- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Bimtek QGIS untuk Analisis Tata Ruang dan Lingkungan 2025

Perencanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan menjadi isu strategis di era pembangunan berkelanjutan. Pemerintah pusat maupun daerah dituntut untuk menggunakan teknologi mutakhir dalam mendukung perumusan kebijakan, penyusunan dokumen perencanaan, hingga pengambilan keputusan berbasis data spasial.
Salah satu perangkat lunak open source yang paling populer adalah QGIS (Quantum Geographic Information System). QGIS digunakan secara luas dalam pemetaan, analisis spasial, serta pengelolaan data geospasial. Untuk meningkatkan kompetensi aparatur, akademisi, maupun praktisi, diselenggarakan program Bimtek QGIS untuk Analisis Tata Ruang dan Lingkungan 2025.
Apa Itu QGIS?
QGIS adalah perangkat lunak GIS open source yang memungkinkan pengguna untuk:
Mengolah data spasial dalam berbagai format.
Membuat peta interaktif dengan visualisasi yang menarik.
Melakukan analisis spasial untuk perencanaan tata ruang.
Mengintegrasikan data lingkungan seperti kualitas udara, tutupan lahan, atau aliran sungai.
Mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Kelebihan QGIS dibandingkan software lain adalah sifatnya gratis, fleksibel, open source, dan didukung komunitas global yang terus memperbarui fitur.
Mengapa Bimtek QGIS Penting untuk Tata Ruang dan Lingkungan?
Bimtek ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang penggunaan QGIS dalam konteks tata ruang dan lingkungan. Aparatur pemerintah, konsultan perencanaan, hingga mahasiswa dapat mengambil manfaat dari pelatihan ini.
Manfaat utama:
Meningkatkan Kompetensi Aparatur dalam mengelola data spasial.
Memperkuat Kapasitas Daerah dalam menyusun dokumen RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang).
Mendukung Analisis Lingkungan seperti AMDAL, KLHS, atau kajian risiko bencana.
Mempercepat Pengambilan Keputusan berbasis data spasial.
Efisiensi Anggaran karena QGIS dapat digunakan tanpa lisensi berbayar.
Mendukung Smart City dan Green Development melalui pemanfaatan data digital.
Tujuan Bimtek QGIS 2025
Pelaksanaan bimtek memiliki tujuan yang sangat strategis, yaitu:
Membekali peserta dengan keterampilan teknis penggunaan QGIS.
Meningkatkan kemampuan analisis tata ruang berbasis data spasial.
Mendorong penggunaan teknologi open source di instansi pemerintah.
Mengintegrasikan data lingkungan untuk perencanaan pembangunan berkelanjutan.
Menyediakan solusi teknis dalam pengelolaan data geospasial lintas sektor.
Materi Utama dalam Bimtek QGIS
Pelatihan QGIS biasanya terdiri dari modul-modul komprehensif yang mengajarkan teori dan praktik.
Materi inti bimtek meliputi:
Pengenalan QGIS – antarmuka, fungsi dasar, dan pengaturan proyek.
Pengolahan Data Spasial – input, editing, dan manajemen layer.
Visualisasi Peta – teknik simbolisasi, layout peta, dan label.
Analisis Tata Ruang – overlay, buffer, proximity analysis.
Analisis Lingkungan – analisis DAS, vegetasi, kualitas tanah dan air.
Integrasi Data GIS – dengan data eksternal (misalnya shapefile, raster, GPS).
Pembuatan Peta Tematik – peta zonasi lahan, risiko bencana, dan tata ruang.
Publikasi dan Sharing Data – ekspor data spasial ke berbagai format.
Tabel: Contoh Analisis Tata Ruang dan Lingkungan Menggunakan QGIS
| Jenis Analisis | Deskripsi Singkat | Contoh Kasus Nyata |
|---|---|---|
| Analisis Tutupan Lahan | Menghitung luas dan perubahan tutupan lahan | Perubahan hutan menjadi perkebunan di Kalimantan |
| Analisis Risiko Banjir | Mengidentifikasi daerah rawan banjir | Zonasi risiko banjir Jakarta |
| Analisis Daya Dukung Lahan | Mengukur kesesuaian lahan untuk peruntukan | Lahan pertanian vs permukiman di Jawa Tengah |
| Analisis DAS (Daerah Aliran Sungai) | Menilai kapasitas aliran dan potensi erosi | DAS Citarum dan dampaknya pada pencemaran air |
| Analisis Zonasi Tata Ruang | Menentukan alokasi pemanfaatan ruang | RDTR Kota Surabaya |
Contoh Kasus Nyata: QGIS dalam Tata Ruang dan Lingkungan
Sebagai contoh, pemerintah daerah di Jawa Barat menggunakan QGIS untuk memetakan daerah rawan banjir di sepanjang DAS Citarum. Dengan data curah hujan, topografi, dan penggunaan lahan, dilakukan analisis spasial untuk:
Menentukan zona bahaya banjir.
Menghitung dampak bagi permukiman.
Menyusun strategi mitigasi bencana.
Hasilnya, QGIS membantu menghasilkan peta interaktif yang digunakan sebagai bahan perencanaan pembangunan daerah.
Peserta Sasaran Bimtek
Bimtek QGIS ditujukan untuk berbagai kalangan, antara lain:
Aparatur pemerintah daerah bidang tata ruang dan lingkungan.
Akademisi dan mahasiswa jurusan geografi, teknik lingkungan, planologi.
LSM lingkungan yang fokus pada konservasi alam.
Konsultan perencanaan dan konstruksi.
Pengelola proyek pembangunan infrastruktur.
Kelebihan Mengikuti Bimtek QGIS
Mendapatkan pemahaman dasar hingga lanjutan QGIS.
Praktik langsung dengan studi kasus nyata.
Diajarkan oleh instruktur berpengalaman di bidang GIS.
Materi disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan proyek.
Mendukung efisiensi kerja dengan software open source.
Peserta akan lebih percaya diri dalam menyusun peta dan analisis.
Strategi Implementasi Hasil Bimtek
Agar ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di ruang kelas, peserta perlu mengimplementasikan hasil bimtek.
Langkah implementasi:
Membentuk tim GIS di instansi atau lembaga.
Menggunakan QGIS untuk penyusunan RTRW dan RDTR.
Menerapkan analisis lingkungan dalam penyusunan AMDAL/KLHS.
Membuat database spasial daerah yang selalu diperbarui.
Mengintegrasikan hasil peta dengan sistem informasi manajemen daerah.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa itu QGIS dan mengapa penting untuk tata ruang?
QGIS adalah software GIS open source yang digunakan untuk pemetaan dan analisis spasial. Penting untuk tata ruang karena membantu dalam penyusunan rencana berbasis data.
2. Apakah QGIS gratis digunakan?
Ya, QGIS adalah perangkat lunak open source yang dapat digunakan tanpa biaya lisensi.
3. Siapa saja yang perlu mengikuti Bimtek QGIS?
Aparatur pemerintah, akademisi, konsultan, mahasiswa, hingga LSM lingkungan.
4. Apa bedanya QGIS dengan software GIS lain seperti ArcGIS?
QGIS bersifat open source dan gratis, sedangkan ArcGIS berlisensi berbayar. Namun, QGIS memiliki komunitas global yang terus mengembangkan fitur-fiturnya.
5. Apakah materi bimtek mencakup analisis lingkungan?
Ya, salah satu modul penting adalah analisis lingkungan seperti zonasi banjir, tutupan lahan, dan analisis DAS.
6. Apakah peserta akan mendapatkan sertifikat?
Biasanya, setiap peserta yang menyelesaikan bimtek akan memperoleh sertifikat resmi.
7. Apakah hasil analisis QGIS bisa digunakan untuk dokumen resmi pemerintah?
Ya, hasil QGIS dapat digunakan sebagai dasar penyusunan dokumen RTRW, RDTR, atau kajian lingkungan.
Bimtek Terkait Gis :
Penutup
Bimtek QGIS untuk Analisis Tata Ruang dan Lingkungan 2025 adalah langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah, konsultan, akademisi, hingga mahasiswa. Dengan menguasai QGIS, peserta tidak hanya mampu membuat peta, tetapi juga menyusun analisis spasial yang mendukung kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Di era digital, penguasaan GIS menjadi kebutuhan mutlak untuk mempercepat pengambilan keputusan, menjaga lingkungan, serta memastikan pemanfaatan ruang sesuai peruntukannya.
Segera ikuti program Bimtek QGIS 2025 untuk memperkuat kapasitas dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

