Bimtek Pemerintahan Desa

Bimtek Pembangunan Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal

Indonesia memiliki ribuan desa dengan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal yang luar biasa. Namun, belum semua desa mampu mengelola potensi tersebut menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan. Di sinilah peran Bimtek Pembangunan Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal menjadi penting.

Program bimtek ini dirancang untuk membekali pemerintah desa, pengelola BUMDes, serta masyarakat lokal agar dapat merancang, mengelola, dan mengembangkan desa wisata yang berdaya saing. Lebih dari sekadar pariwisata, desa wisata menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, dan penguatan identitas lokal.


Pentingnya Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal

Desa wisata berbasis potensi lokal menekankan pada pengembangan destinasi yang sesuai dengan karakteristik desa itu sendiri. Dengan begitu, desa tidak perlu meniru daerah lain, melainkan menggali keunikan yang sudah dimiliki.

Alasan pentingnya pembangunan desa wisata berbasis potensi lokal antara lain:

  • Menggerakkan ekonomi desa melalui peningkatan kunjungan wisatawan.

  • Melestarikan budaya dan kearifan lokal yang hampir punah.

  • Menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

  • Mengurangi urbanisasi karena penduduk memiliki peluang usaha di desanya sendiri.

  • Mendorong pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi alam secara bijak.


Kerangka Regulasi dan Kebijakan Desa Wisata

Pembangunan desa wisata tidak lepas dari regulasi dan kebijakan pemerintah. Beberapa payung hukum yang mendukung pengembangan desa wisata antara lain:

  1. Undang-Undang Desa No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

  2. Permendesa PDTT No. 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa.

  3. Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) 2010–2025.

  4. Kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang pengembangan destinasi wisata.

Dengan adanya regulasi tersebut, desa memiliki legitimasi untuk menggunakan dana desa dalam membangun fasilitas dan mendukung pengembangan wisata.


Strategi Membangun Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal

Untuk membangun desa wisata yang berkelanjutan, diperlukan strategi yang terarah. Beberapa strategi utama adalah:

  • Pemetaan potensi desa: Mengidentifikasi kekuatan alam, budaya, kuliner, maupun kerajinan lokal.

  • Pelatihan masyarakat: Melatih warga agar mampu menjadi pelaku pariwisata, misalnya sebagai pemandu wisata, pengelola homestay, atau pelaku UMKM.

  • Penguatan kelembagaan: Membentuk BUMDes atau kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

  • Pemasaran digital: Mengoptimalkan media sosial, website, dan platform pariwisata.

  • Kolaborasi multi pihak: Melibatkan pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan komunitas.

  • Pengelolaan lingkungan: Menjaga kebersihan, kelestarian alam, dan menerapkan prinsip eco-tourism.

Bimtek Lainnya :  Bimtek Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Keamanan Tahun 2025

Tabel: Perbandingan Desa Wisata dengan Desa Non-Wisata

AspekDesa Wisata Berbasis Potensi LokalDesa Non-Wisata
Sumber PendapatanDiversifikasi (wisata, UMKM, jasa)Terbatas pada pertanian/pekerjaan
Keterlibatan MasyarakatTinggi (pengelolaan langsung)Rendah
Identitas BudayaTerpelihara dan dipromosikanBerisiko hilang tergerus zaman
InfrastrukturBerkembang pesatCenderung stagnan
Daya Tarik EkonomiTinggiTerbatas

Contoh Kasus Nyata: Desa Wisata Penglipuran, Bali

Desa Penglipuran di Bali menjadi contoh sukses desa wisata berbasis potensi lokal. Dengan menjaga arsitektur tradisional, budaya gotong royong, dan kebersihan lingkungan, desa ini berhasil menjadi destinasi wisata dunia.

Manfaat yang diperoleh masyarakat antara lain:

  • Peningkatan pendapatan warga dari homestay dan tiket wisata.

  • Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan internasional.

  • Penguatan identitas budaya Bali yang mendunia.

Contoh ini menunjukkan bahwa desa lain di Indonesia bisa meniru konsep yang sama dengan menyesuaikan potensi lokal masing-masing.


Materi Bimtek Pembangunan Desa Wisata

Peserta bimtek akan mendapatkan materi komprehensif seperti:

  1. Dasar hukum pembangunan desa wisata.

  2. Teknik pemetaan potensi lokal.

  3. Pengelolaan kelembagaan desa wisata.

  4. Strategi pemasaran offline dan digital.

  5. Penyusunan paket wisata dan produk unggulan.

  6. Pengelolaan keuangan desa wisata.

  7. Studi kasus sukses desa wisata di Indonesia.


Manfaat Mengikuti Bimtek

Peserta akan memperoleh manfaat nyata, seperti:

  • Pemahaman regulasi pembangunan desa wisata.

  • Kemampuan merancang strategi pembangunan berbasis potensi lokal.

  • Keterampilan mengelola homestay, UMKM, dan paket wisata.

  • Jaringan kerja sama dengan desa lain dan pihak swasta.

  • Peningkatan kapasitas kepemimpinan aparatur desa.


Tabel: Perbedaan Desa yang Mengikuti Bimtek vs Tidak


Tantangan dalam Pembangunan Desa Wisata

Meski menjanjikan, pembangunan desa wisata juga memiliki tantangan yang harus diantisipasi:

  • Keterbatasan SDM yang profesional.

  • Keterbatasan akses infrastruktur.

  • Kurangnya promosi digital.

  • Potensi konflik internal terkait pengelolaan.

  • Risiko kerusakan lingkungan akibat pariwisata massal.


Solusi Menghadapi Tantangan

Solusi yang bisa diterapkan antara lain:

  • Pelatihan intensif melalui bimtek dan workshop.

  • Pengembangan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan internet.

  • Digitalisasi promosi menggunakan marketplace pariwisata.

  • Kelembagaan yang transparan dalam pengelolaan dana dan kegiatan.

  • Wisata berkelanjutan dengan batasan jumlah pengunjung.


FAQ

1. Apa itu desa wisata berbasis potensi lokal?
Desa wisata berbasis potensi lokal adalah desa yang mengembangkan pariwisata dengan memanfaatkan kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki.

2. Siapa saja yang perlu mengikuti bimtek ini?
Aparatur desa, pengelola BUMDes, Pokdarwis, UMKM desa, dan masyarakat umum yang terlibat dalam pariwisata.

3. Apakah semua desa bisa menjadi desa wisata?
Ya, selama desa memiliki potensi unik, baik alam, budaya, kuliner, maupun kerajinan.

4. Apa perbedaan utama desa wisata dengan desa biasa?
Desa wisata memiliki pengelolaan terarah, produk unggulan, dan daya tarik wisatawan, sedangkan desa biasa cenderung mengandalkan sektor primer.

5. Bagaimana dana desa bisa digunakan untuk pembangunan desa wisata?
Sesuai Permendesa, dana desa dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat desa wisata.

6. Apakah desa wisata selalu menguntungkan?
Jika dikelola dengan baik, ya. Namun, jika tanpa strategi, desa wisata berisiko stagnan bahkan merugikan lingkungan.

7. Bagaimana cara memasarkan desa wisata secara efektif?
Dengan kombinasi promosi digital, kolaborasi dengan agen perjalanan, serta penyediaan paket wisata yang menarik.


Bimtek Terkait Pemerintah Desa :

  1. Bimtek Manajemen Pengelolaan Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat

  2. Bimtek Peran Pemerintah Desa dalam Pencegahan Stunting

  3. Bimtek Tata Kelola Musyawarah Desa (Musdes) dan Perencanaan Partisipatif

  4. Bimtek Strategi Pemberdayaan Perempuan dan kelompok Rentan di Desa

  5. Bimtek Inovasi Digitalisasi Layanan Desa

Bimtek Lainnya :  Bimtek Implementasi SID Terintegrasi untuk Desa Modern 2025

Kesimpulan

Pembangunan desa wisata berbasis potensi lokal adalah strategi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, melestarikan budaya, dan menciptakan kemandirian ekonomi. Namun, pembangunan ini harus direncanakan dengan matang, melibatkan masyarakat, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Melalui Bimtek Pembangunan Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal, aparatur desa dan masyarakat dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta strategi praktis untuk mengembangkan desa wisata yang berdaya saing. Dengan dukungan regulasi dan kolaborasi berbagai pihak, desa wisata di Indonesia berpeluang besar menjadi pilar utama ekonomi kreatif nasional.

Segera bergabung dengan program pelatihan ini untuk membangun desa wisata unggulan yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.

author-avatar

Tentang EDUKASINDO

SENTRA MEDIA EDUKASINDO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendampingan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan kemajuan di bidang pendidikan dan telekomunikasi. Kami melayani individu yang menjadi bagian dari suatu organisasi, baik sebagai karyawan maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan SDM di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *