- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Bimtek Perbedaan Seleksi Umum dan Sederhana dalam Pengadaan Jasa Konsultansi

Pengadaan jasa konsultansi merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah. Dalam prosesnya, terdapat beberapa metode pemilihan penyedia jasa, di antaranya seleksi umum dan seleksi sederhana.
Kedua metode ini sama-sama diatur dalam regulasi pengadaan barang/jasa pemerintah, namun memiliki perbedaan mendasar dalam kriteria penggunaan, tahapan proses, hingga kompleksitas pekerjaan yang ditangani.
Artikel ini akan membahas secara detail mengenai perbedaan seleksi umum dan sederhana dalam pengadaan jasa konsultansi, manfaat memahami keduanya, hingga strategi praktis untuk memastikan proses pengadaan berjalan sesuai aturan.
Sebagai acuan utama, pembahasan ini terhubung dengan Bimtek Pengadaan Jasa Konsultansi Pemerintah Sesuai Peraturan Terbaru yang menjadi konten pilar terkait tata kelola pengadaan jasa pemerintah.
Dasar Hukum Pengadaan Jasa Konsultansi
Seluruh mekanisme pengadaan jasa konsultansi di Indonesia merujuk pada:
Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sebagai aturan teknis turunan.
Regulasi ini menjadi pedoman bagi instansi pemerintah untuk memilih metode pengadaan sesuai dengan nilai paket, tingkat kompleksitas, serta tujuan kegiatan. Penjelasan lengkap bisa diakses melalui LKPP RI.
Definisi Seleksi Umum dan Seleksi Sederhana
Seleksi Umum adalah metode pemilihan penyedia jasa konsultansi yang dilakukan secara terbuka dan kompetitif, digunakan untuk pekerjaan bernilai besar dan kompleks.
Seleksi Sederhana adalah metode pemilihan penyedia jasa konsultansi yang lebih ringkas dan cepat, digunakan untuk pekerjaan dengan nilai lebih kecil dan kompleksitas rendah.
Perbedaan Seleksi Umum dan Sederhana
Agar lebih jelas, berikut perbedaan mendasar antara seleksi umum dan seleksi sederhana:
| Aspek | Seleksi Umum | Seleksi Sederhana |
|---|---|---|
| Nilai Pekerjaan | Digunakan untuk nilai paket besar | Digunakan untuk nilai paket lebih kecil |
| Kompleksitas | Pekerjaan dengan tingkat kompleksitas tinggi | Pekerjaan sederhana dengan risiko rendah |
| Tahapan Proses | Lebih panjang, melibatkan banyak evaluasi | Lebih ringkas, evaluasi terbatas |
| Dokumen Persyaratan | Detail, lengkap, dan mendalam | Lebih sederhana dan praktis |
| Jumlah Peserta | Umumnya lebih banyak karena bersifat terbuka | Lebih sedikit, terbatas sesuai kriteria |
| Durasi Waktu | Relatif lebih lama | Lebih cepat |
Kriteria Penggunaan
Pemilihan metode pengadaan tidak bisa sembarangan, harus mengikuti kriteria yang telah ditetapkan:
Seleksi Umum digunakan jika:
Nilai pekerjaan cukup besar.
Membutuhkan tenaga ahli dengan keahlian beragam.
Output yang dihasilkan berpengaruh signifikan terhadap kebijakan/strategi pemerintah.
Seleksi Sederhana digunakan jika:
Nilai pekerjaan relatif kecil.
Kompleksitas rendah dan bisa ditangani dengan metode sederhana.
Tidak membutuhkan banyak tenaga ahli khusus.
Tahapan Seleksi Umum
Seleksi umum memiliki proses yang lebih detail dengan beberapa tahapan utama:
Pengumuman pemilihan penyedia jasa.
Pendaftaran dan pengambilan dokumen pemilihan.
Pemberian penjelasan (aanwijzing).
Penyampaian dokumen penawaran.
Evaluasi administrasi, teknis, dan harga.
Klarifikasi dan negosiasi.
Penetapan dan pengumuman pemenang.
Penandatanganan kontrak.
Tahapan Seleksi Sederhana
Seleksi sederhana memiliki alur yang lebih singkat:
Undangan atau pengumuman terbatas.
Penyampaian dokumen penawaran.
Evaluasi teknis dan harga.
Klarifikasi jika diperlukan.
Penetapan pemenang.
Penandatanganan kontrak.
Kelebihan dan Kekurangan
Seleksi Umum
Kelebihan: transparan, kompetitif, cocok untuk proyek besar.
Kekurangan: memerlukan waktu lebih lama, administrasi lebih rumit.
Seleksi Sederhana
Kelebihan: cepat, praktis, administrasi ringan.
Kekurangan: partisipasi penyedia terbatas, kualitas kompetisi lebih rendah.
Contoh Kasus Nyata
Pada tahun 2021, sebuah kementerian melaksanakan pengadaan jasa konsultansi untuk menyusun masterplan transportasi nasional. Karena kompleksitasnya tinggi, digunakan metode seleksi umum. Hasilnya, diperoleh penyedia jasa dengan kompetensi memadai dan pengalaman internasional.
Sebaliknya, sebuah pemerintah daerah melakukan pengadaan jasa konsultansi untuk pelatihan pengelolaan arsip digital dengan nilai paket kecil. Metode seleksi sederhana dipilih, sehingga proses berlangsung cepat dan efisien tanpa mengorbankan kualitas.
Dua contoh tersebut menunjukkan bahwa pemilihan metode harus sesuai dengan konteks pekerjaan.
Strategi Menentukan Metode yang Tepat
Beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh instansi pemerintah:
Analisis nilai pekerjaan secara objektif.
Tinjau tingkat kompleksitas dan risiko pekerjaan.
Sesuaikan dengan tujuan akhir pengadaan.
Konsultasikan dengan unit layanan pengadaan (ULP).
Rujuk pada regulasi terbaru dari LKPP.
Relevansi Bimtek
Mengikuti bimtek seleksi umum dan sederhana sangat penting agar ASN memahami perbedaan mendasar kedua metode ini. Materi bimtek biasanya mencakup:
Pemahaman regulasi terbaru.
Teknik menyusun dokumen pemilihan.
Simulasi evaluasi penawaran.
Studi kasus implementasi di berbagai instansi.
Bimtek ini juga menjadi bagian dari penguatan kompetensi dalam rangka reformasi birokrasi, sejalan dengan Bimtek Pengadaan Jasa Konsultansi Pemerintah Sesuai Peraturan Terbaru
FAQ
1. Kapan sebaiknya menggunakan seleksi umum?
Jika nilai paket besar, kompleksitas tinggi, dan membutuhkan penyedia dengan keahlian beragam.
2. Apa keunggulan seleksi sederhana?
Proses lebih cepat, dokumen lebih ringan, dan cocok untuk pekerjaan bernilai kecil dengan risiko rendah.
3. Apakah seleksi umum lebih transparan daripada seleksi sederhana?
Ya, karena melibatkan lebih banyak peserta dan proses yang terbuka.
4. Bagaimana cara memastikan metode yang dipilih sesuai regulasi?
Dengan merujuk pada Perpres 16/2018 dan aturan LKPP terbaru yang berlaku.
Kesimpulan
Seleksi umum dan seleksi sederhana adalah dua metode penting dalam pengadaan jasa konsultansi pemerintah. Perbedaan keduanya terletak pada nilai paket, kompleksitas pekerjaan, jumlah tahapan, hingga tingkat kompetisi antar penyedia.
Pemahaman yang baik terhadap kedua metode ini akan membantu ASN dalam memilih strategi pengadaan yang tepat, efisien, dan sesuai regulasi.
Segera ikuti program bimtek ini untuk meningkatkan kompetensi Anda dan memastikan setiap pengadaan berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.

