- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Bimtek Pengadaan Barang/Jasa melalui Mekanisme Penunjukan Langsung

Pengadaan barang/jasa pemerintah adalah salah satu instrumen penting dalam tata kelola keuangan negara. Proses ini bukan hanya sekadar transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan publik berjalan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Salah satu metode yang sering digunakan dalam kondisi tertentu adalah mekanisme penunjukan langsung.
Melalui Bimtek Pengadaan Barang/Jasa melalui Mekanisme Penunjukan Langsung, para aparatur pemerintah, pengelola aset, hingga penyedia jasa dapat memahami aturan hukum, batasan, serta tata cara implementasi metode ini sesuai regulasi terbaru tahun 2025. Artikel ini akan membahas secara komprehensif dasar hukum, kriteria, tahapan, hingga studi kasus penerapannya, lengkap dengan rekomendasi praktik terbaik.
Konsep Dasar Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Pengadaan barang/jasa adalah kegiatan untuk memperoleh barang, pekerjaan konstruksi, maupun jasa oleh kementerian/lembaga/pemerintah daerah, yang pembiayaannya bersumber dari APBN atau APBD.
Tujuan utama pengadaan pemerintah antara lain:
Mendukung pembangunan nasional dan pelayanan publik.
Menciptakan persaingan usaha yang sehat dan transparan.
Menjamin penggunaan anggaran negara secara efisien dan efektif.
Mengurangi risiko korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Pengadaan dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti:
Pelelangan terbuka
Seleksi
Pengadaan langsung
Penunjukan langsung
Apa Itu Mekanisme Penunjukan Langsung?
Penunjukan langsung adalah metode pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan dengan menunjuk satu penyedia tertentu untuk melaksanakan pekerjaan. Metode ini hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu, yang telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya.
Beberapa alasan penunjukan langsung digunakan:
Barang/jasa hanya bisa disediakan oleh satu penyedia tertentu.
Keadaan darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
Nilai pekerjaan relatif kecil (dengan batasan tertentu).
Penambahan pekerjaan dari penyedia yang sama agar efisiensi tetap terjaga.
Dasar Hukum Penunjukan Langsung
Mekanisme ini memiliki landasan hukum yang jelas, antara lain:
Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Peraturan LKPP No. 12 Tahun 2021 sebagai turunan teknis terkait prosedur penunjukan langsung.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Perbedaan Penunjukan Langsung dan Pengadaan Langsung
| Aspek | Penunjukan Langsung | Pengadaan Langsung |
|---|---|---|
| Jumlah penyedia | 1 penyedia tertentu | Dapat lebih dari 1 penyedia untuk perbandingan harga |
| Kondisi penggunaan | Keadaan darurat, barang unik, atau kelanjutan pekerjaan | Pekerjaan bernilai kecil sesuai batas ketentuan |
| Mekanisme evaluasi | Langsung terhadap penyedia yang ditunjuk | Perbandingan penawaran beberapa penyedia |
| Dasar hukum | Perpres No. 16 Tahun 2018 | Perpres No. 16 Tahun 2018 |
Kriteria Penggunaan Penunjukan Langsung
Penunjukan langsung tidak bisa digunakan sembarangan. Ada syarat yang harus dipenuhi, antara lain:
Kondisi darurat seperti bencana alam, bencana non-alam, atau keadaan darurat lainnya yang membutuhkan respons cepat.
Barang/jasa spesifik yang hanya bisa disediakan oleh satu penyedia, misalnya software berlisensi tunggal.
Pekerjaan tambahan dari kontrak sebelumnya, yang efisiensinya lebih baik jika dikerjakan oleh penyedia yang sama.
Nilai tertentu sesuai ketentuan LKPP.
Contoh kasus nyata:
Saat terjadi bencana banjir di suatu daerah, pemerintah daerah dapat menunjuk langsung kontraktor lokal untuk memperbaiki tanggul darurat tanpa melalui proses tender panjang.
Tahapan Proses Penunjukan Langsung
Walaupun terkesan sederhana, mekanisme ini tetap memiliki prosedur yang harus dipatuhi:
Perencanaan Pengadaan
Menentukan kebutuhan, spesifikasi, dan anggaran.
Persiapan Penunjukan Langsung
Membuat dokumen permintaan penawaran.
Menyusun kriteria evaluasi.
Pelaksanaan Penunjukan Langsung
Mengundang penyedia yang ditunjuk.
Negosiasi teknis dan harga.
Evaluasi dan Penetapan
Memastikan penyedia memenuhi kualifikasi.
Menetapkan penyedia secara resmi.
Kontrak dan Pelaksanaan
Penandatanganan kontrak kerja.
Pelaksanaan pekerjaan dan pengawasan.
Tantangan dalam Penunjukan Langsung
Meskipun sah secara hukum, praktik penunjukan langsung sering menuai kritik karena rawan penyalahgunaan. Tantangan yang muncul antara lain:
Risiko KKN: Pemilihan penyedia tunggal dapat dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
Kurangnya transparansi: Tidak adanya kompetisi membuat publik sulit menilai kewajaran harga.
Kualitas pekerjaan: Potensi menurunnya kualitas karena tidak ada pesaing.
Strategi Mitigasi Risiko
Agar penunjukan langsung tetap sesuai aturan dan akuntabel, beberapa strategi bisa dilakukan:
Menyusun dokumen perencanaan yang rinci dan transparan.
Melibatkan pengawas independen atau inspektorat.
Melakukan evaluasi harga berdasarkan standar biaya.
Menyimpan semua dokumen sebagai bukti audit.
Bimtek Sebagai Solusi Penguatan Kapasitas
Bimbingan Teknis (Bimtek) menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kompetensi aparatur terkait implementasi penunjukan langsung.
Materi Bimtek biasanya mencakup:
Regulasi terbaru pengadaan barang/jasa.
Teknik penyusunan dokumen pengadaan.
Simulasi studi kasus penunjukan langsung.
Strategi pencegahan penyalahgunaan kewenangan.
Dengan mengikuti bimtek, peserta tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dengan benar di lapangan.
Hubungan Penunjukan Langsung dengan Pengelolaan Aset Negara
Pengadaan barang/jasa melalui penunjukan langsung erat kaitannya dengan tata kelola aset negara. Aset yang diperoleh melalui metode ini harus tercatat, dikelola, dan dimanfaatkan secara optimal.
Untuk pembahasan lebih luas mengenai keterkaitan pengadaan dan manajemen aset, Anda bisa membaca Bimtek Pengelolaan Aset Negara dalam Perspektif Pengadaan Barang/Jasa 2025.
Studi Kasus Nyata
Pengadaan Alat Medis Darurat COVID-19 (2020)
Pemerintah menggunakan penunjukan langsung untuk pengadaan ventilator dan APD karena keterbatasan waktu dan penyedia.Rekonstruksi Jalan Pascagempa
Di beberapa daerah terdampak bencana, pemerintah menunjuk kontraktor lokal agar pekerjaan bisa segera dimulai tanpa tender panjang.
Tabel: Kelebihan dan Kekurangan Penunjukan Langsung
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Proses cepat dan efisien | Rawan praktik KKN |
| Cocok untuk kondisi darurat | Kurang transparan |
| Menghemat biaya administrasi tender | Potensi kualitas lebih rendah |
| Fleksibilitas tinggi dalam situasi khusus | Sulit mengukur kewajaran harga |
FAQ
1. Apa bedanya pengadaan langsung dengan penunjukan langsung?
Pengadaan langsung melibatkan beberapa penyedia untuk perbandingan, sedangkan penunjukan langsung hanya menunjuk satu penyedia tertentu.
2. Apakah penunjukan langsung legal?
Ya, penunjukan langsung diatur dalam Perpres 16/2018 dan perubahannya, dengan syarat tertentu.
3. Kapan penunjukan langsung bisa digunakan?
Dalam kondisi darurat, kebutuhan barang spesifik, pekerjaan tambahan dari kontrak yang ada, atau sesuai batas nilai yang ditetapkan.
4. Bagaimana cara memastikan penunjukan langsung tetap transparan?
Dengan dokumentasi lengkap, pengawasan internal, serta mengacu pada standar biaya yang berlaku.
Penutup
Mekanisme penunjukan langsung merupakan solusi penting dalam pengadaan barang/jasa pemerintah, khususnya saat menghadapi situasi mendesak atau kebutuhan yang sangat spesifik. Namun, penerapannya tetap harus dilakukan secara hati-hati, transparan, dan sesuai regulasi agar tujuan pengadaan tercapai tanpa menimbulkan risiko hukum maupun kerugian negara.
Ikuti program Bimtek resmi yang membahas detail teknis dan studi kasus nyata untuk meningkatkan kompetensi Anda dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.
Segera daftarkan diri Anda dalam program terbaik untuk penguatan kapasitas aparatur dan pengelolaan pengadaan yang akuntabel.

