- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training Teknik Analisis Beban Kerja dan Evaluasi Jabatan Tahun 2025–2026

Dalam era transformasi manajemen sumber daya manusia (SDM) yang semakin kompetitif, organisasi dituntut untuk memiliki struktur kerja yang efektif dan efisien. Salah satu instrumen penting dalam mencapai tujuan tersebut adalah analisis beban kerja (ABK) dan evaluasi jabatan (EJ).
Kedua teknik ini tidak hanya membantu instansi dalam menentukan jumlah pegawai yang ideal, tetapi juga dalam merancang sistem penggajian, jenjang karier, serta redistribusi beban kerja yang seimbang. Melalui Training Teknik Analisis Beban Kerja dan Evaluasi Jabatan Tahun 2025–2026, peserta akan memperoleh pengetahuan praktis dan strategis untuk menerapkan metode ilmiah dalam pengelolaan SDM secara berkelanjutan.
Program ini merupakan bagian dari agenda HRD Human Rescue Development, yang berfokus pada pengembangan aparatur dan karyawan agar mampu menghadapi tantangan digitalisasi birokrasi dan perubahan sistem kerja modern.
Mengapa Analisis Beban Kerja dan Evaluasi Jabatan Penting Diterapkan
Analisis beban kerja dan evaluasi jabatan memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan produktivitas dan efektivitas organisasi. Berikut beberapa alasan mengapa keduanya perlu diterapkan secara sistematis:
Menentukan kebutuhan pegawai secara objektif
Dengan ABK, organisasi dapat mengetahui berapa jumlah pegawai ideal yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa kelebihan atau kekurangan personel.Menilai tingkat kesesuaian antara tugas dan kemampuan
Evaluasi jabatan membantu menentukan bobot pekerjaan dan nilai tanggung jawab masing-masing posisi agar tidak terjadi ketimpangan antar jabatan.Mendukung penyusunan sistem remunerasi yang adil
EJ digunakan untuk menentukan struktur gaji yang proporsional berdasarkan kompleksitas, tanggung jawab, dan kontribusi jabatan.Meningkatkan efisiensi kerja dan mutu pelayanan publik
Implementasi ABK secara akurat memungkinkan instansi mengurangi beban kerja berlebih serta meningkatkan fokus terhadap hasil kerja.Mendorong pengambilan keputusan berbasis data (data-driven HRD)
Hasil analisis dan evaluasi menjadi dasar dalam perencanaan kebutuhan pegawai dan penyusunan kebijakan strategis SDM.
Tujuan dan Manfaat Training
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam melaksanakan analisis beban kerja dan evaluasi jabatan secara profesional.
Tujuan Pelatihan
Memberikan pemahaman komprehensif tentang konsep ABK dan EJ.
Mengajarkan metode dan teknik pengumpulan data beban kerja.
Membekali peserta dengan kemampuan melakukan penilaian jabatan secara objektif.
Menyusun rekomendasi kebutuhan pegawai berdasarkan hasil ABK dan EJ.
Meningkatkan efektivitas perencanaan SDM berbasis kinerja.
Manfaat Bagi Organisasi
Memperoleh peta jabatan yang lebih jelas.
Menyusun struktur organisasi yang efisien dan produktif.
Menetapkan standar beban kerja per posisi secara terukur.
Mendukung sistem penggajian dan promosi berbasis kinerja.
Meningkatkan kesejahteraan dan motivasi pegawai.
Kompetensi yang Akan Diperoleh Peserta
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kompetensi sebagai berikut:
| Kompetensi | Deskripsi |
|---|---|
| Analisis Jabatan | Mampu mengidentifikasi tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawab jabatan. |
| Analisis Beban Kerja | Mengukur jumlah pekerjaan dan waktu penyelesaian secara efektif. |
| Evaluasi Jabatan | Menilai bobot dan nilai suatu jabatan untuk menentukan struktur gaji dan promosi. |
| Penyusunan Dokumen HRD | Mampu menyusun laporan hasil analisis beban kerja dan evaluasi jabatan yang sistematis. |
| Implementasi Kebijakan SDM | Menerapkan hasil analisis sebagai dasar penyusunan kebijakan pegawai dan pengembangan organisasi. |
Metodologi Pelatihan
Pelatihan disusun dengan metode yang interaktif, menggabungkan teori dan praktik melalui:
Ceramah dan diskusi interaktif
Simulasi kasus nyata (case study)
Workshop analisis data ABK
Latihan penilaian jabatan
Pendampingan penyusunan laporan evaluasi jabatan
Dengan pendekatan berbasis praktik, peserta akan lebih mudah memahami penerapan konsep ABK dan EJ dalam lingkungan kerja nyata.
Materi Pelatihan
Materi pelatihan disusun secara sistematis dan aplikatif, mencakup topik-topik berikut:
Konsep Dasar Manajemen SDM Modern
Prinsip HRD berbasis kinerja
Tantangan pengelolaan SDM di era digital
Analisis Jabatan dan Uraian Tugas (Job Description)
Metode pengumpulan data jabatan
Penyusunan peta jabatan dan fungsi unit kerja
Teknik Analisis Beban Kerja (Workload Analysis)
Metode perhitungan waktu kerja efektif
Penentuan standar waktu dan kapasitas kerja pegawai
Evaluasi Jabatan (Job Evaluation)
Prinsip, pendekatan, dan metode evaluasi
Faktor pembobotan jabatan dan sistem skoring
Penyusunan Laporan dan Implementasi Hasil
Pemetaan hasil ABK
Rekomendasi kebijakan dan tindak lanjut pengembangan organisasi
Studi Kasus dan Simulasi Praktik Lapangan
Peran Strategis HRD dalam Pengelolaan ABK dan EJ
Departemen SDM atau HRD memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan bahwa hasil analisis dan evaluasi benar-benar diimplementasikan untuk perbaikan organisasi. Peran strategis HRD antara lain:
Menjadi fasilitator dalam proses pengumpulan data beban kerja.
Menyusun kebijakan penempatan pegawai berdasarkan hasil analisis.
Mengkaji kembali struktur organisasi agar sesuai dengan kebutuhan aktual.
Menjamin konsistensi penerapan sistem kompensasi berbasis hasil evaluasi jabatan.
Sebagai tambahan wawasan, Anda dapat mempelajari kebijakan resmi terkait Evaluasi Jabatan ASN melalui laman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
Contoh Penerapan Analisis Beban Kerja
Berikut contoh sederhana penerapan ABK untuk mengukur efisiensi kerja:
| Jabatan | Jumlah Pegawai | Volume Pekerjaan | Waktu Standar (Jam) | Total Beban Kerja | Status Efisiensi |
|---|---|---|---|---|---|
| Staf Administrasi | 3 | 600 dokumen | 2 jam | 1.200 jam | Overload |
| Staf Keuangan | 2 | 400 laporan | 4 jam | 800 jam | Ideal |
| Staf Umum | 1 | 100 dokumen | 3 jam | 300 jam | Underload |
Dari tabel di atas, HRD dapat mengidentifikasi jabatan yang kelebihan atau kekurangan beban kerja untuk melakukan redistribusi yang adil.
Keterkaitan dengan Pelatihan Lainnya
Sebagai pelengkap kompetensi, peserta juga disarankan untuk mengikuti pelatihan lain seperti:
Training Administrasi dan Tata Naskah Kepegawaian Modern Tahun 2025
Training Manajemen Kesehatan, Keselamatan, dan Kesejahteraan Pegawai (K3)
Kedua pelatihan tersebut berhubungan erat dengan peningkatan efisiensi dan profesionalisme dalam tata kelola SDM.
Siapa yang Sebaiknya Mengikuti Pelatihan Ini
Pelatihan ini sangat direkomendasikan bagi:
Pejabat dan staf HRD di instansi pemerintah dan BUMN
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam manajemen kepegawaian
Kepala bagian organisasi dan tata laksana (Ortal)
Konsultan SDM dan analis kebijakan publik
Dosen, peneliti, serta praktisi manajemen SDM
Output yang Diharapkan
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
Menyusun laporan analisis beban kerja berbasis data faktual.
Mengidentifikasi jabatan kritikal dan jabatan duplikasi.
Menentukan nilai dan kelas jabatan secara obyektif.
Membangun sistem SDM berbasis hasil analisis dan evaluasi.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa perbedaan antara Analisis Beban Kerja dan Evaluasi Jabatan?
Analisis beban kerja fokus pada pengukuran volume pekerjaan dan waktu kerja pegawai, sedangkan evaluasi jabatan menilai nilai atau bobot pekerjaan dalam struktur organisasi.
2. Siapa yang bertanggung jawab melaksanakan ABK dan EJ di instansi pemerintah?
Pelaksana utamanya adalah bagian kepegawaian/SDM bekerja sama dengan unit organisasi terkait dan disupervisi oleh pejabat struktural.
3. Apakah hasil analisis beban kerja dapat dijadikan dasar penyusunan remunerasi?
Ya, hasil ABK dan EJ dapat menjadi dasar utama dalam menentukan sistem penggajian dan tunjangan berbasis kinerja.
4. Apakah pelatihan ini bersifat teoritis atau praktis?
Pelatihan ini bersifat kombinatif, menggabungkan teori dan praktik dengan studi kasus nyata dari berbagai instansi.
Tingkatkan efisiensi organisasi Anda dengan mengikuti pelatihan profesional yang akan membekali Anda dengan kemampuan strategis dalam menganalisis beban kerja dan mengevaluasi jabatan secara objektif, terukur, dan berkelanjutan.

