Training Lainnya

Training Business Continuity Management System (Persiapan ISO 22301)

Dalam era ketidakpastian global, risiko bisnis semakin kompleks dan tak terduga. Bencana alam, serangan siber, krisis kesehatan, hingga gangguan rantai pasok dapat mengancam kelangsungan operasional perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk memiliki strategi Business Continuity Management System (BCMS) sesuai standar internasional ISO 22301.

Training Business Continuity Management System hadir untuk membantu perusahaan memahami, menyiapkan, serta mengimplementasikan kerangka kerja manajemen kelangsungan bisnis agar dapat tetap berjalan meskipun menghadapi situasi darurat.

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai konsep, manfaat, dan penerapan Training BCM ISO 22301 serta relevansinya bagi berbagai sektor, termasuk BUMN, swasta, hingga lembaga pemerintahan.


Apa Itu Business Continuity Management System (ISO 22301)?

Business Continuity Management System (BCMS) adalah pendekatan manajemen yang memastikan organisasi mampu merespons insiden besar yang dapat mengganggu operasional, seperti:

  • Bencana alam (banjir, gempa, kebakaran)

  • Krisis kesehatan (pandemi)

  • Serangan siber atau kebocoran data

  • Gangguan infrastruktur (listrik, jaringan, transportasi)

  • Krisis finansial atau reputasi

ISO 22301:2019 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan sistem manajemen kelangsungan bisnis. Standar ini dirancang agar organisasi dapat:

  1. Mengidentifikasi risiko potensial.

  2. Menyusun rencana kelangsungan bisnis.

  3. Menjamin keberlangsungan layanan kritis.

  4. Melakukan pemulihan secara cepat dan efektif.


Mengapa Training Business Continuity Management Sangat Penting?

Pelatihan BCM bukan hanya sekadar pemenuhan standar, melainkan investasi jangka panjang untuk keberlangsungan bisnis. Berikut manfaatnya:

  1. Meningkatkan Resiliensi Organisasi
    Organisasi lebih siap menghadapi risiko tak terduga.

  2. Memenuhi Regulasi dan Standar Global
    Banyak regulasi pemerintah dan mitra bisnis mensyaratkan kepatuhan terhadap ISO 22301.

  3. Meningkatkan Kepercayaan Pemangku Kepentingan
    Klien, investor, dan masyarakat lebih percaya pada perusahaan yang memiliki rencana kelangsungan bisnis.

  4. Mengurangi Kerugian Finansial
    Dengan adanya rencana tanggap darurat, perusahaan dapat menekan dampak kerugian akibat gangguan.

  5. Menjamin Layanan Kritis Tetap Berjalan
    Operasional utama tetap berjalan meskipun dalam kondisi darurat.

Bimtek Lainnya :  Training Manajemen Risiko di Instansi/Perusahaan

Materi yang Dipelajari dalam Training BCM (ISO 22301)

Training Business Continuity Management biasanya mencakup materi sebagai berikut:

  • Pengenalan Business Continuity Management
    Definisi, tujuan, dan ruang lingkup ISO 22301.

  • Identifikasi Risiko dan Analisis Dampak Bisnis (BIA)
    Menilai risiko potensial yang dapat mengganggu operasi.

  • Perencanaan Kelangsungan Bisnis
    Menyusun strategi pemulihan operasional dan layanan penting.

  • Manajemen Krisis dan Komunikasi Darurat
    Protokol komunikasi saat terjadi gangguan.

  • Uji Coba dan Simulasi
    Melakukan drill untuk memastikan kesiapan organisasi.

  • Pemeliharaan dan Evaluasi
    Review berkala dan perbaikan rencana sesuai perkembangan risiko.


Tahapan Implementasi ISO 22301 dalam Organisasi

Berikut tahapan praktis yang dibahas dalam training:

TahapKegiatan UtamaHasil yang Diharapkan
1. PerencanaanIdentifikasi risiko & analisis dampakDokumen Business Impact Analysis (BIA)
2. PengembanganMenyusun kebijakan & prosedur BCMRencana Kelangsungan Bisnis
3. ImplementasiPelatihan, sosialisasi, dan integrasiSistem yang dijalankan seluruh karyawan
4. PengujianSimulasi, uji coba skenario daruratValidasi kesiapan organisasi
5. PemeliharaanAudit, evaluasi, dan peningkatanPerbaikan berkelanjutan sesuai ISO 22301

Sektor yang Membutuhkan Training BCM (ISO 22301)

Hampir semua sektor memerlukan penerapan BCMS, khususnya:

  • Perbankan dan Keuangan – menjaga kepercayaan nasabah dan stabilitas layanan transaksi.

  • BUMN/BUMD – memastikan layanan publik tetap berjalan di tengah krisis.

  • Kesehatan – menjamin pelayanan pasien tetap tersedia meskipun ada pandemi atau bencana.

  • Teknologi dan Telekomunikasi – mengamankan infrastruktur data dan jaringan.

  • Manufaktur dan Logistik – menjaga rantai pasok tetap beroperasi.

  • Pemerintahan – memastikan layanan masyarakat tidak terganggu.


Keterkaitan Training BCM dengan Regulasi Nasional

Di Indonesia, penerapan sistem manajemen risiko dan kelangsungan bisnis juga selaras dengan kebijakan pemerintah, seperti:

  • Kebijakan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana.

  • Dukungan regulasi pemerintah yang mengacu pada standar internasional untuk meningkatkan ketahanan organisasi.

Bimtek Lainnya :  Training Penyusunan dan Penilaian Persetujuan Lingkungan SPPL, UKL-UPL dan AMDAL Tahun 2026

Sebagai rujukan, Anda dapat melihat informasi lebih lanjut melalui BNPB – Badan Nasional Penanggulangan Bencana.


Hubungan Training BCM dengan Training Lainnya

Selain training BCM, organisasi juga sebaiknya melengkapi kompetensi SDM dengan pelatihan terkait seperti:

  • Training Risk Management (ISO 31000:2018) untuk memperkuat manajemen risiko.

  • Training Business Continuity dalam sektor keuangan untuk memperkuat kepatuhan regulasi.

  • Training Audit Sistem Manajemen untuk memastikan efektivitas penerapan ISO.


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa tujuan utama Training Business Continuity Management System (ISO 22301)?
Tujuan utama adalah memastikan organisasi mampu bertahan, merespons, dan pulih dari gangguan atau krisis tanpa menghentikan operasional utama.

2. Siapa yang perlu mengikuti Training BCM ISO 22301?
Manajer risiko, tim IT, pimpinan organisasi, hingga staf operasional yang terlibat dalam perencanaan darurat.

3. Berapa lama durasi training ini biasanya?
Durasi training bervariasi, biasanya antara 2–5 hari tergantung kedalaman materi.

4. Apakah sertifikasi ISO 22301 wajib bagi semua perusahaan?
Tidak wajib, namun sangat direkomendasikan untuk organisasi yang ingin meningkatkan kepercayaan stakeholder dan kesiapan menghadapi krisis.


Penutup

Dengan mengikuti Training Business Continuity Management System (Persiapan ISO 22301), organisasi tidak hanya siap menghadapi krisis, tetapi juga mampu menjaga reputasi, kepercayaan stakeholder, serta kelangsungan bisnis dalam jangka panjang.

Segera daftarkan tim Anda dan jadikan perusahaan lebih tangguh menghadapi ketidakpastian global bersama program training terbaik dari kami.

author-avatar

Tentang EDUKASINDO

SENTRA MEDIA EDUKASINDO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendampingan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan kemajuan di bidang pendidikan dan telekomunikasi. Kami melayani individu yang menjadi bagian dari suatu organisasi, baik sebagai karyawan maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan SDM di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *