- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training Retail & E-Commerce Business Management Tahun 2025-2026

Perubahan lanskap ritel dan e-commerce tumbuh dengan sangat cepat, dipicu oleh transformasi digital dan perubahan perilaku konsumen. Untuk siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang, perusahaan perlu menerapkan program Training Retail & E-Commerce Business Management Tahun 2025-2026 yang mengintegrasikan aspek pemasaran (marketing) dan penjualan (sales) secara komprehensif. Artikel ini akan mengulas secara profesional dan edukatif bagaimana merancang dan menjalankan training tersebut—dengan gaya bahasa mudah dipahami dan terstruktur—agar peserta dapat membawa bisnis mereka ke level selanjutnya.
Mengapa Fokus pada Retail & E-Commerce Business Management?
Ritel dan e-commerce merupakan dua pilar penting dalam strategi pemasaran dan penjualan modern. Beberapa alasan utama adalah:
Konsumen kini mengharapkan pengalaman omnichannel: kombinasi antara toko fisik, online store, dan media sosial.
E-commerce terus tumbuh signifikan, dan bisnis ritel yang tidak menyesuaikan akan tertinggal.
Manajemen bisnis yang baik (termasuk sistem operasional, pemasaran, penjualan) sangat menentukan keberhasilan.
Training khusus memungkinkan tim pemasaran dan penjualan untuk memahami tren, teknologi, dan praktik terbaik yang terkini.
Dengan demikian, program training yang difokuskan pada “Retail & E-Commerce Business Management” sangat relevan untuk periode 2025-2026.
Ruang Lingkup Training
Program training ini mencakup dua domain utama: Marketing dan Sales, dalam konteks ritel dan e-commerce. Ruang lingkup meliputi:
Analisis pasar ritel & e-commerce tahun 2025-2026
Strategi pemasaran (branding, digital, omnichannel) untuk ritel & e-commerce
Strategi penjualan: kanal ritel fisik, online store, marketplace, saluran distribusi
Operasional bisnis ritel & e-commerce: sistem, logistik, customer experience
Kepatuhan regulasi e-commerce di Indonesia
Evaluasi kinerja dan monitoring untuk pertumbuhan berkelanjutan
Lanskap Ritel & E-Commerce di Indonesia Tahun 2025-2026
Tren Utama
Beberapa hal penting yang harus dipahami:
Peraturan terbaru tentang perdagangan melalui sistem elektronik di Indonesia: Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 (“MoTR 31/2023”) menjelaskan klasifikasi e-commerce, marketplace, social commerce.
Bisnis e-commerce di Indonesia menghadapi regulasi baru terkait pengenaan pajak dan kewajiban platform.
Kombinasi kanal fisik dan online (omnichannel) menjadi kunci: ritel yang hanya mengandalkan offline akan kalah oleh pemain yang adaptif.
Konsumen makin mengharapkan pengalaman belanja yang cepat, personal, dan seamless antara online dan offline.
Tabel: Tren & Implikasi
| Tren Utama | Implikasi untuk Ritel & E-Commerce |
|---|---|
| Regulasi e-commerce makin jelas | Bisnis harus memahami licensi, izin, pajak digital |
| Pertumbuhan e-commerce yang cepat | Fokus pada kanal online dan optimasi pengalaman pengguna |
| Omnichannel sebagai norma | Integrasi antara toko fisik, online store, marketplace |
| Konsumen semakin menuntut pengalaman personal | Pemasaran & layanan pelanggan harus lebih responsif dan adaptif |
Strategi Pemasaran (Marketing Strategy) untuk Ritel & E-Commerce Tahun 2025-2026
1. Brand Positioning dan Omnichannel Value Proposition
Bisnis perlu menentukan posisi brand yang jelas—apakah sebagai pilihan mass market, premium, atau niche. Nilai proposisi harus mempertimbangkan kanal ritel dan digital.
Contoh poin:
“Toko fisik kami memberikan pengalaman langsung, sedangkan online store kami memberikan kecepatan dan kemudahan.”
“Integrasi loyalitas pelanggan antara offline dan online.”
2. Digital Marketing dan Content Strategy
Dalam konteks e-commerce, strategi digital menjadi tulang punggung:
Website dan landing page yang optimal untuk mobile (mobile-first)
SEO untuk toko online dan konten blog/edu yang mendukung produk
Media sosial yang mendukung engagement, bukti sosial (social proof)
Kampanye email marketing dan retargeting untuk pelanggan lama
Influencer marketing atau micro-influencer di segmen ritel khusus
3. Offline & Hybrid Marketing
Meskipun digital dominan, ritel fisik masih punya keunggulan:
Event di toko fisik, pop-up store, demo produk
Integrasi QR code di toko fisik untuk akses ke online store
Promo cross-channel (misalnya belanja online dapat voucher di toko fisik)
4. Marketing untuk Rekrutmen Saluran dan Mitra
Marketing tidak hanya untuk konsumen, tetapi juga untuk mitra saluran seperti reseller, toko fisik, marketplace:
Buat materi pemasaran yang menarik untuk mitra
Webinar atau workshop bagi mitra/agen
Komunikasi nilai bersama: bagaimana mitra akan menerima dukungan pemasaran
5. Pengukuran dan Data-Driven Marketing
Penting untuk mengukur performa marketing dengan metrik yang tepat:
KPI: traffic website, conversion rate toko online, kunjungan toko fisik, jumlah mitra baru
Dashboard analitik dan laporan berkala
Segmentasi pasar: berdasarkan demografi, geografis, perilaku belanja
Strategi Penjualan (Sales Strategy) untuk Ritel & E-Commerce Tahun 2025-2026
1. Penjualan ke Konsumen Akhir
Integrasi kanal: apakah pembelian online dan pickup di toko fisik (“click & collect”)
Sistem penjualan di toko fisik yang terhubung ke stok e-commerce
Program loyalitas pelanggan yang berlaku di semua kanal
Strategi upsell/cross-sell melalui rekomendasi produk online dan fisik
2. Penjualan ke Mitra dan Saluran Distribusi
Saluran distribusi yang mendukung ritel dan e-commerce: marketplace, reseller, franchise
Pelatihan tim penjualan dan mitra untuk produk dan kanal online
Paket penjualan khusus untuk mitra: diskon, margin khusus, dukungan pemasaran
3. Hubungan Mitra (Channel/Distributor Relationship)
Menjaga mitra berkinerja tinggi penting untuk pertumbuhan jangka panjang:
Platform CRM untuk mitra saluran
Pemantauan kinerja mitra: penjualan, kepatuhan standar, feedback
Program insentif mitra yang aktif dan kinerja tinggi
4. Tabel: Marketing vs Sales dalam Konteks Ritel & E-Commerce
| Domain | Fokus Utama | Metode Pelaksanaan |
|---|---|---|
| Marketing | Membangun brand & kanal omnichannel | Website, SEO, media sosial, event toko fisik |
| Sales | Mengonversi lead menjadi pembelian & mitra aktif | Tim sales, distributor, paket mitra, loyalitas |
| Marketing | Menjaga engagement jangka panjang | Content marketing, email, retargeting, loyalitas |
| Sales | Mempertahankan mitra dan kanal secara konsisten | CRM, pelatihan mitra, monitoring kinerja |
Sistem Bisnis dan Operasional Retail & E-Commerce
Sistem bisnis yang kuat merupakan pondasi keberhasilan. Unsur-unsurnya meliputi:
Manajemen stok dan logistik untuk toko fisik + online
Integrasi sistem POS (point of sale) toko fisik dan platform e-commerce
Customer experience dan layanan purnajual yang baik
Analisis lokasi toko fisik (jika ada) dan evaluasi kanal online
Pengembangan saluran digital: marketplace, social commerce (dengan memperhatikan regulasi)
Kepatuhan terhadap regulasi e-commerce: lisensi, izin, perlindungan konsumen
Contoh regulasi yang perlu dipahami: Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 mengenai perdagangan melalui sistem elektronik.
Kepatuhan Regulasi Ritel & E-Commerce Indonesia Tahun 2025-2026
Bisnis ritel dan e-commerce di Indonesia harus memperhatikan regulasi berikut:
MoTR 31/2023 yang mengatur PPMSE (Penyelenggara Perdagangan melalui Sistem Elektronik) dan klasifikasi e-commerce, marketplace, social commerce.
Pajak online: Peraturan Menteri Keuangan Nomor 37 Tahun 2025 (PMK 37/2025) mengatur pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 22 oleh platform e-commerce.l
Regulasi perlindungan konsumen online, standar barang impor, dan persyaratan izin usaha.
Dengan memahami regulasi ini, bisnis dapat menghindari risiko hukum dan memanfaatkan peluang secara optimal.
Modul Training: Rencana Program untuk Tahun 2025-2026
Berikut adalah contoh struktur modul training yang dapat digunakan dalam program “Training Retail & E-Commerce Business Management Tahun 2025-2026” dengan fokus marketing dan sales:
| Modul | Isi Materi Utama |
|---|---|
| Modul 1 | Pengenalan Ritel & E-Commerce: tren global & lokal, definisi, peluang |
| Modul 2 | Regulasi Ritel & E-Commerce di Indonesia |
| Modul 3 | Strategi Marketing Ritel & E-Commerce: brand, digital, omnichannel, konten |
| Modul 4 | Strategi Penjualan Ritel & E-Commerce: kanal fisik, online, mitra, loyalitas |
| Modul 5 | Operasional Bisnis: stok, logistik, POS, integrasi kanal |
| Modul 6 | Pengukuran, Analitik & KPI: data pemasaran/penjualan, dashboard internasional |
| Modul 7 | Implementasi Action Plan Pasca-Training: roadmap 30-60-90 hari, studi kasus |
Setiap modul dapat dilengkapi dengan studi kasus, diskusi kelompok, simulasi kanal penjualan, dan worksheet atau template yang dapat diterapkan peserta.
Tips Praktis untuk Pelaksanaan Training yang Efektif
Gunakan contoh nyata dari ritel fisik dan e-commerce yang sukses di Indonesia dan regional.
Kembangkan workbook yang peserta bisa bawa pulang—termasuk checklist langkah-ke-langkah implementasi.
Libatkan narasumber dari bidang pemasaran digital, e-commerce marketplace, dan operasional ritel.
Pastikan peserta membuat action plan konkret yang bisa dieksekusi dalam 30/60/90 hari setelah training.
Sediakan follow-up mentoring atau coaching untuk memastikan implementasi berjalan baik.
Gunakan data internal organisasi untuk membuat simulasi yang relevan dengan kondisi peserta.
Menghubungkan dengan Training Lain
Sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran, program ini dapat dihubungkan dengan Training Direct Selling & Network Marketing Strategy atau Training Sustainability & ESG in Business Tahun 2025 akan memperkuat integrasi pelatihan dan mendukung pembelajaran yang holistik.
Manfaat Bisnis dari Training ini
Dengan mengikuti training dan mengimplementasikan strategi yang dibahas, bisnis Anda bisa mendapatkan berbagai manfaat:
Peningkatan performa pemasaran dan penjualan melalui kanal ritel dan online yang terintegrasi.
Pengalaman pelanggan yang lebih baik dan loyalitas yang meningkat.
Efisiensi operasional lewat sistem yang terhubung antara toko fisik dan platform e-commerce.
Kesiapan terhadap regulasi dan pengelolaan risiko yang lebih baik.
Kemampuan untuk tumbuh dan bersaing di pasar yang semakin digital dan dinamis.
Tantangan dan Cara Mengatasinya
Beberapa tantangan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan strategi ritel dan e-commerce:
Resistensi internal terhadap perubahan dari kanal fisik ke digital. → Sediakan pelatihan internal dan perubahan budaya organisasi.
Biaya awal untuk integrasi sistem POS, platform e-commerce, logistik. → Mulai dengan pilot project yang terukur dan ROI yang jelas.
Kompleksitas pengelolaan banyak kanal dan data yang tersebar. → Gunakan platform integrasi kanal dan dashboard analitik.
Persaingan yang semakin ketat, terutama dari pemain besar e-commerce. → Fokus pada diferensiasi, niche, dan pengalaman pelanggan unggul.
Kepatuhan regulasi yang terus berubah. → Sistem monitoring regulasi dan update tim legal/kompliance secara berkala.
Kesimpulan
Training Retail & E-Commerce Business Management Tahun 2025-2026 dengan fokus pada Marketing dan Sales adalah investasi strategis bagi organisasi yang ingin mempertahankan relevansi dan pertumbuhan dalam era digital dan omnichannel. Dengan memahami tren pasar, merancang strategi pemasaran dan penjualan yang tepat, membangun sistem bisnis yang kuat, dan memastikan kepatuhan regulasi—bisnis Anda akan memiliki pijakan yang lebih kokoh untuk berkembang. Integrasi antara ritel fisik dan platform e-commerce, disertai pelatihan dan implementasi yang tepat, akan membuka peluang baru dan memperkuat posisi Anda di pasar.
FAQ
Q1: Siapa yang sebaiknya mengikuti training ini?
A1: Program ini cocok untuk manajer pemasaran, manajer penjualan, pengelola toko fisik & online, tim e-commerce, serta pemilik bisnis ritel yang ingin mengembangkan kanal online atau omni-channel.
Q2: Berapa lama durasi ideal untuk program training ini?
A2: Durasi ideal bisa antara 1 hingga 3 hari intensif (atau 4-6 sesi) tergantung cakupan materi. Untuk implementasi yang lebih mendalam, bisa dilanjutkan dengan mentoring atau workshop lanjutan.
Q3: Bagaimana cara mengukur keberhasilan setelah training?
A3: Beberapa indikator yang bisa digunakan: peningkatan traffic toko online, peningkatan kunjungan ke toko fisik, pertumbuhan penjualan kanal online dan fisik, jumlah mitra baru/channel distribusi, loyalitas dan retensi pelanggan, efisiensi operasional (misalnya waktu pemrosesan pesanan, stok, logistik).
Q4: Apakah regulasi e-commerce di Indonesia akan berdampak pada strategi penjualan dan pemasaran?
A4: Ya. Regulasi seperti MoTR 31/2023 dan PMK 37/2025 menuntut bisnis e-commerce memahami perizinan, pelaporan, pajak, serta standar barang dan transaksi elektronik. Hal ini mempengaruhi bagaimana saluran digital dan fisik harus diatur sehingga strategi marketing dan sales mengakomodasi aspek kepatuhan dan risiko.
Mulai membangun program training, hubungkan kanal ritel dan e-commerce, dan persiapkan tim Anda untuk mengimplementasikan strategi marketing dan penjualan yang terintegrasi.

