi gangguan.
Manfaat bagi Peserta:
Memahami penerapan manajemen risiko berbasis standar internasional.
Memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional.
Meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan strategis dalam situasi krisis.
Membangun jejaring profesional dengan sesama praktisi bisnis.
Hubungan Antara Risk Management dan Business Continuity
Keduanya merupakan dua pilar penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan organisasi.
| Aspek | Manajemen Risiko | Business Continuity |
|---|---|---|
| Tujuan | Mengurangi kemungkinan terjadinya risiko | Menjamin operasional tetap berjalan saat risiko terjadi |
| Fokus | Identifikasi dan mitigasi risiko | Pemulihan dan kelangsungan operasional |
| Output | Daftar risiko dan rencana mitigasi | Rencana kontinjensi dan pemulihan bisnis |
| Contoh | Menghindari risiko serangan siber | Menyediakan sistem cadangan (backup server) |
Kedua pendekatan ini harus berjalan beriringan agar organisasi memiliki ketahanan yang kuat terhadap perubahan lingkungan bisnis.
Implementasi Business Continuity di Sektor Publik dan Swasta
Penerapan strategi keberlanjutan bisnis kini menjadi perhatian utama, baik di sektor publik maupun swasta.
Pemerintah Indonesia melalui LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) mendorong instansi pemerintah untuk mengintegrasikan analisis risiko dalam setiap proses pengadaan dan perencanaan strategis.
Di sektor swasta, implementasi Business Continuity Plan menjadi standar operasional penting di bidang perbankan, energi, dan teknologi informasi. Banyak perusahaan mulai membentuk Crisis Management Team (CMT) untuk memastikan keberlangsungan operasi di tengah krisis.
Studi Kasus: Penerapan Risk Management dalam Dunia Nyata
Salah satu contoh nyata adalah ketika pandemi COVID-19 melanda pada 2020.
Perusahaan yang memiliki sistem BCP yang baik mampu dengan cepat beradaptasi dengan model kerja hybrid, digitalisasi layanan, serta penguatan rantai pasok.
Studi dari World Economic Forum menunjukkan bahwa organisasi yang memiliki rencana keberlanjutan bisnis mengalami penurunan dampak negatif hingga 60% dibandingkan dengan yang tidak memilikinya.
Mengapa Pelatihan Ini Penting di Tahun 2025?
Tahun 2025 menjadi titik penting dalam transformasi digital dan tata kelola risiko di berbagai sektor industri.
Perubahan kebijakan, penggunaan teknologi AI, hingga peningkatan ketidakpastian global membuat kebutuhan terhadap tenaga profesional yang memahami Risk Management dan Business Continuity semakin tinggi.
Pelatihan ini mendukung visi pemerintah untuk mewujudkan ekosistem bisnis yang tangguh, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan global.
Keterkaitan dengan Program Pelatihan Lainnya
Untuk memperluas wawasan dan memperkuat kompetensi, peserta juga disarankan mengikuti program lanjutan seperti:
- Training Business Continuity Management System (Persiapan ISO 22301)
- Training Franchise Business Development Strategy Tahun 2025
- Training Negotiation and Deal-Making Skills
Program-program tersebut saling melengkapi dalam membentuk pemimpin bisnis yang tangguh menghadapi tantangan global.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Siapa yang dapat mengikuti Training Risk Management and Business Continuity 2025?
Pelatihan ini terbuka untuk manajer, pejabat pemerintah, staf risiko, pengambil keputusan strategis, serta pelaku usaha dari berbagai sektor.
2. Apakah peserta mendapatkan sertifikat resmi?
Ya, peserta akan memperoleh sertifikat resmi yang diakui secara nasional setelah menyelesaikan seluruh modul pelatihan.
3. Apakah pelatihan ini mencakup studi kasus aktual?
Benar. Peserta akan mempelajari berbagai studi kasus nyata terkait krisis bisnis dan penerapan Business Continuity Plan di Indonesia dan dunia.
4. Apakah pelatihan dapat dilakukan secara online?
Tentu saja. Pelatihan tersedia dalam format tatap muka dan online interactive session untuk memudahkan peserta dari berbagai daerah.
Ayo Bangun Bisnismu yang Tangguh dan Adaptif!
Jadilah bagian dari perusahaan yang siap menghadapi perubahan dengan mengikuti Training Risk Management and Business Continuity Tahun 2025.
Pelatihan ini bukan sekadar teori, tetapi investasi strategis untuk membangun ketahanan dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Daftarkan diri Anda sekarang dan wujudkan organisasi yang tangguh menghadapi setiap tantangan.

