- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training Assets and Liabilities Management

Dalam dunia perbankan, Assets and Liabilities Management (ALM) adalah salah satu strategi krusial untuk menjaga kesehatan keuangan dan keberlanjutan bisnis. ALM tidak hanya berfungsi untuk memastikan keseimbangan neraca bank, tetapi juga berperan dalam mengelola risiko yang muncul akibat fluktuasi pasar, perubahan tingkat suku bunga, maupun pergerakan nilai tukar.
Melalui Training Assets and Liabilities Management, para profesional perbankan mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana mengelola struktur aset dan liabilitas secara efektif. Pelatihan ini juga menjadi bekal penting bagi lembaga keuangan untuk menjaga likuiditas, profitabilitas, sekaligus mencegah potensi kerugian yang dapat merugikan stakeholder.
Pentingnya Assets and Liabilities Management
Manajemen aset dan liabilitas merupakan jantung dari operasional keuangan bank. Tanpa sistem yang baik, bank berisiko mengalami:
Krisis likuiditas, akibat aset yang tidak likuid.
Kerugian besar, karena salah mengantisipasi perubahan suku bunga.
Risiko mata uang, bila tidak ada manajemen posisi valas yang memadai.
Menurunnya profitabilitas, jika strategi penempatan dana tidak seimbang.
Tujuan Training Assets and Liabilities Management
Pelatihan ALM dirancang untuk memberikan kompetensi praktis dan strategis, di antaranya:
Memahami konsep dasar manajemen aset dan liabilitas.
Menguasai teknik perencanaan likuiditas.
Mengelola risiko suku bunga, nilai tukar, dan pasar.
Meningkatkan efektivitas manajemen modal.
Menyusun strategi profitabilitas berkelanjutan.
Mematuhi regulasi perbankan nasional maupun internasional.
Ruang Lingkup Pelatihan
Training ini biasanya meliputi beberapa aspek pembelajaran:
Dasar-dasar ALM: konsep matching, gap analysis, dan strategi penempatan dana.
Pengelolaan Likuiditas: pentingnya buffer likuiditas dan instrumen likuid.
Risiko Pasar dan Suku Bunga: analisis sensitivitas terhadap perubahan pasar.
Manajemen Valuta Asing: strategi menghadapi fluktuasi kurs.
Modal dan Profitabilitas: hubungan ALM dengan pertumbuhan bank.
Tabel: Komponen Utama Assets and Liabilities Management
| Komponen | Penjelasan |
|---|---|
| Manajemen Likuiditas | Mengatur ketersediaan dana untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. |
| Risiko Suku Bunga | Mengelola dampak fluktuasi bunga terhadap pendapatan bunga bersih. |
| Risiko Valuta Asing | Menangani risiko akibat perubahan kurs mata uang asing. |
| Perencanaan Modal | Menjaga kecukupan modal untuk mendukung ekspansi dan stabilitas bank. |
| Profitabilitas Bank | Menyeimbangkan antara return optimal dan risiko yang terkendali. |
Hubungan ALM dengan Manajemen Risiko
ALM merupakan bagian integral dari manajemen risiko bank. Dengan ALM, bank dapat:
Mengurangi potensi mismatch antara aset dan liabilitas.
Menyusun strategi lindung nilai (hedging) untuk risiko pasar.
Menjaga solvabilitas dan likuiditas sesuai regulasi.
Mengantisipasi perubahan makroekonomi yang berdampak langsung pada keuangan bank.
Regulasi Terkait ALM di Indonesia
Penerapan ALM di Indonesia wajib mengikuti ketentuan yang berlaku, seperti:
Peraturan OJK tentang Manajemen Risiko Bank Umum.
Ketentuan Bank Indonesia mengenai pengelolaan likuiditas dan risiko pasar.
Standar internasional Basel III yang menekankan manajemen likuiditas, leverage ratio, dan kecukupan modal.
Metode Pembelajaran dalam Training
Dalam training, metode yang umum digunakan meliputi:
Studi Kasus: menganalisis peristiwa nyata terkait kegagalan ALM.
Simulasi Neraca Bank: latihan mengatur keseimbangan aset dan liabilitas.
Diskusi Kelompok: membahas strategi likuiditas antar peserta.
Workshop Aplikasi: penggunaan software ALM untuk analisis risiko.
Evaluasi: mengukur pemahaman peserta melalui tes dan presentasi.
Manfaat Training Bagi Perbankan
Dengan mengikuti training ini, bank akan memperoleh keuntungan nyata, antara lain:
Meningkatkan kualitas SDM yang memahami regulasi dan strategi ALM.
Mengurangi potensi kerugian finansial akibat mismatch.
Meningkatkan kepercayaan investor dan nasabah.
Memastikan kepatuhan terhadap standar OJK dan Basel III.
Menciptakan tata kelola keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
Daftar Poin: Kesalahan Umum dalam ALM
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penerapan ALM di bank, yaitu:
Tidak memperhatikan gap maturity antara aset dan liabilitas.
Minimnya diversifikasi sumber dana.
Mengabaikan pengaruh suku bunga global.
Kurangnya pengawasan internal.
Tidak menggunakan sistem informasi yang memadai.
Keterkaitan ALM dengan Pencegahan Fraud
Selain untuk pengelolaan risiko, ALM juga berkaitan dengan pencegahan fraud. Neraca bank yang tidak sehat atau tidak transparan sering kali menjadi celah terjadinya fraud di sektor perbankan. Oleh karena itu, pelatihan ALM sebaiknya dikombinasikan dengan Pelatihan Audit Pencegahan Fraud di Perbankan 2025 agar pengawasan lebih komprehensif.
Studi Kasus Internasional
Kasus Likuiditas di Asia
Beberapa bank di Asia pernah mengalami krisis akibat tidak mampu mengantisipasi penarikan dana besar-besaran. Pelatihan ALM kemudian menjadi syarat wajib bagi manajemen risiko bank.Krisis Subprime Mortgage 2008
Krisis global 2008 memperlihatkan pentingnya ALM dalam mengendalikan risiko pasar dan likuiditas, terutama ketika terjadi lonjakan kredit macet.
Tabel: Perbandingan Bank dengan ALM Efektif dan Tidak Efektif
| Aspek | ALM Efektif | ALM Tidak Efektif |
|---|---|---|
| Likuiditas | Terjaga stabil | Sering krisis likuiditas |
| Risiko Pasar | Terkendali dengan strategi hedging | Tinggi dan merugikan bank |
| Profitabilitas | Stabil dengan pertumbuhan berkelanjutan | Fluktuatif dan cenderung menurun |
| Kepatuhan Regulasi | Sesuai OJK dan Basel III | Berisiko terkena sanksi regulasi |
| Kepercayaan Nasabah | Meningkat | Menurun drastis |
FAQ
1. Apa itu Assets and Liabilities Management (ALM)?
ALM adalah strategi manajemen keuangan bank untuk menyeimbangkan aset dan liabilitas agar terhindar dari risiko pasar, likuiditas, dan suku bunga.
2. Mengapa training ALM penting bagi bank?
Karena pelatihan ini meningkatkan kompetensi SDM dalam mengelola risiko keuangan, memastikan kepatuhan regulasi, dan menjaga stabilitas bank.
3. Siapa yang sebaiknya mengikuti pelatihan ini?
Direksi bank, manajer risiko, auditor internal, hingga staf keuangan yang terlibat dalam pengelolaan neraca.
4. Apa kaitan ALM dengan pencegahan fraud?
ALM membantu menciptakan transparansi dan kontrol yang baik atas neraca bank, sehingga meminimalkan peluang terjadinya fraud.
Penutup
Training Assets and Liabilities Management bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan sebuah kebutuhan strategis bagi lembaga perbankan. Dengan ALM yang efektif, bank mampu menjaga likuiditas, memaksimalkan profitabilitas, dan mematuhi regulasi secara konsisten.
Segera ikuti pelatihan ALM agar institusi perbankan Anda lebih tangguh menghadapi dinamika keuangan global dan mampu memberikan kepercayaan penuh kepada nasabah serta pemangku kepentingan.

